PERLINDUNGAN TERHADAP KARYA DESAIN KOMUNIKASI VISUAL (DKV) DI KOTA SEMARANG BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 28 TAHUN 2014 TENTANG HAK CIPTA

OH, DEWI , SRI WAHYUNI and Budi , Santoso (2017) PERLINDUNGAN TERHADAP KARYA DESAIN KOMUNIKASI VISUAL (DKV) DI KOTA SEMARANG BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 28 TAHUN 2014 TENTANG HAK CIPTA. Masters thesis, Fakultas Hukum UNDIP.

[img]Archive (ZIP) - Published Version
Restricted to Registered users only

1537Kb

Abstract

Karya Desain Komunikasi Visual (DKV) dapat dilihat dalam kehidupan sehari-hari, seperti iklan, poster, spanduk, brosur, animasi dan lain-lain. Hak cipta memberikan perlindungan terhadap ciptaan yang diwujudkan dalam bentuk nyata yang dapat didengar, dibaca dan diraba. Oleh karena itu, karya DKV merupakan ciptaan di bidang seni yang dapat dilindungi hak cipta. Permasalahan pada penelitian ini yaitu tentang perlindungan terhadap karya DKV berdasarkan Undang-Undang Hak Cipta (UUHC). Kendala yang dihadapi oleh desainer komunikasi visual (desainer komvis) dan upaya yang dilakukan dalam memberikan perlindungan berhubungan dengan karya DKV di Kota Semarang. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan yuridis empiris dengan spesifikasi penelitian deskriptif analitis, menggunakan data primer dan sekunder. Data primer diperoleh melalui wawancara dan data sekunder berupa UUHC dan kemudian data dianalisis secara kualitatif. Hasil dalam penelitian ini menunjukkan perlindungan terhadap karya DKV belum diatur secara spesifik dalam lingkup ciptaan yang disebutkan dalam Pasal 40 ayat (1) UUHC. Karya DKV yang tidak jelas pengaturannya menimbulkan kendala bagi desainer komvis, hal ini nampak dari kurangnya pemahaman desainer komvis terhadap UUHC guna memberikan perlindungan terhadap karyanya. Akan tetapi merujuk pada Pasal 1 angka 1 UUHC, terhadap karya DKV yang telah diwujudkan dalam bentuk nyata berhak mendapatkan perlindungan hak cipta karena sifat pendaftaran hak cipta yang deklaratif. Kendala perlindungan terhadap karya DKV juga disebabkan oleh pola pikir desainer komvis yang enggan mencatatkan karyanya melalui hak cipta. Desainer komvis cenderung melakukan perlindungan dengan membuat kontrak tertulis yang mencantumkan klausul-klausul mengenai hak cipta sebelum berkerja sama dengan klien. Saran, perlu dilakukan peninjauan kembali terhadap UUHC, serta sosialisasi kepada desainer komvis, klien dan masyarakat.

Item Type:Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords:perlindungan, karya, desain komunikasi visual, dkv, hak cipta
Subjects:K Law > K Law (General)
L Education > L Education (General)
Divisions:School of Postgraduate (mixed) > Master Program in Notary
ID Code:70211
Deposited By:Magister Kenotariatan
Deposited On:28 Feb 2019 13:50
Last Modified:28 Feb 2019 13:50

Repository Staff Only: item control page