Klasifikasi ABC dan Kebijakan Pemesanan Multi-Item ( Studi Kasus di PT. Leo Agung Raya Semarang)

Nurkertamanda, Denny and Putri K, Serena (2009) Klasifikasi ABC dan Kebijakan Pemesanan Multi-Item ( Studi Kasus di PT. Leo Agung Raya Semarang). Diponegoro University. (Unpublished)

[img]Microsoft Word
29Kb

Abstract

Persediaan adalah masalah yang sangat penting dalam sebuah perusahaan. Persediaan merupakan sejumlah bahan – bahan yang disediakan dan bahan – bahan proses yang terdapat dalam perusahaan untuk proses produksi, serta barang jadi atau produk yang disediakan untuk memenuhi permintaan konsumen setiap waktu. Dalam penelitian ini, kita fokus pada persediaan bahan baku yang terdiri dari ratusan macam item dengan harga dan kuantitas penggunaannya masing – masing. Selanjutnya, item – item dikelompokkan menurut klasifikasi ABC untuk menentukan item – item dengan harga dan kuantitas penggunaan yang tinggi hingga menghabiskan anggaran persediaan mencapai ±85%. PT. LARS merupakan salah satu industri jamu dan obat – obatan tradisional di Indonesia. Beberapa bahan baku pemesanannya dilakukan secara bersamaan, karena supplier yang berada di luar kota sehingga biaya kirimnya cukup mahal. Oleh sebab itu PT. LARS membutuhkan model persediaan untuk pemesanan multi-item. Dengan model dasar EOQ, model tersebut diharapkan mampu mengurangi frekuensi pemesanan untuk meminimasi biaya pemesanan dan mengoptimalkan kuantitas pembelian. Dari model persediaan tersebut diperoleh hasil kebijakan persediaan baru berupa kapan, dan berapa kuantitas pembelian yang optimal. Kebijakan ini dapat menghemat biaya persediaan sebesar Rp 5.107.887,00 dan meminimasi frekuensi pemesanan yang sebelumnya 12 kali menjadi 7 kali. Inventory is a main problem for all company. Inventory consist of raw material and work in process material, and also final product that used to meet a demand from customer at any time. In this research, we focus on raw material inventory where each item have their own price and usage quantity. Furthermore material are categorized according to ABC Classification to determine which material that consume almost ±85% inventory budget. PT. LARS is a traditional and herbal medicine company in Indonesia. Some material has same supplier beyond Semarang, so they were bought together because the delivery price is expensive. The company will need inventory model for multi-item order. Using the basic model of EOQ, this model could reduce order frequency to minimize order cost and optimalize order quantity. From the inventory model above the company could get the new inventory policy about when, and how much the optimal order quantity. This policy could save inventory cost about Rp 5.107.887,00 and minimize order frequency from 12 times become 7 times order.

Item Type:Other
Uncontrolled Keywords:Kata kunci : persediaan, klasifikasi ABC, multi-item, EOQ Keywords : inventory, ABC classification, multi-item, EOQ
Subjects:T Technology > T Technology (General)
T Technology > TS Manufactures
Divisions:Faculty of Engineering > Department of Industrial Engineering
Faculty of Engineering > Department of Industrial Engineering
ID Code:7262
Deposited By:Admin teknik industri
Deposited On:09 Mar 2010 09:59
Last Modified:09 Mar 2010 11:09

Repository Staff Only: item control page