PENGARUH AKTIVASI ZEOLIT DENGAN SUHU DAN LEVEL PEMBERIAN BERBEDA TERHADAP TOTAL BAKTERI DAN JAMUR PADA PELLET LIMBAH PENETASAN

KUSUMAWARDANI, LELLY AYU and Sulistiyanto, Bambang and Sumarsih, Sri (2019) PENGARUH AKTIVASI ZEOLIT DENGAN SUHU DAN LEVEL PEMBERIAN BERBEDA TERHADAP TOTAL BAKTERI DAN JAMUR PADA PELLET LIMBAH PENETASAN. Undergraduate thesis, FACULTY OF ANIMAL AND AGRICULTURAL.

[img]
Preview
PDF
129Kb
[img]
Preview
PDF
89Kb
[img]
Preview
PDF
98Kb
[img]
Preview
PDF
206Kb
[img]PDF
Restricted to Registered users only

104Kb
[img]PDF
Restricted to Registered users only

355Kb
[img]PDF
Restricted to Registered users only

654Kb

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengkaji interaksi aktivasi zeolit dan level pemberian zeolit berbeda terhadap total bakteri dan jamur pada pellet limbah penetasan. Penelitian dilaksanakan pada bulan Agustus – November 2017 di Laboratorium Teknologi Pakan, Fakultas Peternakan dan Pertanian, Universitas Diponegoro, Semarang. Materi yang digunakan yaitu zeolit, limbah penetasan yang terdiri dari cangkang telur 30%, day old chicken (DOC) afkir 10% dan telur gagal menetas 60% serta onggok 10%. Penelitian dilakukan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) pola faktorial 2 x 4. Faktor pertama A sebagai suhu aktivasi zeolit, yaitu A1 : 300 ᵒ C dan A2 : 600 ᵒ C. Faktor B sebagai level penambahan zeolit, yaitu B0 : 0%, B1 : 1%, B2 : 3% dan B3 : 5% dengan masing-masing 3 ulangan. Parameter penelitian yaitu total bakteri dan jamur pada pellet limbah penetasan. Data dianalisis menggunakan Analysis of Variance (Anova) untuk mengetahui pengaruh perlakuan pada taraf signifikan 5%. Hasil penelitian menunjukan tidak terdapat interaksi antara suhu aktivasi zeolit dan level penambahan zeolit terhadap total bakteri dan jamur pada pellet limbah penetasan. Suhu aktivasi zeolit dan level penambahan zeolit tidak memberikan pengaruh secara parsial terhadap total bakteri dan jamur pada pellet limbah penetasan. Rata-rata total bakteri pada aktivasi zeolit suhu 300 C dan 600 ᵒ C masing-masing 5,1 x 10 5 dan 5,9 x 10 5 cfu/g. Rata-rata total jamur pada aktivasi zeolit suhu 300 ᵒ C yaitu 8,0 x 10 4 cfu/g dan suhu 600 ᵒ v ᵒ C yaitu 1,3 x 10 cfu/g. Rata-rata total bakteri pada penambahan zeolit level 0, 1, 3, 5% masingmasing sebesar 8,1 x 10 5 , 1,8 x 10 5 , 4,1 x 10 5 dan 8,1 x 10 5 cfu/g. Rata-rata total jamur pada penambahan zeolit level 0, 1, 3, 5% masing-masing sebesar 1,0 x 10 , 8,3 x 10 4 , 4,2 x 10 4 dan 1,9 x 10 5 cfu/g. Rata-rata total bakteri dan jamur berada pada kategori aman dengan standar keamanan yaitu 10 5 cfu/g. Simpulan penelitian yaitu pellet limbah penetasan dengan penambahan zeolit yang diaktivasi pada suhu 300 ᵒ C dan 600 ᵒ C dengan penambahan level zeolit belum mampu menekan pertumbuhan bakteri dan jamur. Rata-rata total bakteri dan jamur pada pellet limbah penetasan yang diberi perlakuan aktivasi zeolit dengan suhu dan pemberian level berbeda berada pada batas aman.

Item Type:Thesis (Undergraduate)
Subjects:S Agriculture > S Agriculture (General)
Divisions:Faculty of Animal and Agricultural Sciences > Department of Animal Agriculture
ID Code:70739
Deposited By:Mr. Perpus FP Admin
Deposited On:21 Mar 2019 13:40
Last Modified:21 Mar 2019 13:40

Repository Staff Only: item control page