PENEKANAN DESAIN ARSITEKTURAL ORGANIK FRANK LIYOD WRIGHT

ASIH WIDYASTUTI, DYAH (2003) PENEKANAN DESAIN ARSITEKTURAL ORGANIK FRANK LIYOD WRIGHT. Undergraduate thesis, Jurusan Arsitektur Fakultas Teknik Undip.

[img]
Preview
PDF - Published Version
50Kb

Abstract

1.1. Latar Belakang Indonesia memiliki sumber daya alam dan manusia yang berpotensi sebagai daya tarik pertumbuhan ekonomi dan wisata. Namun semua hal tersebut masih perlu dibangun dan dikembangkan secara lebih terarah lagi agar tercapai hasil maksimal dari manfaat yang ingin dicapainya demi kemakmuran rakyat Indonesia dalam perwujudan pembangunan manusia Indonesia yang seutuhnya (GBHN 1998) dengan tetap mengacu pada nilai-nilai moral, agama serta kelanjutan dari keberadaan dan mutu lingkungan hidup. Kebijakan pemerintah mengenai slogan “Sadar Wisata” dan “Program AFTA 2003” serta desentralisasi dan otonomi daerah (UU RI No. 22 Tahun 1999) dijadikan sebagai motivator pengembangan ekonomi dan wisata daerah untuk dimanfaatkan secara optimal guna peningkatan Pendapatan Asli Daerah Setempat (PDAS) yang sekaligus juga mengangkat identitas dan image daerah tersebut ke arah yang diharapkan bersama. Terkait dengan potensi, di wilayah kabupaten magelang terdapat taman Rekreasi Geger Telaga Bleder yang terletak di kelurahan Ngasinan Kecamatan Grabag dengan segala nilai strategis yang berpotensi untuk dikembangkan lebih lanjut sebagai kawasan tersebut sebagai bagian dari kawasan wisata yang mampu memadukan upaya-upaya rekreasi, budaya, olahraga dan usaha (Suara Merdeka, November 2002). Obyek wisata ini dinuka pada tahun 1995 oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Magelang, dengan total luas ± 10 Hektar, yang terdiri atas kompleks wisata eksisting (2 Ha), telaga (2 Ha), hutan konservasi (2 Ha), lahan kosong dan pertanian yang siap dikembangkan lebih lanjut untuk mendukung pengembangan periwisata pada lokasi ini (4 Ha). Kondisi topografi bervariasi antara daratan, cekung (telaga), lereng, serta bukit merupakan kondisi potensial didalam mendukung kegiatan rekreasi. Potensi tersebut juga didukung oleh potensi makro berupa posisinya yang terletak di Kabupaten Magelang yang kebanyakan merupakan wisata alam sehingga akan semakin menmbah keragaman obyek wisata di Kabupaten tersebut (RIPP Kabupaten Magelang, 2002) Dilihat dari posisinya pada peta daerah Tujuan Wisata di Jawa Tengah, lokasi Taman Rekreasi Telaga Bleder ini terletak diantara obyek-obyek wisata di Kopeng danj Kabupaten Magelang, yaitu 10 menit pencapaian dari Jl. Secang-Magelang atau 5 menit dari Jl. Kopeng-Secang dengan kondisi jalan beraspal baik dan berpanorama sekeliling berupa nuansa agro wisata, sehingga diharapkan dapat memperkenalkan taman rekreasi alam ala mini dan meningkatkan jumlah pengunjung dalam satu paket perjalanan wisata dari Semarang-Salatiga-Yogyakarta. Lokasi tersebut selama ini dikenal potensial sebagai daerah kunjungan wisatawan dengan arus wisatawan yang cukup tinggi (keempat di antara 7 obyek wisata utama di kabupaten tersebut), yaitu rata-rata 350 orang perhari pada hari-hari biasa (BPS Kabupaten Magelang) dan meningkat sekitar 2x lipat orang perhari pada hari-hari tertentu, misal menjelang Hari Raya Lebaran ataupun liburan sekolah (wawancara dengan pengelola kawasan). Namun keuntungan tersebut ternyata tidak diimbangi oleh keberadaan dan kondisi yang menunjang lokasi sebagai taman rekreasi. Sarana dan prasarana pada Taman Rekreasi Telaga Bleder ini banyak yang rusak dan tidak berfungsi serta secara kuantitas masih kurang mencukupi dalam pemenuhan kebutuhan pengunjungnya selama berekreasi. Penataan dan perencanaan sarana dan prasarana yang ada terkesan kurang memperhatikan