PROBLEMATIKA ROYALTI KARYA CIPTA TERJEMAHAN BAHASA ASING KE BAHASA INDONESIA (STUDI PADA CV PUSTAKA DUNIA KOTA TANGERANG)

R. Donny , Dwicahyo Hernowo and Kholis , Roisah (2017) PROBLEMATIKA ROYALTI KARYA CIPTA TERJEMAHAN BAHASA ASING KE BAHASA INDONESIA (STUDI PADA CV PUSTAKA DUNIA KOTA TANGERANG). Masters thesis, Fakultas Hukum UNDIP.

[img]Archive (ZIP) - Published Version
Restricted to Registered users only

1369Kb

Abstract

Royalti menurut Pasal 1 ayat 21 UUHC 2014 yaitu imbalan atas pemanfaatan Hak Ekonomi suatu Ciptaan atau Produk Hak Terkait yang diterima oleh pencipta atau pemilik hak terkait. Pencipta atau pemegang cipta memiliki hak ekonomi untuk melakukan penerjemahan ciptaan sebagaimana diatur dalam Pasal 9 UUHC 2014. Penyimpangannya adalah penggandaan karya tulis asing yang telah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia tanpa seijin pemilik cipta. Problematika penelitian ini adalah 1) Problematika royalti karya cipta terjemahan bahasa asing ke bahasa Indonesia (Studi pada CV Pustaka Dunia Kota Tangerang 2) Proses Royalti Pemegang Hak Cipta atas Karya Tulis Terjemahan Bahasa Asing ke Bahasa Indonesia terhadap Pemilik Karya Cipta yang Terdaftar di Negara Asalnya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan pendekatan yuridis empiris yang bersumber dari pengumpulan data yang diperoleh dari data primer dan data sekunder, kemudian dianalisis dengan metode analisis kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah studi lapangan (wawancara). Teknik analisis data menggunakan analisis data kualitatif. Hasil temuan peneliti menunjukkan bahwa problematika peraturan perundang-undangan di Indonesia merupakan aturan yang diakomodasi dari TRIPs dan WIPO Copyright Treaty hal ini berarti Indonesia ikut serta dalam memberikan perlindungan atas kekayaan intelektual di dunia Internasional. Karya tulis asing yang diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia tanpa seijin pencipta menyebabkan lemahnya pengawasan terhadap penindakan pelanggaran hak cipta sehingga berakibat pada kerugian. Undang-Undang Hak Cipta yang telah ada sudah efektif tetapi implementasi atau pelaksanaan Undang-Undang Hak Cipta belum terlaksana dengan maksimal karena kurangnya dukungan dari pihak-pihak terkait yaitu masih lemahnya penertiban dari pihak Kepolisian terkait penggandaan karya tulis asing yang diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia secara ilegal dan kurangnya sosialisasi mengenai Hak Cipta dari Pemerintah. Adanya sanksi pidana maupun sanksi perdata yang tercantum dalam Undang- Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta merupakan bentuk perlindungan hukum bagi pemilik Karya Cipta. Saran kepada Pemerintah seharusnya menerapkan sanksi yang tegas sehingga penegakan hukum yang sudah diatur dalam Undang-Undang Hak Cipta terkait pelanggaran Hak Cipta penggandaan karya tulis sehingga dapat terlaksana dengan efektif.

Item Type:Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords:Royalti, Hak Cipta, dan Karya Tulis.
Subjects:K Law > K Law (General)
L Education > L Education (General)
Divisions:School of Postgraduate (mixed) > Master Program in Notary
ID Code:70261
Deposited By:Magister Kenotariatan
Deposited On:01 Mar 2019 09:44
Last Modified:01 Mar 2019 09:44

Repository Staff Only: item control page