MATERIAL AKUSTIK BERBAHAN LIMBAH HASIL HUTAN & PERKEBUNAN

Setyowati, Erni and Hardiman, Gagoek and TIRTA ATMADJA, SUGENG and SATYA PRATAMA, ADAMSYAH (2017) MATERIAL AKUSTIK BERBAHAN LIMBAH HASIL HUTAN & PERKEBUNAN. Documentation. Undip Press, Departemen Arsitektur.

[img]
Preview
PDF - Published Version
18Mb

Abstract

Negara Indonesia adalah negara maritim dengan puluhan ribu pulau besar dan kecil. Pulau Jawa adalah pulau berukuran sedang yang berada di sebelah selatan pulau Kalimantan. Luas Pulau Jawa sebesar 736.935 km2 dengan populasi penduduk mencapai 45.730.435 jiwa. Dengan keadaan tersebut, maka pendapatan per capita penduduk menjadi tidak terlalu tinggi. Dalam percepatan pembangunan perekonomian Indonesia, Pulau Jawa masuk dalam Koridor Ekonomi 2 dengan fokus “Pendorong Industri dan Jasa Nasional”. Menurut Menteri Kehutanan pada Sarasehan Nasional 'Masa Depan Hutan Produksi Indonesia', bahwa hutan produktif di Indonesia mencakup area seluas 77,83 juta Ha (59,29% dari luas kawasan Indonesia)[1]. Dengan luasan yang sangat besar, tentu saja limbah hasil hutan dan perkebunan akan sangat berlimpah. Selanjutnya adalah bagaimana kita dapat mengolah kekayaan hutan dan perkebunan itu menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat. Beberapa penelitian tentang perumahan berkelanjutan menyumbangkan wacana bahwa prototipe perumahan di Indonesia adalah perumahan dengan kelas ekonomi masyarakat menengah ke bawah. Jumlah rumah di Indonesia dari tahun ke tahun selalu bertambah, namun seringkali sektor perumahan tersebut tidak mempertimbangkan faktor ekologis. Faktor-faktor ekologis lingkungan yang harus diperhatikan adalah: material ramah lingkungan, faktor pencahayaan alami, penghawaan alami, kenyamanan thermal, kenyamanan audial bahkan sampai dengan kemungkinan energi terbarukan yang dapat dihasilkan dari sumber daya alam setempat. Menurut E. Setyowati, 2013[2] sebuah model tentang rumah yang dapat mengantisipasi dampak kebisingan ditunjukkan dengan melakukan serangkaian percobaan yang memiliki luaran tentang disain Master Plan perumahan dan rumus korelasi antara orientasi bangunan, pengaruhnya terhadap sumber bunyi (α) dan tingkat bunyi yang dihasilkan akibat orientasi bangunan dengan sudut tertentu (dB). Problema bandara kota, kawasan industri, kawasan pusat kota dan perumahan yang berkelanjutan di daerah perkotaan yang sangat bising harus segera dikristalkan solusi dan pemecahan permasalahannya.

Item Type:Monograph (Documentation)
Subjects:N Fine Arts > NA Architecture
Divisions:Faculty of Engineering > Department of Architecture Engineering
Faculty of Engineering > Department of Architecture Engineering
ID Code:71551
Deposited By:arsitek Agus Pramono arsitek
Deposited On:12 Apr 2019 10:30
Last Modified:13 Aug 2019 16:29

Repository Staff Only: item control page