kaidah-kaidah arsitektural, sehingga pengolahan tapak pada lokasi tersebut terkesan kurang optimal. Hal ini perlu diperhatikan karena dapat mempengaruhi jumlah kunjungan pengunjunga ke obyek wisata tersebut. Fasilitas tersebut berupa kolam pemancingan yang memanfaatkan air telaga yang jernih yang berasal langsung dari sumber mata air di kaki Gunung Andong dengan kecepatan debit air yang cuklup besar untuk memenuhi kondisi hidrologi pada lokasi ini. Juga terdapat fasilitas wisata air lain, yang terdiri atas motorboat, sampan dan sepeda air, telaga teratai, serta wisata darat berupa area camping ground yang juga sering dipergunakan untuk pertunjukan kreativitas seni antar kecamatan se-Kabupaten Megelang, terutama menjelang perayaan 17 agustuisa-an. Bahkan karena desakan ekonomi, area PKL sekarang justru dijadikan sebagai tempat menjemur reng bambu Berdasarkan uraian di atas maka perlu dilakukan upaya pengembangan kawasan tersebut yang berhubungan dengan perencanaan dan perancangan fasilitas taman rekreasi berskala pelayanan regional sebagai respon dari beragam motivasi rekreasi yang dilakukan masyarakat terhadap kawasan tersebut sehingga akan semakin menambah nilai keaktratifan obyek wisata tersebut dalam menarik minat wisatawan memalui penggalian dan pemanfaatan segala potensi dengan pembangunan yang mengacu pada kelanjutan kelestarian lingkungannya, baik lingkungan alam maupun manusia, sesuai konteks lingkungan yang sudah ada. Untuk itu dipilihlah penekanan desain arsitektur organic Frank Llyod Wright yang substansi pembahasannya dinilai sesuai dengan karakteristik kawasan tersebut. Upaya tersebut merupakan proses pengembangan kawasan yang tetap mengacu pada konsep dasar dari fungsional lawasan sebagai tempat rekreasi dan kelestarian keberadaannya sebagai dampak dari pengolahan tapak sehingga tercipta keselarasan hubungan fisik, ekonomi, social maupun regulasi sesuai dengan arahan kebijakan pengembangan pariwisata Kabupaten Magelang untuk 8 tahun mendatang (RDTRK Grabag 1991-2011 dan UU No. 24 Tahun 1992). 1.2. Tujuan Penulisan Tujuan dari penulisan ini adalah tersusunnya landasan sebagai penataan dan pengembangan kawasan ini sebagai kawasan taman rekreasi yang rekreatif dan kontribitif terhadap lingkungtan sekitar berdasarkan atas aspek-aspek panduan dan perancangan arsitektural. 1.3. Manfaat Penulisan a. Manfaat secara subyektif memenuhi salah satu persyaratan mengikuti Tugas Akhir di Jurusan Arsitektural Fakultas Teknik Universitas Diponegoro yang selanjutnya dipergunakan sebagai landasan dalam Desain Grafis Arsitektural (DGA). b. Manfaat secara onyektif memperluas cakrawala pengetahuan bagi siapapun yang terkait, termasuk didalamnya Pemerintah Kabupaten Magelang berupa masukan pertimbangan dalam meningkatkan kualitas dan kuantitas keberadaan lokasi perencanaan. 1.4. Ruang Lingkup pembahasan a. Ruang lingkup substansial Merupakan penataan dan pengembangan taman rekreasi sebagai solusi permasalahan dan pendayagunaan segenap potensi (fisik, social, dan ekonomi) yang dimiliki dengan tetap mengacu pada regulasi yang berlaku terhadapnya sehingga terwujud kawasan rekreasi yang rekreasif dan fungsional namun tetap menjaga kelestariannya. b. Ruamh Lingkup spasial merupakan taman rekreasi alam seluas ± 10 Ha yang terletak di Kelurhan Ngasinan Kecamatan Grabag Kabupaten Magelang Jawa Tengah dengan potensi alamnya berupa alam perbukitan, persawahan, tanah kosong dan telaga yang didukung aktivitas di sekitarnya, baik aktivitas masyarakat, mobilitas kendaraan maupun daya darik obyek wisata lain yang berada di dekatnya. Adapun batas-batas lokasi studi adalah sebagai berikut : o Sebelah utara : hutan pinus, pemukiman penduduk, hutan