PENGARUH PERBEDAAN SUHU PEMELIHARAAN TERHADAP PROFIL PROTEIN DARAH AYAM BROILER MULAI UMUR 21 HARI HINGGA 35 HARI

PUSPITA, FLORENTINE GRACE RINDA and Isroli, Isroli and Murwani, Retno (2019) PENGARUH PERBEDAAN SUHU PEMELIHARAAN TERHADAP PROFIL PROTEIN DARAH AYAM BROILER MULAI UMUR 21 HARI HINGGA 35 HARI. Undergraduate thesis, FACULTY OF ANIMAL AGRICULTURAL SCIENCES.

[img]
Preview
PDF
413Kb
[img]
Preview
PDF
145Kb
[img]
Preview
PDF
270Kb
[img]
Preview
PDF
271Kb
[img]PDF
Restricted to Registered users only

936Kb

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan pada 8 Maret 2018 – 23 Maret 2018 di Fakultas Peternakan dan Pertanian, Universitas Diponegoro, Semarang. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk membuktikan adanya pengaruh perbedaan suhu pemeliharaan yang meliputi suhu 35 – 36 o C dan suhu 23 – 24 o C terhadap profil protein darah ayam broiler yang diterapkan pada umur 21 hari hingga 35 hari. Materi yang digunakan yaitu ayam broiler jantan strain CP707 sebanyak 23 ekor dengan bobot badan 1,1825 ± 0,0033 kg yang berasal dari Closed house Universitas Diponegoro, lampu pijar 60 watt sebanyak 6 buah, thermostat, thermohygrometer, air conditioner (AC), blower, tempat pakan, tempat minum, timbangan, spuit, tabung non EDTA dan cooling box. Perlakuan yang diterapkan adalah suhu ruang pemelihraan berbeda, yaitu suhu 35 – 36 o C (T1) dan 23 – 24 C (T2). Suhu pemeliharaan 35 – 36 o C (T1) dicapai dengan menggunakan lampu pijar 60 watt sebanyak 6 buah dan thermostat untuk mempertahankan suhu panas di dalam ruangan, suhu pemeliharaan 23 – 24 o C (T2) dicapai dengan menggunakan air conditioner (AC). Perlakuan diberikan selama 12 jam per hari selama dua minggu pemeliharaan, mulai pukul 07.00 – 19.00 WIB. Sampel darah diambil menggunakan spuit pada saat umur ternak 35 hari dan dimasukkan ke dalam tabung non EDTA, kemudian dilakukan pemisahan serum menggunakan sentrifuge dan dianalisis di Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan perbedaan suhu pemeliharaan mempengaruhi kadar albumin darah dan rasio albumin/globulin (A/G). Suhu pemeliharaan 35 – 36 o C (T1) menghasilkan albumin 2,89 ± 0,22 g/dl dan rasio albumin/globulin (A/G) 1,69 ± 0,32, sedangkan pada suhu pemeliharaan 23 – 24 o C (T2) menghasilkan albumin 3,49 ± 0,11 g/dl dan rasio albumin/globulin (A/G) 2,71 ± 0,36. Perbedaan suhu pemeliharaan tidak mempengaruhi total protein darah (5,06 ± 0,99 g/dl dan 4,93 ± 0,42 g/dl) dan globulin (2,23 ± 0,34 g/dl dan 1,49 ± 0,15 g/dl). Simpulan dari penelitian ini yaitu suhu pemeliharaan 23 – 24 C memiliki kadar albumin dan rasio albumin/globulin (A/G) yang lebih besar dibandingkan suhu pemeliharaan 35 – 36 o C, sedangkan total protein dan kadar albumin tidak dipengaruhi oleh perbedaan suhu pemeliharaan.

Item Type:Thesis (Undergraduate)
Subjects:S Agriculture > S Agriculture (General)
Divisions:Faculty of Animal and Agricultural Sciences > Department of Animal Agriculture
ID Code:72114
Deposited By:Mr. Perpus FP Admin
Deposited On:29 Apr 2019 14:41
Last Modified:29 Apr 2019 14:41

Repository Staff Only: item control page