UJI IODIUM PADA GARAM BERIODIUM DENGAN METODE UJI NODA

Febriasari, Arifina (2008) UJI IODIUM PADA GARAM BERIODIUM DENGAN METODE UJI NODA. In: Seminar Tugas Akhir S1 Jurusan Kimia FMIPA UNDIP , Jurusan Kimia UNDIP. (Unpublished)

[img]
Preview
PDF - Presentation
18Kb

Official URL: http://kimia.undip.ac.id

Abstract

Garam beriodium merupakan solusi bagi kebutuhan iodium untuk masyarakat. Perlu dilakukan kontrol apakah produk garam beriodium sudah memenuhi standar minimal kadar iodium, yaitu 30 ppm. Metode konvensional yang biasa digunakan untuk mengukur kadar iodium dalam garam adalah titrasi iodometri. Namun, metode ini membutuhkan waktu yang cukup lama, peralatan yang cukup mahal, dan dibutuhkan seorang analis untuk dapat melaksanakannya. Metode uji noda merupakan metode yang cukup sederhana, tidak membutuhkan peralatan yang rumit, dan dapat langsung diaplikasikan di lapangan. Uji noda untuk analisis garam beriodium ini diharapkan dapat memberikan data kualitatif dan semikuantitatif. Prinsip dari uji ini adalah analisis kadar iodium berdasarkan intensitas warna larutan kompleks yang terbentuk antara iodin dengan reagen amilum pada plat silika gel dan kertas saring. Penelitian telah dilakukan untuk mengetahui kandungan iodium (dalam bentuk KIO3) dalam sampel yang berupa produk garam yang beredar di pasaran serta mengetahui interaksi antara silika gel dengan amilum. Sebelum dilakukan uji noda, terlebih dulu dilakukan analisis spektrofotometri UV-Vis untuk mendapatkan kurva standar I2 sehingga dapat menentukan konsentrasi KIO3 dalam sampel dengan analisis spektrofotometri. Uji noda dilakukan pada silika gel dan kertas saring menggunakan amilum. KIO3 direaksikan dengan KI dalam suasana asam agar terbentuk iodin yang kemudian membentuk kompleks berwarna ungu terhadap amilum. Kemudian untuk mengetahui interaksi silika gel dengan amilum, silika gel dikerok dari plat uji dan dianalisis dengan FTIR. Dari hasil penelitian diperoleh kadar KIO3 dalam sampel garam A, B, C, D, dan E menggunakan metode spektrofotometri adalah sebesar 70,6; 24,86; 25,69; 31,32; dan 0 mg/kg. Sedangkan menurut hasil uji noda, diperoleh kadar KIO3 dalam sampel berurutan sebesar 100, 100, 50, 100~150, dan 0~35 mg/kg.

Item Type:Conference or Workshop Item (Paper)
Subjects:Q Science > QD Chemistry
Divisions:Faculty of Science and Mathematics > Department of Chemistry
ID Code:7209
Deposited By:Jurusan Kimia FMIPA
Deposited On:05 Mar 2010 10:47
Last Modified:05 Mar 2010 10:47

Repository Staff Only: item control page