PENGARUH FREKUENSI PEMANASAN TERHADAP KEJENUHAN LEMAK MINYAK GORENG CURAH DAN MINYAK GORENG BERMEREK DI PASAR TRADISIONAL KOTA SEMARANG

MAULANINGRUM, PRISTIYA (2008) PENGARUH FREKUENSI PEMANASAN TERHADAP KEJENUHAN LEMAK MINYAK GORENG CURAH DAN MINYAK GORENG BERMEREK DI PASAR TRADISIONAL KOTA SEMARANG. Undergraduate thesis, Diponegoro University.

[img]
Preview
PDF - Published Version
4Kb

Official URL: http://www.fkm.undip.ac.id

Abstract

Pemanasan minyak goreng lebih dari empat kali meningkatkan lemak jenuh. Penggorengan bahan pangan menggunakan minyak goreng yang mengandung lemak jenuh meningkatkan kejenuhan lemak pada makanan yang digoreng. Konsumsi berlebih pada makanan ini menyebabkan lemak jenuh dalam darah meningkat dan menimbulkan penyakit degeneratif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh frekuensi pemanasan terhadap kejenuhan lemak minyak goreng curah dan bermerek di Pasar Tradisional Kota Semarang. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian pra eksperimental, dengan factorial design. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan analisis penetapan derajat ketidakjenuhan lemak bilangan iod dengan metode Hanus. Populasi dalam penelitian ini adalah minyak goreng curah dan minyak goreng bermerek di Pasar Tradisional Rasamala, Kota Semarang. Sampel diambil secara random dari beberapa pedagang yaitu 3 minyak goreng curah masing-masing 500 ml dan 3 minyak goreng bermerek masing-masing 1L. Sebelum pemanasan, diambil sebanyak 50 ml dan dianalisis bilangan iodnya. Sisa minyak digunakan menggoreng tahu sebagai pemanasan pertama, lalu diambil sebanyak 50 ml dan dianalisis bilangan iodnya. Perlakuan yang sama diberikan sampai pemanasan keempat. Analisis data menggunakan friedman dan mann-whitney test dengan taraf signifikansi 0,05. Hasil penelitian ini menunjukkan adaperbedaan kejenuhan lemak minyak goreng curah (p=0,022) dan minyak goreng bermerek (p=0,017) berdasarkan frekuensi pemanasan. Ada perbedaan kejenuhan lemak antara minyak goreng curah dan bermerek (p=0,001). Dari penelitian ini disimpulkan bahwa frekuensi pemanasan mempengaruhi kejenuhan lemak minyak goreng curah dan beremerek. Minyak goreng curah lebih jenuh dari minyak goreng bermerek. Diperlukan penyebarluasan informasi dari hasil penelitian ini kepada masyarakat melalui media massa, khususnya pedagang gorenngan dan ibu rumah tangga. Kata Kunci: Kata kunci : pemanasan, lemak, curah, sawit, rasamala

Item Type:Thesis (Undergraduate)
Subjects:R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA0421 Public health. Hygiene. Preventive Medicine
Divisions:Faculty of Public Health > Department of Public Health
ID Code:7150
Deposited By:INVALID USER
Deposited On:02 Mar 2010 11:52
Last Modified:02 Mar 2010 11:52

Repository Staff Only: item control page