KEDUDUKAN HUKUM PEMEGANG SUB-LICENSE ATAS PEMBATALAN PENDAFTARAN DESAIN INDUSTRI MENURUT UNDANG-UNDANG NOMOR 31 TAHUN 2000 TENTANG DESAIN INDUSTRI

Olivia , Putri and Kholis , Roisah (2017) KEDUDUKAN HUKUM PEMEGANG SUB-LICENSE ATAS PEMBATALAN PENDAFTARAN DESAIN INDUSTRI MENURUT UNDANG-UNDANG NOMOR 31 TAHUN 2000 TENTANG DESAIN INDUSTRI. Masters thesis, Fakultas Hukum UNDIP.

[img]Archive (ZIP) - Published Version
Restricted to Registered users only

2839Kb

Abstract

Desain Industri merupakan suatu kreasi yang berasal dari intelektualitas manusia yang dihasilkan dalam bentuk dua dimensi maupun tiga dimensi, yang digunakan untuk menghasilkan tampilan luar dari suatu produk, barang, atau kerajinan, sehingga patut untuk diberikan perlindungan hukum terhadap pendesainnya. Pembatalan pendaftaran Desain Industri tersebut menimbulkan kerugian bagi pihak sub-license, karena telah menghabiskan waktu, pikiran, dan materi untuk memperoleh sub-lisensi Desain Industri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji dan menganalisis mengenai kedudukan hukum pemegang sub- license atas pembatalan pendaftaran Desain Industri menurut Undang-Undang Nomor 31 tahun 2000 Tentang Desain Industri, serta mengkaji dan menganalisis mengenai akibat hukum pembatalan pendaftaran Desain Industri terhadap pemegang sub-license. Metode pendekatan yang digunakan adalah pendekatan yuridis normatif. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitis. Pengumpulan data menggunakan teknik studi kepustakaan. Data kemudian dianalisis dengan teknik analisis deskriptif. Pembatalan pendaftaran Desain Industri tidak mengubah kedudukan sub- license sebagai pemegang sub-lisensi untuk jangka waktu yang telah disepakati bersama dengan licensee, sehingga sub-license tetap memiliki hak untuk menikmati manfaat ekonomi dari Hak Desain Industri yang disub-lisensikan sesuai dengan perjanjian sub-lisensi. Pembatalan pendaftaran Desain Industri dapat mengakibatkan Desain Industri yang bersangkutan dijadikan sebagai public domain, atau dilakukan peralihan Hak Desain Industri yang bersangkutan kepada pendesain yang sesungguhnya. Terhadap sub-license, pembatalan pendaftaran Desain Industri mengakibatkan batalnya perjanjian lisensi atas Hak Desain Industri yang bersangkutan, namun sub-license tetap dapat melaksanakan hak- haknya yang tercantum dalam perjanjian sub-license yaitu untuk tetap dapat menikmati manfaat ekonomi dari Hak Desain Industri yang bersangkutan sampai dengan tanggal berakhirnya perjanjian lisensi. Rekomendasi dalam penelitian ini ialah diharapkan pemerintah merumuskan peraturan mengenai tata cara pendaftaran sub-lisensi, agar para pemegang sub-license memperoleh kepastian hukum serta perlindungan, dan diharapkan kepada Dirjen HKI agar lebih gencar untuk melakukan sosialisasi mengenai pentingnya pendaftaran perjanjian sub-lisensi.

Item Type:Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords:Desain Industri, Sub-License, Pembatalan, Perjanjian Lisensi
Subjects:K Law > K Law (General)
L Education > L Education (General)
Divisions:School of Postgraduate (mixed) > Master Program in Notary
ID Code:70214
Deposited By:Magister Kenotariatan
Deposited On:28 Feb 2019 13:57
Last Modified:28 Feb 2019 13:57

Repository Staff Only: item control page