PERBEDAAN STATUS GIZI WANITA USIA SUBUR AKSEPTOR ALAT KONTRASEPSI HORMONAL DAN ALAT KONTRASEPSI DALAM RAHIM YANG BERKUNJUNG DI PUSKESMAS NGAMPILAN KOTA YOGYAKARTA

MURTIARI, MURTIARI (2003) PERBEDAAN STATUS GIZI WANITA USIA SUBUR AKSEPTOR ALAT KONTRASEPSI HORMONAL DAN ALAT KONTRASEPSI DALAM RAHIM YANG BERKUNJUNG DI PUSKESMAS NGAMPILAN KOTA YOGYAKARTA. Undergraduate thesis, Diponegoro University.

[img]
Preview
PDF - Published Version
34Kb

Official URL: http://www.fkm.undip.ac.id

Abstract

Status gizi merupakan salah satu indikator kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).Hingga saat ini Indonesia masih menghadapi berbagai masalah gizi ,baik gizi kurang maupun gizi lebih.Pada kelompok manusia usia subur,masalah gizi yang dihadapi antara lain gizi lebih dan obesitas,kekurangan energi kronis dan anemia.Pada akseptor alat kontrasepsi ,penggunaan alat kontrasepsi dapat disertai efek samping yang bisa mempengaruhi status gizinya.Penelitiaan ini bertujuan untuk melihat apakah ada perbedaan status gizi wanita usia subur akseptor alat kontrasepsi hormonal dan alat kontrasepsi dalam rahim yang berkunjung diPuskesmas Ngampilan Kota Yogyakarta. Jenis penelitian adalah komparatif,metode yang digunakan adalah survey dengan pendekatan cross sectional.Lokasi penelitian adalah puskesmas Ngampilan Kota Yogyakarta.Sampel berjumlah 58 orangyang terdiri dari 42 orang akseptor alkon hormonal dan 16 orang akseptor AKDR.Perbedaan status gizi diuji uji T-test karena distribusi datanya normal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa status gizi berdasarkan IMT pada WUS akseptor hormonal status kurus (11,2%)lebih banyak daripada akseptor AKDR (6,25%),sedangkan gizi lebih dan obesitas lebih banyak oada akseptor AKDR(gizi lebih dan obesitas pada AKDR masing-masing 25% dan 37,5%; pada hormonal 9,52% dan 14,29%).Status gizi berdasarkan RLPP kelompok usia 20-29 th risiko tinggi pada akseptor hormonal 72,22%,AKDR 66,67%;kelompok usia 30-35 th risiko tinggi pada akseptor hormonal 41,67%,AKDR 69,23%.Status gizi berdasarkan kadar Hb darah 11,9% akseptor hormonal anemi sedangkan pada akseptor AKDR 12,5% anemi.Hasil uji perbedaan dengan uji T-test menunjukkan tidak ada perbedaan yang bermakna dalam hal status gizi antara WUS akseptor alkon hormonal dan AKDR yang berkunjung di puskesmas Ngampilan,berdasarkan IMT dan kadar Hb darah.(p=0,097 untuk IMT dan p=0,495 untuk kadar Hb darah.Sedangkan berdasarkan rasio lingkar pinggang pinggul (RLPP)terdapat perbedaan brmakna antara akseptor alkom hormonal dan AKDR (p=0,003).Berdasarkan hasil penelitian ini penulis memberikan saran kepada instansi terkait agar melakukan upaya-upaya untuk mencegah semakin bertambahnya masalah gizi tersebut,sedangkan bagi akseptor alt kontrasepsi diharapkan dapat lebih memantau perkembangan berat badannya. Kata Kunci: Status gizi,WUS,Hormonal,AKDR THE DIFFERENCE IN NUTRITIONAL STATUS BETWEEN HORMONAL CONTRACEPTIVE USERS AND INTRA UTERINE DEVICE UCERS,AS VISITORS AT NGAMPILAN PRIMARY HEALTH CARE (PUSKESMAS),YOGYAKARTA CITY Nutritional status is one of indicators guality of human resourc es.Until now,Indonesia has been face some of nutrition problems that is lack nutrition or over nutrition.Inthe age reproduction group,nutrition problemsare faced that is overnutrition and obesity,lack of chronic energies and anemia.In contraceptive device users ,using cintraception device could make contradiction that could influence its nutrition status.The research has a purpose to see is there a difference in nutrition al status between hormonal contraceptive users and intra uterine device (IUD) users,as visitors at Ngampilan Primary Health Care/PHC(Puskesmas),Yogyakarta city. The kind of research is comparative that used methode survey by cross sectional vicinity.The location research is Ngampilan PHC in Yogyakarta city.The number sampleis 58 personsthat consist of 42 hormonal contraceptive users and 16 IUD users.The difference nutritional status is tested by T-test because it has normal distribution. The result of research shows that nutritional status according Body mass Index(BMI) at hormonal contraceptive users lean (11,2%)more than IUD users (6,25%),while over nutrition and obesity is more than IUD users (over nutrition and obesity of IUD users is 25% and 37% respectively;in hormonal users 9,52% and 14,29%). Nutritional status according Waist Hip Ratio (WHR)group age 20-29 years that high risk are in hormonal users 72,22%, IUD users 66,67%; group age 30-35 years that high risk are in hormonal users 41,67%,and IUD users 69,23%.Nutritional status according haemoglobine concentration (Hb)is 11,9% hormonal users anemi,while IUD users is 12,5% anemi.The resulth of test by T-test show there is not difference significantly in the nutritional status between hormonal contraceptive users and IUD users who visit at Ngampilan PHC,according BMI and Hb concentration (p=0,097 for BMI and p=0,495 for Hb concentration).Where as according WHR there is defference between hormonal contraceptive users and IUD users (p=0,003)significantly.According the research ,the writer give suggestionsfor the instance to efforts to prevent the increase the nutritional problems, while for the contraceptive users to more attent for her development weight. Keyword : Nutritional status,Age reproduction,Hormonal,IUD

Item Type:Thesis (Undergraduate)
Subjects:R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA0421 Public health. Hygiene. Preventive Medicine
Divisions:Faculty of Public Health > Department of Public Health
ID Code:7071
Deposited By:admin FKM undip
Deposited On:25 Feb 2010 14:39
Last Modified:25 Feb 2010 14:39

Repository Staff Only: item control page