PENGARUH VARIASI KONSENTRASI PEREKAT TEPUNG TAPIOKA TERHADAP NILAI PROKSIMAT BRIKET PRODUK BIODRYING SAMPAH PERKOTAAN

TAMBA, MARGARETHA DIONESIA (2019) PENGARUH VARIASI KONSENTRASI PEREKAT TEPUNG TAPIOKA TERHADAP NILAI PROKSIMAT BRIKET PRODUK BIODRYING SAMPAH PERKOTAAN. Undergraduate thesis, Universitas Diponegoro.

[img]
Preview
PDF
65Kb

Abstract

ABSTRAK Energi merupakan komponen utama dalam seluruh kegiatan makhluk hidup di bumi. Sumber energi yang utama bagi manusia adalah berasal dari fosil karbon. Namun sumber energy tersebut semaki berkurang dan menyebabkan krisis energy. Masalah pengurangan energi ini (depletion of energy resources) merangsang manusia untuk berusaha melakukan penghematan, dan mencari sumber energi pengganti atau energy alternative. Energi alternatif dapat dihasilkan dari teknologi tepat guna seperti briket dengan memanfaatkan limbah biomassa. Sejalan dengan itu, memanfaatkan sampah perkotaan dengan metode dan teknologi tepat guna sebagai pengganti biomassa, diharapkan mampu menghasilkan energy alternative sekaligus langkah pengurangan timbulan sampah perkotaan yang semakin meningkat. Produk biodrying menggunakan sampah perkotaan yang telah dikeringkan dengan metode biodrying pada saat kadar airnya sudah mencapai 8%. Biodrying merupakan pengeringan sampah dengan bergantung pada aktifitas biologi mikroorganisme seperti bakteri atau jamur. Metode ini dapat menurunkan kadar air sampah hingga 30-40%. Dalam proses pembuatan briket sendiri dibutuhkan perekat agar menjaga kualitas briket Perekat yang digunakan adalah perekar tepung tapioka karena mudah ditemukan dan memiliki harga terjangkau. Tujuan Penelitian ini mengetahaui pengaruh variasi konsentrasi perekat dalam briket terhadap nilai proksimat briket seperti nilai kadar air, kadar abu, kadar volatile, dan karbon terikat. Variasi konsentrasi perekat briket yang digunakan adalah 5% ; 7% ; 9% ; 11% ; dan 13%. Briket dengan variasi konsentrasi diuji dengan SNI 06-3730-1995 tentang Analisa Proksimat. Berdasarakan hasil data penelitian semakin besar jumlah konsentrasi perekat briket maka semakin rendah nilai proksimatnya. Nilai proksimat optimum adalah briket dengan konsentrasi 5 % dengan nilai kadar air sebesar 4,64 % , Kadar Abu 9,06%, Kadar volatile 12,5%, dan nilai karbon terikat 73,76%. Keywords: Briket, Produk Biodrying Sampah Perkotaan, Perekat, Nilai Proksimat, Kadar Air,Kadar Abu, Kadar Volatile, Kadar Karbon Terikat ABSTRACT Energy is a major component in all activities of living things on earth. The main energy source for humans comes from fossil carbon. But the energy source is reduced and causes an energy crisis. This problem of energy reduction (depletion of energy resources) stimulates humans to try to save energy, and look for alternative energy sources or alternative energy. Alternative energy can be produced from appropriate technologies such as briquettes by utilizing biomass waste. In line with that, utilizing urban waste with appropriate methods and technology as a substitute for biomass, is expected to be able to produce alternative energy as well as an increasing step in reducing urban waste. Biodrying productsof urban waste that has been dried using the biodrying method when the water content has reached 8%. Biodrying is the drying of waste by using the biological activities of microorganisms such as bacteria or fungi. This method can reduce water content of waste by up to 30-40%. In the process of making briquettes, adhesives are needed to maintain the quality of briquettes. The adhesive that used is tapioca flour because it is easy to find and has affordable prices. The purpose of this study was to determine the effect of variations in adhesive concentration on the briquettes on the proximate value of briquettes such as moisture content, ash content, volatile content, and fixed carbon. The variation of adhesive of concentration in briquette is 5%; 7%; 9%; 11%; and 13%. Briquettes with concentration variations were tested with SNI 06-3730-1995 about Proximate Analysis. Based on the results of the research data, the greater the amount of briquette adhesive concentration, the lower the proximate value. The optimum proximate value is a 5% concentration of briquettes with a moisture content of 4.64%, 9.06% ash content, 12.5% volatile content, and 73.76% fixed carbon value. Keywords: Briquettes, Biodrying Urban Waste Products, Adhesives, Proximate Values, Moisture Content, Ash Content, Volatile Content, fixed Carbon Content

Item Type:Thesis (Undergraduate)
Subjects:T Technology > TD Environmental technology. Sanitary engineering
Divisions:Faculty of Engineering > Department of Environmental Engineering
Faculty of Engineering > Department of Environmental Engineering
ID Code:71864
Deposited By:Ms teknik lingkungan
Deposited On:22 Apr 2019 10:26
Last Modified:22 Apr 2019 10:26

Repository Staff Only: item control page