lindung o Sebelah timur : persawahan siap bangun dan hutan lindung o Sebelah selatan : persawahan siap bangun dan lahan kosong o Sebelah barat : Jl. Bleder Indah dan persawahan 1.5. Metode Pembahasan Metode pembahasan yang dipergunakan dalam penyusunan LP3A ini adalah deskriptif dokumentatif untuk mendeskripsikan berbagai temuan data sehingga visualisasi fenomena dan kondisi kawasan studi dan sekitarnya dapat lebih jelas menuju proses pengembangan yang mampu memadukan data primer dan sekunder yang didapat dari hasil observasi, wawancara maupun dokumentasi dengan lebih terarah. Guna mendukung kondisi eksisting kawasan perencanaan, dilakukan stidi banding kebeberapa objek wisata yang mempunyai karakteristik sama atau menyerupai karakteristik kawasan studi sesuai criteria-kriteria tertentu yang telah ditetapkan terlebih dahulu. Kemudian diambil kesimpulan sebagai bahan perbandingan dalam penganalisaan data dimana setiap prosesnya berlandaskan pada tema penataan dan pengembangan kawasan tersebut yang mengacu pada kelestarian lingkungan. 1.6. Sistematika Pembahasan BAB I PENDAHULUAN Membahas mengenai latar belakang pembahasan, tujuan penulisan, manfaat, ruang lingkup, metode dan sistematika pembahasan , serta alur pikur. BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN STUDI BANDING Meninjau mengenai pengertian rekreasi alam, taman rekreasi, tinjauan kelestarian lingkungan hidup, tinjauan arsitekturak organic Frank Llyod Wright, tinjauan teori delapan elemen perancangan kawasan Hamid Shirvani, tinjauan ruang luar, serta tinjauan studi banding sebagai bahan komparatif dalam langkah penganalisaan data eksisting kawasan tersebut. BAB III TINJAUAN TAMAN REKREASI TELAGA BLEDER DI KABUPATEN MAGELANG Berisikan mengenai deskripsi tinjauan umum daerah Tingkat II Kabupaten Magelang, yang meliputi tinjauan khusus Taman Rekreasi Telaga Bleder yang meliputi arahan pengembangan kawasan serta tinjauan perencanaan, arsitektural, perancangan kawasan dan tinjauan ruang luar berdasarkan data eksisting. BAB IV ANALISA TAMAN REKREASI TELAGA BLEDER Berisikan kompilasi analisa perencanaan, arsitektural, perancangan kawasan dan analisa ruang luar yang didasarkan pada aspek-aspek perencanaan dan peranvcangan arsitektural guna mendapatkan gambaran potensi dan permasalahan pada kawasan tersebut sesuai standarisasi tertentu. BAB V KESIMPULAN BATASAN DAN ANGGAPAN Berisikan kesimpulan yang didapat dari tinjauan bab-bab sebelumnya dengan batasan dan anggapan yang kuat sebagai pokok arahan dalam menganalisa data sehingga tujuan awal pembahasan tidak men galami distorsi yang berdampak pada langkah-langkah selanjutnya. BAB VI PENDEKATAN PROGRAM DASAR PERENCANAAN DAN PERANCANGAN ARSITEKTURAL TAMAN REKREASI TELAGA BLEDER Berisikan mengenai titik tolak pendekatan, pendekatan perencanaan dan perancangan, pendekatan kebutuhan ruang, pendekatan kebutuhan ruang, pendekatan perancangan kawasan, pendekatan arsitektural, pendekatan ruang luar serta pendekatan persyaratan kawasan sebagai bahan acuan dalam proses desain selanjutnya. BAB VII LANDASAN KONSEP DAN PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN ARSITEKTURAL TAMAN REKREASI TELAGA BLEDER Berisikan rumusan konsep serta program dasar perencanaan dan perancangan Taman Rekreasi Telaga Bleder sebagai panduan proses studio grafis.

Item Type:Thesis (Undergraduate)
Subjects:N Fine Arts > NA Architecture
Divisions:Faculty of Engineering > Department of Architecture Engineering
Faculty of Engineering > Department of Architecture Engineering
ID Code:7151
Deposited By:arsitek Agus Pramono arsitek
Deposited On:02 Mar 2010 12:21
Last Modified:02 Mar 2010 12:21

Repository Staff Only: item control page