PENGARUH KOMPOSISI GRAFIT BEKAS PADA PEMBUATAN ELEKTRODA SELEKTIF ION IODIDA MELALUI KAWAT BERLAPIS MEMBRAN PADAT (CAMPURAN AgI, PARAFIN, DAN GRAFIT BEKAS)

Isi Rohmiati, Yuyun (2007) PENGARUH KOMPOSISI GRAFIT BEKAS PADA PEMBUATAN ELEKTRODA SELEKTIF ION IODIDA MELALUI KAWAT BERLAPIS MEMBRAN PADAT (CAMPURAN AgI, PARAFIN, DAN GRAFIT BEKAS). In: Seminar Tugas Akhir S1 Jurusan Kimia FMIPA UNDIP , Jurusan Kimia UNDIP. (Unpublished)

[img]
Preview
PDF - Presentation
35Kb

Official URL: http://kimia.undip.ac.id

Abstract

Grafit merupakan allotropi karbon yang mempunyai pori dan konduktivitas termal yang tinggi sehingga dapat berfungsi sebagai penghantar arus. Grafit banyak dimanfaatkan, antara lain sebagai bahan konstruksi dalam peralatan kimia, bahan batu baterai, dan reaktor nuklir. Salah satu penggunaan grafit yang potensial adalah sebagai komponen batu baterai. Grafit dari sisa batu baterai masih bisa dimanfaatkan. Salah satu pemanfaatannya antara lain adalah sebagai komponen dalam Elektroda Selektif Ion (ESI). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan grafit bekas sebagai penghantar dalam ESI dan membuat ESI Iodida yang terdiri atas campuran AgI, parafin, dan grafit bekas dengan 3 komposisi serta mempelajari karakter ESI yang dibuat meliputi koefisien selektivitas, faktor Nernst, limit deteksi, waktu respon, dan waktu hidup Dalam penelitian ini dibuat tiga komponen elektroda yang terdiri dari campuran AgI, parafin, dan grafit bekas dengan perbandingan (1) 90:5:5, (2) 85:5:10, (3) 80:5:15. Pengukuran potensial elektroda dilakukan dengan menggunakan pHmeter. Dari data yang diperoleh digunakan untuk mempelajari karakter ESI Iodida yang meliputi nilai faktor Nernst, limit deteksi, waktu respon, waktu hidup, dan koefisien selektivitas terhadap ion-ion penggaggu seperti Cl-, Br-, NO3-, SCN-, CO32-, SO42-, dan C2O42-. Dari data yang diperoleh didapatkan hasil untuk elektroda (1) memiliki faktor Nernst 55,24 mV/dekade dengan daerah kerja pada konsentrasi 1.10-1–1.10-5 M, dan waktu hidup 2 hari. Untuk elektroda (2) memiliki nilai faktor Nernst sebesar 52,67 mV/dekade dengan daerah kerja pada konsentrasi 1.10-1–1.10-5. Sedangkan untuk elektroda (3) memiliki nilai faktor Nernst sebesar 26,34 mV/dekade dengan daerah kerja pada konsentrasi 1.10-1–1.10-4. Urutan ion pengganggu beradasarkan kemampuannya dalam menganggu kinerja ESI adalah SO42- < NO3- < Br- < Cl- < SCN- < C2O42- < CO32-. Ion yang sangat mengganggu adalah ion SCN-, CO32-,dan C2O42-. Ion-ion yang sedikit menggganggu adalah ion Cl-, Br-, dan NO3-. Sedangkan ion yang tidak mengganggu adalah ion SO42-. Dengan melihat hasil di atas dapat dikatakan bahwa grafit bekas dapat dimanfaatkan untuk pembuatan ESI.

Item Type:Conference or Workshop Item (Paper)
Subjects:Q Science > QD Chemistry
Divisions:Faculty of Science and Mathematics > Department of Chemistry
ID Code:7023
Deposited By:Jurusan Kimia FMIPA
Deposited On:22 Feb 2010 12:44
Last Modified:22 Feb 2010 12:44

Repository Staff Only: item control page