FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN GONDOK PADA ANAK SEKOLAH DASAR DI KECAMATAN KERSANA KABUPATEN BREBES TAHUN 2007

AENY , NURUL (2007) FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN GONDOK PADA ANAK SEKOLAH DASAR DI KECAMATAN KERSANA KABUPATEN BREBES TAHUN 2007. Undergraduate thesis, Diponegoro University.

[img]
Preview
PDF - Published Version
7Kb

Official URL: http://www.fkm.undip.ac.id

Abstract

Kekurangan yodium dapat mengakibatkan gangguan perkembangan mental dan kecerdasan. Fortifikasi garam beryodium merupakan salah satu cara untuk menurunkan prevelensi GAKY (Gangguan Akibat Kekurangan Yodium) dalam jangka panjang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian gondok pada anak Sekolah Dasar di Kecamatan Kersana Kabupaten Brebes. faktor yang diteliti adalah pendidikan,pengetahuan,pendapatan kandungan yodium garam dapur dan kandungan yodium air. Penelitian ini adlah penelitian observasional dengan metode survei dengan rancangan cross sectional yang berlokasi di SD Kersana 2, SD Pende 1 dan SD Ciampel 1. Sampel penelitian adalah 80 anak SD kelas 4-6 yang dipilih secara proportional random sampling. Responden adalah ibu dari anak yang terpilih sebagai sampel. variabel pendahulu adalah tingkat pendidikan,pengetahuan dan pendapatan. Variabel bebas meliputi kandungan yodium pada air dan kandungan yodium pada garam sedangkan variabel terikat adalah kejadian gondok. Pengumpulan data primer dilakukan melalui wawancara deangan kuisioner terstruktur,pemeriksaan palpasi,pemeriksaan kandungan yodium dalam air 9menggunakan Spektrofotometer di Lab.GAKY Undip Semarang) dan kandungan yodium dalam garam (titrasi yodometer di Lab.Dinkes Kab.Brebes). Data sekunder diperoleh dari kecamatan, Puskesmas dan Dinkes. Pengolahan data menggunakan SPSS dan analisis data secara univariat dan bivariat menggunakan uji Rank Spearmen untuk uji hubungan antara variabel pendahulu dengan variabel bebas dan uji chi squareuntuk hubungan antara variabel bebas dengan variabel terikat. Hasil penelitian menunjukkan angka TGR sebesar 28,7%. Sebanyak 76,3%responden mengkonsumsi garam yang kandungan yodiumnya kurang (<30 ppm). Sebanyak 66,3% responden mengkonsumsi air yang kandungan yodiumnya rendah (0,4-5,14 ppm). Pendidikan tidak berhubungan dengan kadar yodium garam konsumsi (p=0,230). Pengetahuan berhubungan dengan kandungan yodium pada garam konsumsi (p=0,023).Pendapatan tidak berhubungan dengan kandungan yodium pada garam konsumsi (p=0,764). Kandungan yodium garam berhubungan dengan kejadian gondok(p=0,049) dan kandungan yodium air berhubungan dengan kejadian gondok (p=0,012). Kata Kunci: gondok,yodium,garam,anak SD FACTORS ASSOCIATED WITH GOITRE INCIDENCE ON SCHOOLCHILDREN IN KECAMATAN KERSANA,KABUPATEN BREBES Iodine deficiency can result in mental development disorders or decrease inteligence quotients. Iodized salt fortification is one of the methods for long term IDD (Iodine Deficiency Disorders) eradication program. This study aimed to infestigate factors assosiated with goither incidence on schoolchildren in Kecamatan Kersana, Kabupaten Brebes. Factors which were infestigated included education level, knowledge, income, salt and water iodine contents. This observational study, with a survey method and cross sectional approach was conducted in Kersana 2, Pande 1 and Ciampel 1 elementary schools. Samples were 80 schoolchildren in year 4 to 6, who were selected based on proportional random sampling method.Respondents were mother of the schoolchildren who were selected as the samples. The antecedent variables were level of education, knowledge and income. The independent variables were iodine content in the water, and salt, while the dependent variables were goiter incidence. Primary data were collected by interview using structured questionnaires, thyroid palpation, iodine content in water (measured by spectrophometer in GAKY lab) and salt (titration method in Laboratorium Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes). Secondary data secunder were gathered from Kecamatan office, Primary Health Care center (Puskesmas) and Local Health Departement. Data analysis was conducted by SPSS. Bivariate analysis was conducted by Rank Spearman test to correlate between antecedent variables and independent variables and chi square test to correlate between independent and dependent variables. The result showed that TGR (Total Goitre Rate) was 28.7%. 76,3% of the respondent consumed salt which containiodine less than 30 ppm. 66,3% respondent consumed water,which is low in iodine (0,4-5,14 ppm). Level of education was not correlated with iodine content in salt p=0,230. Knowledge was correlated with iodine content in salt (p=0,023). Income was not correlated with iodine content in salt (p=0,764). Iodine content in salt correlated with goiter incidence (p=0,049) and iodine content in water correlated with goitre incidence (p=0,012). Keyword : goiter,iodine,schoolchildren,salt

Item Type:Thesis (Undergraduate)
Subjects:R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA0421 Public health. Hygiene. Preventive Medicine
Divisions:Faculty of Public Health > Department of Public Health
ID Code:7268
Deposited By:admin FKM undip
Deposited On:09 Mar 2010 10:10
Last Modified:09 Mar 2010 10:10

Repository Staff Only: item control page