PENGARUH PEMBERIAN MINUM EKSTRAK TOMAT TERHADAP PROFIL DARAH MERAH AYAM BROILER YANG DIINFEKSI BAKTERI Escherichia coli

MUSA’ID, JAUHARY and Isroli, Isroli and Wahyuni, Hanny Indrat (2019) PENGARUH PEMBERIAN MINUM EKSTRAK TOMAT TERHADAP PROFIL DARAH MERAH AYAM BROILER YANG DIINFEKSI BAKTERI Escherichia coli. Undergraduate thesis, FACULTY OF ANIMAL AND AGRICULTURAL.

[img]
Preview
PDF
447Kb
[img]
Preview
PDF
95Kb
[img]
Preview
PDF
119Kb
[img]
Preview
PDF
104Kb
[img]PDF
Restricted to Registered users only

111Kb
[img]PDF
Restricted to Registered users only

257Kb
[img]PDF
Restricted to Registered users only

784Kb

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian minum ekstrak tomat terhadap profil darah merah pada ayam broiler yang diinfeksi bakteri Escherichia coli. Penelitian dilakukan di Fakultas Peternakan dan Pertanian Universitas Diponegoro pada bulan April – Juni 2018. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini meliputi 128 ekor ayam broiler, limbah tomat, bakteri Avian Pathogenic Escherichia coli (APEC), pakan ayam komersial dan air minum. Perlengkapan dan peralatan yang digunakan adalah kandang ayam yang dibagi menjadi 16 petak, tempat pakan, tempat minum, timbangan digital dan alat-alat untuk analisis komponen darah merah. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan dengan 4 ulangan. Perlakuan terdiri dari 4 tingkat penggunaan level ekstrak tomat yang berbeda sebagai air minum, yaitu T0 : 0 ml/hari dan infeksi APEC, T1 : 40 ml/hari dan infeksi APEC, T2 : 80 ml/hari dan infeksi APEC, dan T3 : 120 ml/hari dan infeksi APEC. Perlakuan diberikan melalui minum pada ayam broiler dari umur 15 - 35 hari dan infeksi APEC pada umur ke 24, 26 dan 28. Parameter yang diukur meliputi profil darah merah yaitu total eritrosit, kadar hemoglobin, persentase hematokrit dan bobot akhir ayam broiler. Hasil penelitian menunjukkan pemberian minum berbagai level ekstrak tomat tidak berpengaruh terhadap profil darah merah ayam broiler. Total eritrosit, kadar hemoglobin, persentase hematokrit dan bobot badan akhir yang diperoleh masih berada dalam kisaran normal. Rata-rata total eritrosit yang diperoleh yaitu 2,41 × 10 6 /mm 3 (T0), 2,25 × 10 6 /mm 3 (T1), 2,18 × 10 6 /mm 3 (T2), 2,20 × 10 (T3), kadar hemoglobin yang diperoleh yaitu 9,25 g/dl (T0 dan T1), 8,50 g/dl (T2), 8,75 g/dl (T3), persentase hematokrit yang diperoleh yaitu 25,13% (T0), 23,13% (T1), 22,50% (T2), 22,38% (T3) dan bobot badan akhir yang diperoleh yaitu 1.469,19 g (T0), 1.470,25 g (T1), 1.440,62 g (T2), 1.409,12 g (T3) pada ayam broiler yang diberi ekstrak tomat dan diinfeksi APEC. Hal ini menunjukkan bahwa pada level pemberian ekstrak tomat dengan air minum hingga 120 ml pada ayam broiler mulai umur 15 hari dan kemudian diinfeksi APEC ternyata dapat menjaga total eritrosit, kadar hemoglobin, persentase hemetokrit dan bobot badan akhir ayam broiler. Simpulan penelitian yaitu bahwa pemberian berbagai level ekstrak tomat melalui air minum (40 - 120 ml/hari) tidak memberikan efek berbeda dengan perlakuan tanpa diberi ekstrak tomat meskipun ayamnya diinfeksi APEC. Hal ini dapat dilihat dari profil darah merah ayam yang masih normal meliputi jumlah eritrosit, kadar hemoglobin dan persentase hematokrit sehingga memberikan bobot badan akhir ayam broiler yang sama baiknya.

Item Type:Thesis (Undergraduate)
Subjects:S Agriculture > S Agriculture (General)
Divisions:Faculty of Animal and Agricultural Sciences > Department of Animal Agriculture
ID Code:71174
Deposited By:Mr. Perpus FP Admin
Deposited On:02 Apr 2019 14:32
Last Modified:02 Apr 2019 14:32

Repository Staff Only: item control page