PERBEDAAN FAKTOR RISIKO PENDERITA ADENOKARSINOMA PARU DENGAN MUTASI EGFR DAN NON MUTASI EGFR

Putriani, Felicia Angga and Kholis, Fathur Nur and Purwoko, Yosef (2019) PERBEDAAN FAKTOR RISIKO PENDERITA ADENOKARSINOMA PARU DENGAN MUTASI EGFR DAN NON MUTASI EGFR. Undergraduate thesis, Faculty of Medicine.

[img]
Preview
PDF
680Kb
[img]
Preview
PDF
101Kb
[img]
Preview
PDF
3119Kb
[img]
Preview
PDF
539Kb
[img]PDF
Restricted to Registered users only

105Kb
[img]PDF
Restricted to Registered users only

95Kb

Abstract

Latar belakang: Kanker paru merupakan penyakit keganasan dengan angka mortalitas tertinggi di dunia, yaitu sebesar 1.590.000 kematian di tahun 2012. Di Indonesia, kanker paru menempati peringkat ke-3 penyakit kanker terbanyak. Adenokarsinoma merupakan jenis kanker paru dengan jumlah kejadian terbanyak, yaitu 40% dari seluruh kanker paru. Faktor risiko terjadinya kanker paru meliputi umur, merokok, terpapar oleh polusi udara di rumah atau tempat kerja, dan mempunyai riwayat keluarga dengan kanker paru. Kanker paru jenis adenokarsinoma sangat erat terkait dengan mutasi Epidermal Growth Factor Receptor (EGFR), yaitu 15-20% dari kasus adenokarsinoma paru. Tujuan: Mengetahui adanya perbedaan faktor risiko pada pasien adenokarsinoma paru dengan EGFR mutasi dan pasien adenokarsinoma paru dengan EGFR non mutasi. Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan mengambil data dari rekam medik pasien RSUP Dr. Kariadi Semarang yang didiagnosis adenokarsinoma paru. Data tersebut kemudian disusun dan dilakukan analisis statistik dengan uji chi square dan uji regresi logistik terkait hubungan faktor risiko terhadap mutasi EGFR. Hasil: Dari 97 sampel penderita adenokarsinoma paru, didapatkan 36 subjek dengan mutasi EGFR (37,1%) dan 61 subjek non mutasi EGFR (62,9%). Terjadinya mutasi EGFR berhubungan dengan jenis kelamin perempuan (p = 0,009) dan non perokok (p = 0,028). Tidak ada hubungan bermakna antara mutasi EGFR dengan faktor umur (p = 0,667), paparan pekerjaan (p = 0,418), dan riwayat keluarga (p = 0,371). Dari uji multivariat, didapatkan hasil bahwa jenis kelamin perempuan merupakan faktor paling berisiko terhadap kejadian mutasi EGFR (p = 0,010). Kesimpulan: Terdapat perbedaan faktor risiko pada penderita adenokarsinoma paru dengan mutasi EGFR dan non mutasi EGFR. Kelompok dengan jenis kelamin perempuan dan non perokok lebih berisiko terhadap terjadinya adenokarsinoma paru dengan mutasi EGFR, sedangkan kelompok dengan jenis kelamin laki-laki dan perokok lebih berisiko terhadap terjadinya adenokarsinoma paru non mutasi EGFR. Kata kunci: Adenokarsinoma paru, faktor risiko, mutasi EGFR

Item Type:Thesis (Undergraduate)
Subjects:R Medicine > RC Internal medicine
Divisions:Faculty of Medicine > Department of Medicine
Faculty of Medicine > Department of Medicine
ID Code:69365
Deposited By:Ms Lutfiatun Heni
Deposited On:07 Feb 2019 11:14
Last Modified:07 Feb 2019 11:14

Repository Staff Only: item control page