PENGARUH PEMBERIAN CALF STARTER YANG MENGANDUNG LIMBAH KUBIS FERMENTASI SEBAGAI PROBIOTIK TERHADAP TOTAL KONSUMSI BAHAN KERING, BAKTERI DAN PROTOZOA PADA CAIRAN RUMEN PEDET

NEGARA, DICKY RIZKY ADI and Pangestu, Eko and Mukodiningsih, Sri (2019) PENGARUH PEMBERIAN CALF STARTER YANG MENGANDUNG LIMBAH KUBIS FERMENTASI SEBAGAI PROBIOTIK TERHADAP TOTAL KONSUMSI BAHAN KERING, BAKTERI DAN PROTOZOA PADA CAIRAN RUMEN PEDET. Undergraduate thesis, FACULTY OF ANIMAL AND AGRICULTURAL SCIENCE.

[img]
Preview
PDF
161Kb
[img]
Preview
PDF
85Kb
[img]
Preview
PDF
156Kb
[img]
Preview
PDF
352Kb
[img]PDF
Restricted to Registered users only

96Kb
[img]PDF
Restricted to Registered users only

455Kb
[img]PDF
Restricted to Registered users only

687Kb

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian calf starter yang mengandung limbah kubis fermentasi dibandingkan dengan calf starter formula pabrik, ditinjau dari konsumsi bahan kering, total bakteri dan protozoa pada cairan rumen pedet friesian holstein. Penelitian dilaksanakan pada Mei hingga November 2017 di Balai Besar Pembibitan Ternak Unggul Hijauan Pakan Ternak Baturraden, Purwokerto, Jawa Tengah. Analisis total bakteri dilakukan di Laboratorium Fisiologi Ternak, Fakultas Peternakan dan Pertanian, Universitas Diponegoro, Semarang dan analisis total protozoa dilakukan di Laboratorium Kesehatan Hewan Banyumas, Balai Veteriner Boyolali, Purwokerto. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah pedet friesian holstein sebanyak 30 ekor dengan bobot badan rata-rata 41,14 ± 3,28 kg, umur 7 hari setelah lepas colostrum. Pedet dibagi atas dua perlakuan yaitu calf starter bentuk mash dari ransum Balai (T0) dan calf starter bentuk pellet dengan penambahan limbah kubis fermentasi (T1). Formulasi ransum calf starter Balai (T0) bentuk mash terdiri atas pollard, corn glutten meal, corn glutten feed, bungkil kedelai, tepung jagung, dan mineral mengandung kandungan protein kasar 28,50% dan TDN 85,71%. Formula ransum calf starter perlakuan (T1) dalam bentuk pellet terdiri atas bekatul, jagung giling, molases, bungkil kedelai, miniral mix dan limbah kubis fermentasi dengan kandungan protein kasar 19,61% dan TDN 79,10%. Alat-alat yang digunakan untuk membuat ransum pakan terdiri atas peralatan pelleting seperti grinder, peleter, kompor, termometer, dandang, nampan, timbangan elektrik. Peralatan untuk pemeliharaan pedet dikandang terdiri atas karung pakan, ember, plastik, sekop, sapu lidi, timbangan pedet. Peralatan laboratorium terdiri atas alat sonde, erlenmeyer, tabung reaksi, cawan petri, inkubator . Parameter yang diamati adalah total konsumsi bahan kering, total bakteri dan protozoa di dalam cairan rumen. Data yang diperoleh diuji menggunakan ttest yaitu perhitungan perbandingan 2 sampel yang berbeda. Hasil data didapatkan konsumsi bahan kering T0 dan T1 masing-masing 723,69 g/ekor/ hari dan 686,61 g/ekor/hari. Total bakteri T0 dan T1 masing-masing sebesar 5,46 x 10 cfu/g dan 5,96 x 10 7 cfu/g. Total protozoa T0 dan T1 masing-masing 306,06 sel/ml dan 223,93 sel/ml. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian calf starter dengan penambahan limbah kubis fermentasi dan calf stater Balai tidak berbeda nyata (P>0,05) sehingga pemberian calf starter yang berbeda menunjukan hasil sama. Simpulan dari penelitian ini adalah pemberian calf starter yang mengandung limbah kubis fermentasi mampu mengimbangi calf starter produksi v 7 BBPTU – HPT Baturraden ditinjau dari total konsumsi bahan kering, bakteri dan protozoa cairan pedet.

Item Type:Thesis (Undergraduate)
Subjects:S Agriculture > S Agriculture (General)
Divisions:Faculty of Animal and Agricultural Sciences > Department of Animal Agriculture
ID Code:70656
Deposited By:Mr. Perpus FP Admin
Deposited On:20 Mar 2019 10:28
Last Modified:20 Mar 2019 10:28

Repository Staff Only: item control page