Usulan Penentuan Interval Penggantian dan Kebijakan Persediaan Spare Part Mesin Cartoner (Studi Kasus PT. Sari Husada)

Santoso, Haryo and Sriyanto, ST,MT and Artha, Uli (2008) Usulan Penentuan Interval Penggantian dan Kebijakan Persediaan Spare Part Mesin Cartoner (Studi Kasus PT. Sari Husada). Diponegoro University. (Unpublished)

[img]Microsoft Word
28Kb

Abstract

PT. Sari Husada merupakan salah satu perusahaan terkemuka di Indonesia sebagai produsen produk makanan dan minuman bagi bayi dan anak, dimana salah satu produknya yang terkenal yaitu susu SGM. Proses produksi yang berlangsung selama 24 jam sehari, 7 hari seminggu, untuk memenuhi permintaan konsumennya harus didukung oleh mesin-mesin yang reliable (andal). Setiap spare part (komponen) dalam mesin memiliki laju kerusakan yang berbeda-beda, sehingga tingkat reliability yang dimiliki juga akan berbeda. Karenanya kebijakan maintenance setiap spare part dapat dipengaruhi dari tingkat reliability spare part tersebut. Selama ini kebijakan maintenance mengenai waktu penggantian spare part berdasarkan pada sistem MTBM (Maintenance Time Base Maintenance) yaitu maintenance yang berdasarkan siklus waktu tertentu, dimana setting siklus waktu tersebut ditentukan oleh perusahaan sendiri berdasarkan pengalaman masa lalu dari waktu kerusakan yang terpendek Belum ditentukannya siklus waktu/interval waktu penggantian yang optimal menyebabkan perusahaan mengalami kesulitan dalam mengontrol tingkat persediaan spare partnya. Hal ini membuat perusahaan cenderung untuk menyimpan spare part dalam jumlah yang banyak. Metode yang digunakan untuk menentukan interval penggantian yang optimal yaitu preventive replacement age. Dengan model ini, pelaksanaan penggantian pencegahan dilakukan berdasarkan umur masa pakai komponen atau dari waktu dilakukannya penggantian yang terakhir baik penggantian pencegahan maupun kerusakan. Model yang digunakan untuk kebijakan persediaan adalah Periodic-Review Policy. Dengan kebijakan ini maka level persediaan akan ditinjau pada interval waktu T yang sama. Pemesanan dilakukan jika pada akhir periode T, level persediaan berada dibawah target level persediaan maksimum. Jika terjadi kekurangan maka akan dilakukan backorder. Output yang akan dihasilkan dari kebijakan ini yaitu interval waktu pemesanan T, dan inventori maksimum R. Dari hasil penentuan interval penggantian yang optimal total downtime berkurang sekitar 23% dan tingkat availability meningkat sebesar 0,0005%. Dan dari hasil kebijakan periodic review total biaya inventori berkurang sebesar 44%. PT.Sari Husada is one of the foremost company in Indonesia as a manufactur company of healthy nutritional products for babies & children, which one of the famous product is SGM. Production process over 24 hours in day, 7 days in month, to serve its customer demand must be supported by reliability machines. Every spare part in machine has a different hazard rate, so that reliability rate of its spare part will be different. Currently, replacement interval policy is based on MTBM (Maintenance Time Base Maintenance) system that maintenance system based on specified time cycle, which its setting is determined by history experience company of the shortest time of failure. Difficulties to control its spare part inventory is caused by replacement interval optimal didn’t determined. So that, company tends to stock its spare part in great quantities. This research uses preventive replacement age to determine optimal replacement interval. Implementation of its method is preventive replacement is based on spare part age or time in doing the last replacement, whether preventive replacement as well as failure replacement. Model that is used in inventory policy is periodic review. In this model, level of inventory will be reviewed in constant interval T. Ordering will be done if the end of period T, position inventory level below level maximum inventory target. If shortage is happen , then will be backordered. Output of this model is order interval T dan maximum inventory R. The Result of the optimal replacement interval is total downtime decreasing about 23% and level of availability decreasing about 0,0005%. And then from the result of period review policy, total cost increasing about 44%.

Item Type:Other
Uncontrolled Keywords:Kata Kunci : interval penggantian optimal, kebijakan persediaan, preventive replacement age, periodic-review policy. Keywords : optimal replacement interval, inventory policy,, preventive replacement age, periodic-review policy.
Subjects:T Technology > T Technology (General)
T Technology > TS Manufactures
Divisions:Faculty of Engineering > Department of Industrial Engineering
Faculty of Engineering > Department of Industrial Engineering
ID Code:7230
Deposited By:Admin teknik industri
Deposited On:08 Mar 2010 11:06
Last Modified:08 Mar 2010 11:06

Repository Staff Only: item control page