KEKUATAN HUKUM COLLATERAL MANAGEMENT AGREEMENT DALAM JAMINAN FIDUSIA DENGAN OBJEK KOMODITI

RATNA , APRIYANTI and Siti Malikhatun , Badriyah (2017) KEKUATAN HUKUM COLLATERAL MANAGEMENT AGREEMENT DALAM JAMINAN FIDUSIA DENGAN OBJEK KOMODITI. Masters thesis, Fakultas Hukum UNDIP.

[img]Archive (ZIP) - Published Version
Restricted to Registered users only

8Mb

Abstract

Perkembangan perekonomian nasional senantiasa bergerak cepat dengan tantangan yang semakin kompleks, karenanya diperlukan berbagai penyesuaian kebijakan di bidang ekonomi termasuk sektor perbankan. Dalam pembahasan tesis ini, penulis akan memfokuskan pada penelitian tentang penjaminan barang komoditas sebelum diberlakukannya Undang-Undang Sistem Resi Gudang, dimana Debitor selaku pemilik objek komoditi dan bank selaku Kreditor serta collateral manager / warehouse operator selaku pengelola gudang telah sepakat untuk menandatangani perjanjian kerjasama (tripartite agreement) yaitu berupa Collateral Management Agreement. Pemberian fasilitas kredit oleh bank kepada Debitor selaku pemilik barang yang ditindaklanjuti dengan penandatanganan Collateral Management Agreement disebut juga dengan warehouse receipt financing. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kekuatan hukum Collateral Management Agreement dalam jaminan fidusia dengan objek komoditi dan untuk mengetahui apakah penggunaan perjanjian jaminan fidusia dan Collateral Management Agreement lebih memberikan kepastian hukum atau perlindungan hukum dibandingkan dengan perjanjian jaminan fidusia tanpa adanya Collateral Management Agreement. Penelitian yang dilakukan bersifat deskriptif analitis dengan pendekatan yuridis empiris yang bersifat kualitatif; yaitu pendekatan berdasarkan hukum yang berlaku dan berdasarkan kenyataan dalam praktik. Data yang dikumpulkan menunjukkan adanya kelemahan dari penerapan peraturan perundang-undangan perihal lembaga jaminan fidusia atas inventory berupa objek jaminan komoditi yang dikaitkan dengan putusan hakim dan didukung dengan wawancara dengan pejabat yang berwenang mewakili collateral manager / warehouse operator serta pejabat yang berwenang mewakili Kreditor. Hasil penelitian menunjukkan kekuatan hukum Collateral Management Agreement tidak hanya terletak pada adanya warehouse receipt akan tetapi didukung pula oleh peranan dari collateral manager /warehouse operator. Dalam hal Debitor melakukan wanprestasi, UUJF belum dapat memberikan perlindungan hukum karenanya untuk memberikan kepastian hukum atau perlindungan hukum bagi Kreditor, dalam melakukan pengikatan jaminan fidusia atas inventory khususnya objek komoditi, wajib dilengkapi dengan adanya Collateral Management Agreement. Agar tidak terjadi konflik antar peraturan yang telah ada, khususnya dalam sistem hukum jaminan, maka peranan pemerintah dalam melakukan penyempurnaan dan sosialisasi terhadap peraturan yang telah ada, akan memberikan kepastian hukum atau perlindungan hukum bagi Kreditor. Kata Kunci : resi gudang (warehouse receipt), Collateral Management Agreement, collateral manager / warehouse operator, Jaminan Fidusia.

Item Type:Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords:resi gudang (warehouse receipt), Collateral Management Agreement, collateral manager / warehouse operator, Jaminan Fidusia.
Subjects:K Law > K Law (General)
L Education > L Education (General)
Divisions:School of Postgraduate (mixed) > Master Program in Notary
ID Code:70300
Deposited By:Magister Kenotariatan
Deposited On:04 Mar 2019 09:02
Last Modified:04 Mar 2019 09:02

Repository Staff Only: item control page