Aplikasi Metode DEA (Data Envelopment Analysis) Untuk Pengukuran Efiensi Relatif Mesin Cutting(Studi Kasus PT. Sami)

Santoso, Haryo and Handayani, Naniek Utami and ., Widowati (2008) Aplikasi Metode DEA (Data Envelopment Analysis) Untuk Pengukuran Efiensi Relatif Mesin Cutting(Studi Kasus PT. Sami). Diponegoro University. (Unpublished)

[img]Microsoft Word
22Kb

Abstract

PT. SAMI (Semarang Autocomp Manufacturing Indonesia) adalah industri yang memproduksi wiring harness yang dipasarkan ke Eropa, Australia, Jepang dan Amerika Utara dan memiliki empat konsumen utama yaitu Mazda Jepang, GM Holden Australia, GM North America dan Nissan America, sehingga lantai produksinya juga dibagi menjadi 4 car line untuk berproduksi memenuhi pesanan konsumen tersebut. Dalam kegiatan produksinya, perusahaan selalu berusaha untuk mencapai zero defect dan zero claim. Berdasarkan data yang ada diketahui bahwa selama periode bulan November 2006 sampai April 2007, di semua proses cutting pada semua car line menghasilkan wire loss dan scrap hingga mencapai 70% dari semua wire loss dan wire scrap yang dihasilkan dari seluruh proses produksi. Hal ini berarti bahwa proses transformasi input menjadi output pada proses cutting yang dilakukan oleh mesin cuting di semua car line belum optimal atau bahan baku yang ada telah digunakan seefisien mungkin dalam menghasilkan output yang seefektif mungkin. Pada penelitian ini, untuk mengukur efisiensi mesin cutting digunakan metode Data Envelopment Analysis. Metode ini digunakan untuk melakukan pengukuran efisiensi relatif dengan terlebih dahulu menentukan bobot input dan output untuk masing-masing Decision Making Unit (DMU) dimana DMU merupakan objek yang diukur efisiensinya dan untuk penelitian ini yang menjadi DMU adalah mesin cutting. Dari hasil pengukuran juga dapat diketahui mesin mana yang paling efisien (mesin yang nilai efisiensi 1) dan yang tidak efisien, sehingga upaya perbaikan atau peningkatan efisiensi dapat difokuskan pada mesin yang tidak efisien. Efisiensi mesin juga diukur melalui efisiensi individu untuk mengetahui efisiensi mutlak dan juga dilakukan perhitungan OEE untuk membantu menemukan masalah yang dihadapi mesin serta untuk mengetahui efektivitas mesin. Perhitungan nilai efisiensi relatif dengan metode DEA akan menghasilkan minimal 1 mesin yang memiliki nilai efisiensi 1 (mesin sudah efisien) kemudian mesin-mesin yang belum memiliki efisiensi relatif 1 akan berusaha ditingkatkan nilai efisiensinya dengan menghitung faktor peningkatan efisiensi menggunakan DEA-Dual. Berdasarkan hasil perhitungan didapatkan bahwa efisiensi rata-rata semua car line antara 62,02% - 85,21% dimana car line Mazda merupakan car line yang memiliki nilai efisiensi rata-rata yang paling tinggi dibandingkan dengan car line yang lain untuk periode waktu yang sama dan rata-rata setiap bulannya 21% dari semua mesin cutting yang ada di semua car line mengalami masalah availability dan 79% mengalami masalah performance.

Item Type:Other
Uncontrolled Keywords:Kata kunci : Mesin cutting, efisiensi, DEA, OEE
Subjects:T Technology > T Technology (General)
T Technology > TS Manufactures
Divisions:Faculty of Engineering > Department of Industrial Engineering
Faculty of Engineering > Department of Industrial Engineering
ID Code:7233
Deposited By:Admin teknik industri
Deposited On:08 Mar 2010 11:58
Last Modified:08 Mar 2010 11:58

Repository Staff Only: item control page