PENGARUH PAPARAN INHALASI PUPUK NANOSILIKA DOSIS BERTINGKAT TERHADAP GAMBARAN HISTOPATOLOGI ORGAN HEPAR TIKUS WISTAR JANTAN

Paramitha, Dewa Ayu Anggi and Miranti, Ika Pawitra (2019) PENGARUH PAPARAN INHALASI PUPUK NANOSILIKA DOSIS BERTINGKAT TERHADAP GAMBARAN HISTOPATOLOGI ORGAN HEPAR TIKUS WISTAR JANTAN. Undergraduate thesis, Faculty of Medicine.

[img]
Preview
PDF
616Kb
[img]
Preview
PDF
130Kb
[img]
Preview
PDF
967Kb
[img]
Preview
PDF
199Kb
[img]PDF
Restricted to Registered users only

61Kb
[img]PDF
Restricted to Registered users only

530Kb
[img]
Preview
PDF
13Kb

Abstract

Latar belakang: Penggunaan pupuk nanosilika koloid secara luas menyebabkan rumah tangga pertanian Indonesia berisiko terpapar lewat jalur semprot. Pada penelitian sebelumnya, inhalasi nanosilika dapat menyebabkan masalah organ paru dan hepar karena dapat berpindah ke sirkulasi sistemik. Untuk itu, efek toksisitas pupuk nanosilika secara inhalasi penting untuk diuji pada organ hepar pada hewan coba. Tujuan: Mengamati pengaruh paparan inhalasi pupuk nanosilika koloid terhadap gambaran histopatologi hepar pada tikus Wistar jantan. Metode: Penelitian menggunakan desain Post Test Only Control Group dengan sampel 24 tikus Wistar yang dibagi dalam 4 kelompok yaitu K diberi inhalasi aquades, kelompok perlakuan diberi inhalasi pupuk nanosilika dengan dosis P1 7 ml/L, P2 35 ml/L, dan P3 175 ml/L. Semua kelompok diberi inhalasi 2 kali sehari selama 14 hari. Preparat organ hepar diamati dibawah mikroskop cahaya, jumlah hepatosit degenerasi/nekrosis (sel/LP) dan derajat infiltrasi sel inflamasi porta dinyatakan dengan modified Knodell score.1 Data dianalisis dengan uji Kruskall- Wallis dan dilanjutkan dengan Mann-Whitney. Hasil: Jumlah hepatosit degenerasi/nekrosis memiliki perbedaan bermakna (p=0,017) antara K [0,00(0,00-0,00)] dengan P1 [3,90(0,00-20,20)] dan P2 [1,70(0,80-8,20)], namun tidak bermakna pada P3 [1,30(0,00-5,60)] dan antar kelompok lainnya. Derajat infiltrasi sel inflamasi memiliki perbedaan bermakna (p=0,000). Derajat inflamasi terberat terdapat pada kelompok P2 (23.3% berat) dan teringan pada kelompok kontrol (100% ringan) Kesimpulan: Paparan inhalasi pupuk nanosilika pada tikus Wistar jantan dapat menyebabkan degenerasi/nekrosis pada hepatosit dan infiltrasi sel inflamasi periporta yang signifikan secara statistik. Kata kunci: Nanosilika, Inhalasi, Hepar, Tikus Wistar, Histopatologi, Dosis, Konsentrasi

Item Type:Thesis (Undergraduate)
Subjects:R Medicine > R Medicine (General)
Divisions:Faculty of Medicine > Department of Medicine
Faculty of Medicine > Department of Medicine
ID Code:72059
Deposited By:Ms Lutfiatun Heni
Deposited On:26 Apr 2019 10:20
Last Modified:26 Apr 2019 10:20

Repository Staff Only: item control page