Perbaikan Proses Produksi Wiring Harness Holden Ve Front Body Menggunakan Pendekatan Lean Six Sigma (Studi Kasus PT. Semarang Autocomp Manufacturing Indonesia)

Utami Handayani, Naniek and Saptadi, Singgih and Hastuti, Puji (2008) Perbaikan Proses Produksi Wiring Harness Holden Ve Front Body Menggunakan Pendekatan Lean Six Sigma (Studi Kasus PT. Semarang Autocomp Manufacturing Indonesia). Diponegoro University. (Unpublished)

[img]Microsoft Word
24Kb

Abstract

PT. SAMI (Semarang Autocomp Manufacturing Indonesia) adalah industri yang memproduksi wiring harness. Wiring harness adalah salah satu komponen kendaraan terdiri dari sekumpulan sirkuit dan berfungsi sebagai penyalur arus listrik dari satu bagian ke bagian lain. PT. SAMI memiliki empat pelanggan utama yaitu Mazda Jepang, GM Holden Australia, GM North America dan Nissan America. Perusahaan selalu berusaha untuk mencapai misi perusahaan yaitu mencapai zero defect dan zero claim. Berdasarkan data yang ada diketahui bahwa selama periode bulan Juli 2006 sampai Mei 2007, masih terjadi klaim dari pelanggan mengenai kualitas produk wiring harness Holden front body yang belum sesuai dengan spesifikasi yang diharapkan, selain itu produk ini juga mengalami permasalahan dalam hal waktu pengiriman produk. Keterlambatan pengiriman dan adanya klaim mengenai kualitas produk mengakibatkan penambahan biaya yang bisa merugikan perusahaan. Jika masalah kualitas dan keterlambatan ini terus terjadi maka kepuasan pelanggan akan produk PT.SAMI bisa menurun dan beralih ke produsen yang lain yang menghasilkan produk dengan kualitas lebih baik dan waktu proses yang lebih pendek. Pada penelitian ini digunakan pendekatan Lean Six Sigma. Tujuan utama metode Lean Six Sigma yaitu melakukan perbaikan proses dengan mempercepat waktu proses dengan cara menghilangkan pemborosan (waste) tetapi tetap menghasilkan produk dengan spesifikasi yang diinginkan konsumen. Penghilangan pemborosan akan membuat waktu proses menjadi lebih pendek. Pengurangan variansi proses dapat meningkatkan kapabilitas proses sehingga proses dapat menghasilkan produk yang sesuai dengan spesifikasi yang diinginkan oleh pelanggan atau dengan kata lain jumlah produk cacat (defect) dapat diperkecil sehingga jumlah klaim yang terjadi akibat produk cacat bisa diperkecil pula. Dari perhitungan yang dilakukan didapatkan 3 pemborosan terbesar yaitu defect (wrong dimension), waiting (waktu tunggu) dan transportation (transportasi). Lead time produksi produk wiring harness Holden front body sebesar 62945 detik. Dengan nilai sigma awal 5,19 sigma. Setelah dilakukan perbaikan berupa pembuatan work cell untuk front body (penambahan kapasitas, penataan layout) dan perbaikan tinggi conveyor maka waktu akibat pemborosan dapat dikurangi dan lead time produksi berkurang menjadi 8950 detik. Pengurangan lead time dan pengurangan variansi proses membuat proses dapat berjalan dengan cepat tetapi produk yang dihasilkan tetap mempunyai kualitas sesuai dengan yang diharapkan pelanggan.

Item Type:Other
Uncontrolled Keywords:Kata kunci : Lean, Six Sigma, Lean Six Sigma, lead time, wiring harness, front body
Subjects:T Technology > T Technology (General)
T Technology > TS Manufactures
Divisions:Faculty of Engineering > Department of Industrial Engineering
Faculty of Engineering > Department of Industrial Engineering
ID Code:7126
Deposited By:Admin teknik industri
Deposited On:02 Mar 2010 09:10
Last Modified:02 Mar 2010 09:10

Repository Staff Only: item control page