Model Sebaran Penurunan Tanah di Wilayah Pesisir Semarang

Ismanto, Aris and Wirasatriya, Anindya and Helmi, Muhammad and Hartoko, Agus and Prayogi, Prayogi (2009) Model Sebaran Penurunan Tanah di Wilayah Pesisir Semarang. International Journal of Marine Sciences (IJMS), 14 (4). pp. 189-196. ISSN 0853 - 7291

[img]
Preview
PDF (Artikel Jurnal)
556Kb
[img]
Preview
PDF (Hasil Per Review)
192Kb

Official URL: https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ijms/issue/...

Abstract

Banjir rob merupakan fenomena bencana yang melanda daerah pesisir Kota Semarang sejak 30 tahun terakhir yang sampai saat ini belum dapat tertanggulangi dan bahkan semakin meluas. Penyebab utama timbulnya banjir rob adalah terjadinya penurunan tanah yang dapat mencapai + 15 cm/tahun. Untuk mengatasi masalah tersebut diperlukan informasi yang akurat mengenai penurunan tanah yang terjadi, terutama mengenai zona sebaran penurunan tanah yang dikaitkan dengan penggunaan lahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sebaran spasial Penurunan Tanah di Pesisir Kota Semarang sehingga diharapkan bisa menjadi acuan bagi Pemerintah Kota Semarang dalam rangka penanggulangan banjir rob. Data spot height peta RBI dan hasil pengukuran lapangan dengan menggunakan DGPS digunakan dalam penelitian ini. Laju penurunan tanah dihitung berdasarkan perbedaan ketinggian wilayah pada saat ini dengan ketinggian wilayah pada spot height peta RBI, tahun 2001. Data citra satelit IKONOS yang didownload dari Google Earth digunakan untuk mengetahui penggunaan lahan eksisting. Pengolahan data dilakukan berbasis Sistem Informasi Geografis dengan menggunakan tool Spatial Analyst pada software Arc GIS 9.1. Hasil penelitian memberikan gambaran bahwa Kota Semarang mempunyai luas 17.073,23 ha dan laju penurunan tanah <1 cm/thn terjadi seluas 3.355,93 ha (19,7%); 1,1–4 cm/thn seluas 6.515,77 ha (38,2%), 4,1–8 cm/thn seluas 5.048,51 (29,6%); 8,1–12 cm/thn seluas 1.685,6 ha (9,9%); dan 12,1–15 cm/thn seluas 467,45 ha (2,7%). Penurunan tanah tersebut menyebar secara spasial di Kecamatan Genuk (8.1-15 cm/th) dan Semarang Utara serta sebagian Semarang Barat (4.1-12 cm/th). Kecamatan Tugu memiliki tingkat penuruan tanah yang relatif rendah, yaitu kurang dari 1 cm/th.

Item Type:Article
Uncontrolled Keywords:Semarang, Banjir Rob, Penurunan tanah
Subjects:S Agriculture > SH Aquaculture. Fisheries. Angling
Divisions:Faculty of Fisheries and Marine Sciences > Department of Marine Science
ID Code:69077
Deposited By:Bayu Munandar
Deposited On:29 Jan 2019 07:05
Last Modified:29 Jan 2019 07:05

Repository Staff Only: item control page