UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK ETANOL RIMPANG LENGKUAS MERAH (Alpinia galanga) DENGAN METODE DPPH (1,1-DIFENIL-2-PIKRILHIDRAZIL)

Wahyu Oktariana, Eka (2008) UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK ETANOL RIMPANG LENGKUAS MERAH (Alpinia galanga) DENGAN METODE DPPH (1,1-DIFENIL-2-PIKRILHIDRAZIL). In: Seminar Tugas Akhir S1 Jurusan Kimia FMIPA UNDIP , Jurusan Kimia UNDIP. (Unpublished)

[img]
Preview
PDF - Presentation
114Kb

Official URL: http://kimia.undip.ac.id

Abstract

Antioksidan merupakan senyawa yang dapat menghambat oksidasi dengan cara bereaksi dengan radikal bebas reaktif membentuk radikal bebas tak reaktif yang relatif stabil. Senyawa fenolik dan flavonoid merupakan sumber antioksidan alami yang biasanya terdapat dalam tumbuhan. Rimpang lengkuas merah (Alpinia galanga) merupakan salah satu tanaman yang berkhasiat dalam pengobatan dan mengandung senyawa fenolik dan flavonoid. Adanya kandungan flavonoid dalam lengkuas merah tersebut mendorong untuk melakukan pengujian aktivitas antioksidan sehingga dapat digunakan sebagai antioksidan alami. Ekstraksi dilakukan secara maserasi dengan pelarut etanol. Penapisan fitokimia yang dilakukan meliputi uji alkaloid, uji flavonoid, uji saponin, uji senyawa terpenoid/steroid, dan uji senyawa fenolik. Pemisahan komponen dilakukan dengan KLT dan kromatografi kolom. Pemurnian hasil pemisahan kromatografi kolom dilakukan KLT preparatif sehingga didapatkan isolat. Aktivitas antioksidan dari rimpang lengkuas merah (Alpinia galanga) ditentukan secara kualitatif dan kuantitatif. Uji kualitatif dilakukan secara KLT dengan mengamati bercak yang tampak akibat penyemprotan DPPH 0,05 mM pada plat KLT sedangkan uji kuantitatif dilakukan dengan metode DPPH (1,1-difenil-2-pikrilhidrazil) dan penentuan IC50. Senyawa pembanding yang digunakan adalah senyawa rutin. Penelitian ini menghasilkan ekstrak etanol rimpang lengkuas merah (Alpinia galanga) berbentuk gel yang berwarna coklat sebanyak 29,3162 gram dengan rendemen 14,66%. Untuk pemisahan menggunakan kromatografi kolom menghasilkan fraksi 1, 2, 3, 4, dan 5. Fraksi 1, 2, dan 3 positif flavonoid. Fraksi 1 dilakukan KLT preparatif dan isolat yang dihasilkan dimurnikan dengan KLT berbagai pelarut dan KLT 2 dimensi. Hasilnya berupa isolat berwarna jernih dalam jumlah yang sangat sedikit. Hasil skreening fitokimia ekstrak etanol rimpang lengkuas merah menunjukkan bahwa mengandung senyawa flavonoid, triterpenoid/steroid, senyawa fenolik, dan saponin. Uji aktivitas antioksidan secara kualitatif menunjukkan bahwa ekstrak etanol rimpang lengkuas merah (Alpinia galanga) dapat meredam radikal bedas DPPH 0,05 mM, sedangkan fraksi 1 hasil kolom dan isolat murni tidak menunjukkan kemampuan meredam radikal bebas DPPH 0,05 mM. Uji aktivitas antioksidan secara kuantitatif menunjukkan bahwa ekstrak etanol rimpang lengkuas merah (Alpinia galanga) memiliki aktivitas antioksidan yang dinyatakan dengan IC50 sebesar 712,0928 ppm dan IC50 senyawa rutin sebesar 4,5826 ppm. Berdasarkan uji t (α=0,05 dan α=0,01), kemampuan meredam radikal bebas DPPH 0,05 mM (IC50) ekstrak etanol rimpang lengkuas merah (Alpinia galanga) jauh lebih rendah dan berbeda nyata dibandingkan dengan senyawa rutin.

Item Type:Conference or Workshop Item (Paper)
Subjects:Q Science > QD Chemistry
Divisions:Faculty of Science and Mathematics > Department of Chemistry
ID Code:7216
Deposited By:Jurusan Kimia FMIPA
Deposited On:05 Mar 2010 11:14
Last Modified:05 Mar 2010 11:14

Repository Staff Only: item control page