Pengembangan Sistem pada Proses Source berdasarkan Metrik odel Supply Chain Operation Reference(SCOR) (Studi Kasus di PT Kubota Indonesia)

Saptadi, Singgih and Sriyanto, ST,MT (2009) Pengembangan Sistem pada Proses Source berdasarkan Metrik odel Supply Chain Operation Reference(SCOR) (Studi Kasus di PT Kubota Indonesia). Diponegoro University. (Unpublished)

[img]Microsoft Word
25Kb

Abstract

PT Kubota Indonesia merupakan pelopor perusahaan mesin diesel yang bermutu tinggi di Indonesia yang telah dan terus mendukung pengembangan industri terutama industri pertanian nasional. Dalam dunia kompetitif yang semakin tinggi saat ini, persaingan PT Kubota Indonesia dengan perusahaan lainnya mengharuskan supaya terus-menerus melakukan perbaikan dalam mutu barang dan layanan sekaligus meningkatkan efisiensi untuk menekan biaya produksi, sehingga harga penjualan produk tetap dapat bersaing. Sementara, proses source saat ini memberi pemborosan dan delay yang sangat berdampak terhadap proses lain dalam supply chain yaitu proses plan, make, deliver, dan return. Adanya pemborosan yang mencapai lebih dari 20% keterlambatan delivery dan perubahan jadwal yang sering terjadi yang mencapai lebih dari 30% perubahan membawa agar proses source harus segera dianalisis dan dievaluasi dengan pertama-tama mengukur kinerja keseluruhan proses agar membantu analisis lebih lanjut. Adapun, manajemen kinerja yang baik adalah yang dilakukan dalam suatu sistem pengukuran yang sudah standar dan terkelola dengan baik, agar informasi yang dibutuhkan dalam rancangan kinerja dapat terukur. Namun, sistem source belum seperti standar yaitu dilihat berdasarkan pendekatan metrik yang tersedia pada model referensi Supply Chain Operations Reference (SCOR). Untuk itu, pengembangan sistem pun dilakukan agar pengukuran kinerja dapat dilakukan dengan data atau informasi yang tersedia dengan baik. Perbaikan prosedur dilakukan pada 6 metrik yang belum bisa digunakan di proses source PT Kubota Indonesia dari 21 metrik model referensi SCOR. Kemudian dilakukan uji coba pengukuran kinerja terhadap ke-21 metrik ini yang hasilnya menyatakan setelah perbaikan prosedur maka ukuran kinerja dapat dihitung, sehingga memungkinkan evaluasi dilakukan. Selain itu, pembuatan prosedur untuk menghitung pembobotan metrik pun dibuat agar perusahaan mampu mengukur bobot metriknya sendiri. Ada pula target-target pencapaian kinerja saat ini telah didefinisikan perusahaan sehingga pengukuran kinerja lebih terarah.

Item Type:Other
Uncontrolled Keywords:Kata kunci : Kinerja, Pengembangan Sistem, Source, Metrik Model SCOR
Subjects:T Technology > T Technology (General)
T Technology > TS Manufactures
Divisions:Faculty of Engineering > Department of Industrial Engineering
Faculty of Engineering > Department of Industrial Engineering
ID Code:7280
Deposited By:Admin teknik industri
Deposited On:10 Mar 2010 10:33
Last Modified:10 Mar 2010 10:33

Repository Staff Only: item control page