PEMANFAATAN BIJI DURIAN SEBAGAI BAHAN SUBSTITUSI JAGUNG PADA RANSUM AYAM PETELUR TERHADAP KECERNAAN PROTEIN, RETENSI NITROGEN DAN MASSA PROTEIN TELUR

NUGRAHA, YONAS ADYTIA and Mangisah, Istna and Sukamto, Bambang (2019) PEMANFAATAN BIJI DURIAN SEBAGAI BAHAN SUBSTITUSI JAGUNG PADA RANSUM AYAM PETELUR TERHADAP KECERNAAN PROTEIN, RETENSI NITROGEN DAN MASSA PROTEIN TELUR. Undergraduate thesis, Faculty of Animal and Agricultural Sciences.

[img]
Preview
PDF
505Kb
[img]
Preview
PDF
31Kb
[img]
Preview
PDF
132Kb
[img]
Preview
PDF
111Kb
[img]PDF
Restricted to Registered users only

123Kb
[img]PDF
Restricted to Registered users only

311Kb
[img]PDF
Restricted to Registered users only

1028Kb

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengkaji pengaruh tepung biji durian sebagai bahan substitusi jagung pada ransum ayam petelur terhadap kecernaan protein, retensi nitrogen dan masssa protein telur. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 11 Mei sampai 15 Juni 2017 di kandang ayam petelur Fakultas Peternakan dan Pertanian Universitas Diponegoro. Materi yang digunakan dalam penelitian adalah 120 ekor ayam petelur strain Lohmann Brown umur 52 minggu dengan bobot badan 1815,20±174,28 g yang dipelihara ke dalam kandang battery. Bahan penyusun ransum yang digunakan meliputi jagung, bekatul, bungkil kedelai, tepung ikan, CaCO 3 , tepung cangkang kerang, premix, minyak dan tepung biji durian yang disusun dengan kadar energi metabolis dan protein kasar sebesar ±2867,66 kkal dan ±17,71%. Perlengkapan dan peralatan yang digunakan meliputi timbangan digital ketelitian 0,1 g dengan kapasitas 5 kg, kandang battery, penampung ekskreta, HCl 0,1 N, Fe 2 O 3 sebagai indikator dan desinfektan. Pengukuran kecernaan protein dan retensi nitrogen dilakukan dengan menggunakan metode total koeksi berindikator. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan yaitu T0 tanpa tepung biji durian, T1 dengan biji durian 3%, T2 dengan biji durian 6%, T3 dengan biji durian 9%. Parameter penelitian ini meliputi kecernaan protein, retensi nitrogen dan massa protein telur. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan sidik ragam untuk mengetahui pengaruh perlakuan, apabila perlakuan berpengaruh nyata maka dilanjutkan dengan Uji Wilayah Ganda (Duncan) pada taraf signifikasi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan tepung biji durian sebagai bahan substitusi jagung pada ransum ayam petelur secara nyata (p<0,05) menurunkan nilai kecernaan protein, retensi nitrogen dan massa protein telur. Rerata kecernaan protein T0=T1=T2 dan berbeda nyata lebih tinggi dari T3 sebesar 71,84; 70,43; 68,12; 60,69 %. Rerata retensi nitrogen T0=T1=T2 dan berbeda nyata lebih tinggi dari T3 sebesar 1,92; 1,91; 1,82; 1,57 g. Rerata massa protein telur T0=T1 berbeda nyata lebih tinggi dari T2 dan T3 sebesar 5,85; 5,83; 4,99; 4,85 g. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penggunaan tepung biji durian yang baik sebagai bahan substitusi jagung pada ransum ayam petelur yaitu sebesar 3%.

Item Type:Thesis (Undergraduate)
Subjects:S Agriculture > S Agriculture (General)
Divisions:Faculty of Animal and Agricultural Sciences > Department of Animal Agriculture
ID Code:69249
Deposited By:Mr. Perpus FP Admin
Deposited On:06 Feb 2019 10:41
Last Modified:06 Feb 2019 10:41

Repository Staff Only: item control page