PENERAPAN CRITICAL CHAIN PROJECT MANAGEMENT (CCPM) Untuk Mengatasi Ketidakpastian dan Keterbatasan Sumber Daya pada sebuah Proyek (Studi Kasus PT Hutama Karya)

Hartini, Sri and Suliantoro, Hery and Desi Kurniawati, Winda (2008) PENERAPAN CRITICAL CHAIN PROJECT MANAGEMENT (CCPM) Untuk Mengatasi Ketidakpastian dan Keterbatasan Sumber Daya pada sebuah Proyek (Studi Kasus PT Hutama Karya). Diponegoro University. (Unpublished)

[img]Microsoft Word
26Kb

Abstract

Kegiatan proyek dapat diartikan sebagai kegiatan semenatara yang berlangsung dalam jangka waktu terbatas, dengan alokasi sumber daya yang terbatas dan dimaksudkan untuk melaksanakan tugas yang sasarannya telah digariskan dengan jelas. Adanya batasan-batasan dalam kegiatan proyek menyebabkan timbul ketidakpastian yang seringkali kurang diperhitungkan dalam perencanaan. Ketidak pastian dalam kegiatan proyek ini apabila tidak dikelola dengan baik akan menimbulkan perubahan yang tidak diinginkan dalam waktu (time), biaya (cost), dan mutu (quality). Dari studi pendahuluan yang telah dilakukan penulis terhadap performansi proyek PT Hutama Karya mulai bulan Januari 2006 sampai bulan Desember 2006 didapatkan hasil bahwa tiap bulan rata-rata 23.43% proyek mengalami penyimpangan rencana atau keterlambatan, 55.65% keterlambatan disebabkan faktor internal seperti kekurangan tenaga kerja, kekurangan peralatan, kerusakan peralatan, keterlambatan material, keterlambatan suatu kegiatan menyebabkan keterlambatan kegiatan selanjutnya, dan hal lainnya yang bersifat internal. Agar keterlambatan dapat dihindari maka ketidakpastian akibat keterbatasan sumber daya, keterbatasan waktu, kerusakan mesin, keterlambatan material, dan lain-lain faktor sejenia harus dikelola dengan baik. Critical Chain Project Management (CCPM) merupakan penerapan Theory of Constrain dalam manajemen proyek. Proyek dapat dipandang sebagai sebuah sistem, dan setiap sistem mempunyai konstrain. Dalam proyek keterbatasan sumber daya merupakan konstrain utama yang menghambat penyelesaian proyek secara lebih cepat. CCPM menerapkan langkah-langkah TOC untuk manajemen pelaksanaan proyek dengan langkah-langkah sebagai berikut, identifikasi critical chain atau rantai kritis proyek, eksploitasi ketidakpastian dengan menambahkan project buffer, subordinasi sumber daya non konstrain agar bekerja seirama dengan sumber daya konstrain, serta eleminasi date driven dan multitasking. Proyek Pembangunan Kantor Bupati, Kantor DPRD Kabupaten Sekadau Dan Jalan Utama yang semula diselesaikan dalam kurun waktu 69 minggu, dengan penerapan CCPM dapat selesai dalam kurun waktu 63 minggu sehingga dapat menurunkan biaya umum proyek sebesar 8,69% atau sekitar Rp 437.004.873,8. Schedule Variance (SV) yang semula rata-rata 0,05% lebih lambat dari perencanaan, dengan penerapan Metode CCPM menjadi 17,14% lebih cepat dari perencanaan. Schedule Performance Index (SPI) yang semula 0,98 dengan penerapan CCPM menajdi 1.15. Nilai SPI > 1 mengindikasi bahwa dengan penerapan Metode CCPM Proyek Pembangunan Kantor Bupati, Kantor DPRD Kabupaten Sekadau Dan Jalan Utama berjalan lebih cepat dan menunjukkan kinerja yang lebih baik.

Item Type:Other
Uncontrolled Keywords: Kata Kunci : CCPM, critical chain, Theory of Constrain, project buffer, rantai kritis
Subjects:T Technology > T Technology (General)
T Technology > TS Manufactures
Divisions:Faculty of Engineering > Department of Industrial Engineering
Faculty of Engineering > Department of Industrial Engineering
ID Code:7239
Deposited By:Admin teknik industri
Deposited On:08 Mar 2010 13:50
Last Modified:08 Mar 2010 13:50

Repository Staff Only: item control page