MODEL PENGELOLAAN PERTAMBANGAN EMAS TRADISIONAL DI KECAMATAN GUMELAR KABUPATEN BANYUMAS PROVINSI JAWA TENGAH

MUSLIHUDIN, Muslihudin and Bambang, Azis Nur and Hendarto, Eko and Putranto, T. Triadi (2019) MODEL PENGELOLAAN PERTAMBANGAN EMAS TRADISIONAL DI KECAMATAN GUMELAR KABUPATEN BANYUMAS PROVINSI JAWA TENGAH. PhD thesis, School of Postgraduate.

[img]
Preview
PDF
158Kb
[img]PDF
Restricted to Repository staff only

7Mb

Abstract

Pertambangan emas tradisional di Kecamatan Gumelar Kabupaten Banyumas tumbuh dan berkembang sejak tahun 2007. Pertambangan emas tersebut tersebar di Desa Paningkaban dan Desa Cihonje dengan jumlah lubang tambang lebih dari 100 lubang dengan jumlah penambang sekitar 1500 orang. Pertambangan tersebut sangat potensial mempengaruhi terhadap masyarakat dan lingkungan baik pada komponen biotik, abiotik maupun sosial. Diketahui secara umum bahwa kegiatan tersebut menggunakan komponen kimiawi sehingga sangat potensial mencemari dan merusak lingkungan sehingga keberlanjutan fungsi lingkungan akan terganggu. Atas dasar realitas tersebut, maka penelitian ini bertujuan: 1) Menganalisis proses pertambangan emas tradisional di Kecamatan Gumelar Kabupaten Banyumas. 2) Menganalisis dampak lingkungan yang terjadi akibat dari aktivitas pertambangan emas di Kecamatan Gumelar Kabupaten Banyumas. 3) Menganalisis kebijakan pemerintah daerah dalam menghadapi pertambangan emas tradisional yang ada di Kecamatan Gumelar Kabupaten Banyumas. 4) Menyusun model pengelolaan pertambangan emas tradisional yang berwawasan lingkungan. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode campuran antara metode kualitatif dan kuantitatif, namun lebih menekankan pada metode kualitatif. Pengumpulan data dengan metode wawancara, observasi, kuesioner dan dokumentasi. Analisis mengunakan meode analisis interaktif, SWOT dan analisis hierarhy proses. Hasil penelitian menunjukan bahwa: 1) Proses pertambangan emas cukup sederhana dan terdapat tahap-tahap yang riskan terhadap keselamatan penambang serta riskan terhadap kerusakan lingkungan. 2) Dampak pertambangan emas tradisional ada 2 macam yakni dampak positif dan dampak negatif. Dampak positif terdapat aspek pada ekonomi dan sosial, sedangkan dampak negatif terdapat pada aspek ekologi dan sosial. 3) Kebijakan pemerintah terhadap pertambangan emas tradisional bergeser sejak munculnya UU No.23 tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, yang dulunnya kewenangan di Pemerintah Kabupaten menjadi Pemerintah Provinsi. 4) Model pengelolaan yang dihasilkan adalah dijalankannya 9 program pengelolaan pertambangan emas yang berwawasan lingkungan dengan mempertimbangkan skala prioritas yang dituangkan dalam program jangka pendek, menengah, dan panjang. Kata kunci : dampak, kebijakan pemerintah, model pengelolaan, pertambangan emas, proses pertambangan. Traditional gold mining in Gumelar Sub-district Banyumas regency has grown and developed since 2007. The gold minIing is concentrated in Paningkaban Village and Cihonje Village with more than 100 holes in mining pits with miners around 1500 people. The mining is very potential to affect the community and the environment both on biotic components, abiotic and social. It is generally known that the activity uses chemical components so that the potential to pollute and damage the environment so that the sustainability of environmental functions will be disrupted. On the basis of this reality, this study aims: 1) Analyzing the process of traditional gold mining in Gumelar Sub-district Banyumas District. 2) To analyze the environmental impact caused by gold mining activity in Gumelar sub-district, Banyumas regency. 3) Analyze local government policy in facing traditional gold mining in Gumelar sub-district of Banyumas Regency. 4) Making recommendations of traditional gold mining models that are environmentally sound. The method used in this research is a mixed method between qualitative and quantitative methods. Data collection by interview method, observation, questionnaire and documentation. The analysis uses interactive analysis, SWOT and hierarhy process analysis. The results showed that: 1) The gold mining process is quite simple and there are stages that are risky to the miners' safety and risk against environmental damage. 2) The impact of traditional gold mining there are 2 kinds of positive impacts and negative impacts. Positive impacts are economic and social, while negative impacts are on ecological and social aspects. 3) The government's policy on traditional gold mining has shifted since the emergence of Law No.23 of 2014 on Regional Government, which is the authority of the District Government to become Provincial Government. 4) The resulting management model is the implementation of 9 environmentally gold mining management programs taking into account the priority scales set forth in short, medium and long term programs. Keywords: gold mining, government policy, impact, management model, mining process.

Item Type:Thesis (PhD)
Subjects:T Technology > TD Environmental technology. Sanitary engineering
Divisions:School of Postgraduate > Doctor Program in Environmental Science
ID Code:69898
Deposited By:Mrs Ekana Perpus Pasca
Deposited On:25 Feb 2019 15:07
Last Modified:25 Feb 2019 15:07

Repository Staff Only: item control page