IMPLIKASI KETENTUAN UNDANG-UNDANG TENTANG JABATAN NOTARIS MENGENAI AKTA NOTARIS BERBAHASA ASING TERHADAP KEABSAHAN AKTA (Studi Terhadap Putusan Mahkamah Agung No. 2785.K/Pdt/2011)

PRIADI , ADITYO WIBOWO and NANIK , TRIHASTUTI (2017) IMPLIKASI KETENTUAN UNDANG-UNDANG TENTANG JABATAN NOTARIS MENGENAI AKTA NOTARIS BERBAHASA ASING TERHADAP KEABSAHAN AKTA (Studi Terhadap Putusan Mahkamah Agung No. 2785.K/Pdt/2011). Masters thesis, Fakultas Hukum UNDIP.

[img]Archive (ZIP) - Published Version
Restricted to Registered users only

602Kb

Abstract

Bahasa Indonesia wajib digunakan dalam nota kesepahaman atau perjanjian yang melibatkan lembaga negara, instansi pemerintah Republik Indonesia, lembaga swasta Indonesia atau perseorangan warga negara Indonesia. Penerapan penggunaan bahasa asing dalam akta Notaris dalam pelaksanaannya yang harus menjadi perhatian Notaris terlebih dahulu adalah dengan menelaah jenis-jenis akta yang akan dibuat, baik akta yang dibuat oleh dan/atau di hadapan Notaris yaitu akta otentik/Notaris, legalisasi dan waarmerking. Perumusan masalah dalam penelitian ini yaitu apa implikasi dari dibuatnya akta Notaris dengan hanya menggunakan bahasa asing, bagaimana upaya untuk menjaga konsitensi aturan yang berkaitan dengan akta Notaris. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan menganalisis implikasi dari dibuatnya akta Notaris dengan hanya menggunakan bahasa asing, mengkaji dan menganalisis upaya untuk menjaga konsistensi aturan yang berkaitan dengan akta Notaris. Penelitian ini menitikberatkan pada penelitian yuridis normatif yang intinya mencari teori-teori pada peraturan perundang-undangan atau bahan-bahan hukum yang lain. Spesifikasi penelitian yang digunakan adalah deskriptif analitis yang menggambarkan dan melaporkan secara rinci, sistematis dan menyeluruh dengan menggunakan data primer dan data sekunder. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa implikasi dari dibuatnya akta Notaris dengan hanya menggunakan bahasa asing adalah batal demi hukum karena akta atau perjanjian wajib dibuat dalam Bahasa Indonesia akan tetapi sepanjang motif dibuatnya perjanjian bukan motif yang palsu, tidak dilarang peraturan perundang- undangan maka perjanjian yang tidak memenuhi syarat dalam Pasal 31 Undang- Undang Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara serta Lagu Kebangsaan, adalah tetap sah dan mengikat (Pasal 1336 KUH Perdata) serta berlaku sebagai undang-undang para pihak yang membuatnya. Upaya untuk menjaga konsistensi aturan yang berkaitan dengan akta Notaris dalam melakukan penyusunan perjanjian atau akta dengan pihak asing, maka yang perlu dicermati adalah penggunaan bahasa dan klausula penting untuk dicantumkan dalam perjanjian atau akta tersebut. Simpulan yang dapat diambil yaitu perjanjian atau akta Notaris yang dengan hanya menggunakan bahasa asing batal demi hukum akan tetapi dilihat terlebih dahulu dari motif dibuatnya perjanjian. Upaya untuk menjaga konsistensi aturan yang berkaitan dengan akta Notaris adalah penggunaan Bahasa Indonesia dalam perjanjian sifatnya adalah wajib, sedangkan bahasa asing atau Bahasa Inggris sifatnya merupakan komplemen dari Bahasa Indonesia serta mencantumkan klausula penting seperti perbedaan penafsiran bahasa dan pilihan hukum.

Item Type:Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords:AktaNotaris, BahasaAsing, KeabsahanAkta
Subjects:K Law > K Law (General)
L Education > L Education (General)
Divisions:School of Postgraduate (mixed) > Master Program in Notary
ID Code:70222
Deposited By:Magister Kenotariatan
Deposited On:28 Feb 2019 14:10
Last Modified:28 Feb 2019 14:10

Repository Staff Only: item control page