ANALISIS PENGARUH KONSENTRASI METAN (CH4), KARBONDIOKSIDA ( CO2) DAN DINITROGEN OKSIDA (N2O) TERHADAP PENINGKATAN KONSENTRASI GAS RUMAH KACA SERTA ANALISIS RISIKO OZON (O3) MENGGUNAKAN AIR Q+ MODELLING TERHADAP KESEHATAN MASYARAKAT DI KAWASAN KOTA SEMARANG

Firman Jaya Gulo, Agung (2019) ANALISIS PENGARUH KONSENTRASI METAN (CH4), KARBONDIOKSIDA ( CO2) DAN DINITROGEN OKSIDA (N2O) TERHADAP PENINGKATAN KONSENTRASI GAS RUMAH KACA SERTA ANALISIS RISIKO OZON (O3) MENGGUNAKAN AIR Q+ MODELLING TERHADAP KESEHATAN MASYARAKAT DI KAWASAN KOTA SEMARANG. Undergraduate thesis, Universitas Diponegoro.

[img]
Preview
PDF
65Kb

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat konsentrasi CH4, N2O,CO2 dan O3 di Kota Semarang serta mengetahui pengaruhnya terhadap peningkatan konsentrasi gas rumah kaca serta terhadap risiko kesehatan masyarakat di Kota Semarang. Sebagai salah satu kota besar di Indonesia, Kota Semarang tidak terlepas dari permasalahan pencemaran udara. Beberapa pencemar yang dominan di Kota Semarang yaitu diantaranya CH4, N2O dan CO2 serta O3. Pencemar-pencemar tersebut dapat dihasilkan dari aktivitas penggunaan bahan bakar, baik itu sektor domestik, sektor transportasi dan sektor industri. Penelitian ini dilakukan di 5 kecamatan di Kota Semarang yaitu Kecamatan Pedurungan mewakili sektor perumahan, Kecamatan Tugu mewakili sektor industri, Kecamatan Banyumanik mewakili sektor jalan, Kecamatan Semarang Selatan mewakili sektor pusat kota dan Kecamatan Gunungpati mewakili sektor ruang terbuka hijau. Pada penelitian ini, pengukuran konsentrasi CH4, N2O,CO2 dilakukan selama 1 jam pada pagi dan sore hari menggunakan teddlar bag dan dianalisis menggunakan Chromatography – flame ionization. Sedangkan untuk pencemar O3 menggunakan impinger selama 1 jam pada pagi dan sore hari dan dianalisis menggunakan spektrofotometer. Untuk mengestimasi beban emisi di wilayah penelitian, maka dilakukan inventaris emisi terhadap sektor industri, sektor domestik dan sektor transportasi di wilayah penelitian. Sementara untuk menganalisis pengaruh konsentrasi O3 terhadap kesehatan masyarakat, digunakan Air Q + Modelling. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa baik konsentrasi CH4, N2O dan CO2 tertinggi yaitu di Kecamatan Tugu pada Sore hari. Hal ini disebabkan aktivitas industri di Kota Semarang masih menggunakan bahan bakar fosil. Dari hasil inventarisasi emisi didapatkan bahwa Kecamatan Pedurungan memiliki beban emisi tertinggi yaitu sebesar 172.420,98 ton eq CO2. Sementara dari hasil Air Q + Modelling diketahui bahwa konsentrasi Ozone di wilayah penelitian tidak berisiko terhadap kesehatan masyarakat pada jangka pendek. Kata kunci: Gas Rumah Kaca, Inventarisasi Emisi, Air Q + Modelling, Risiko Kesehatan ABSTRACT This research aims to determine the levels of CH4, N2O, CO2 and O3 concentrations in the city of Semarang and find out their effects on increased concentration of greenhouse gases and on public health in the city of Semarang. As one of the big cities in Indonesia, Semarang City is inseparable from the problem of air pollution. Some of the dominant pollutants in Semarang City are partly CH4, N2O, CO2 and O3. These pollutants can be produced from fuel use activities in various sector, such as domestic sector, transportation sector and industrial sector. This research was conducted in 5 sub-districts in Semarang City, namely Pedurungan Subdistrict representing the housing sector, Tugu Subdistrict representing the industrial sector, Banyumanik Subdistrict representing the sectarian road, South Semarang District representing the downtown sector and Gunungpati District representing the green open space sector. In this study, measurements of CH4, N2O, CO2 concentrations were carried out for 1 hour in the morning and evening using a bag and analyzed by using Chromatography – flame ionization. While for O3 polluters using impinger for 1 hour in the morning and evening and analyzed by using a spectrophotometer. To estimate the emission burden in the research area, emissions inventory are carried out on the industrial sector, domestic sector, and transportation sector in the research area. While Air Q + Modeling was used to analyze the effect of O3 concentration on public health. From the results of the study, it was found that the highest concentration of CH4, N2O and CO2 were in Tugu District in the afternoon. It is because industrial activities in Semarang City is still using fossil fuels. From the results of the emissions inventory obtained, Pedurungan Subdistrict has the highest emission load, that is 172,420.98 tons of CO2. While from the results of Air Q Modeling, the contribution of Ozone in the study area does not pose a risk to public health in the short term. Keywords: Greenhouse Gases, Emission Inventory, Air Q + Modeling, Health Risks

Item Type:Thesis (Undergraduate)
Subjects:T Technology > TD Environmental technology. Sanitary engineering
Divisions:Faculty of Engineering > Department of Environmental Engineering
Faculty of Engineering > Department of Environmental Engineering
ID Code:72946
Deposited By:Ms teknik lingkungan
Deposited On:24 May 2019 10:20
Last Modified:24 May 2019 10:20

Repository Staff Only: item control page