RECOVERY PERAK DARI LIMBAH FOTOGRAFI MELALUI MEMBRAN CAIR BERPENDUKUNG DENGAN SENYAWA PEMBAWA ASAM DI-2-ETIL HEKSILFOSFAT (D2EHPA)

Anwar, Syamsul (2007) RECOVERY PERAK DARI LIMBAH FOTOGRAFI MELALUI MEMBRAN CAIR BERPENDUKUNG DENGAN SENYAWA PEMBAWA ASAM DI-2-ETIL HEKSILFOSFAT (D2EHPA). In: Seminar Tugas Akhir S1 Jurusan Kimia FMIPA UNDIP , Jurusan Kimia UNDIP. (Unpublished)

[img]
Preview
PDF - Presentation
24Kb

Official URL: http://kimia.undip.ac.id

Abstract

Perak merupakan suatu logam berharga, yang digunakan dalam film foto karena sifat fotosensitif. Pengembangan film menyebabkan limbah fotografi dari larutan fixer dan air bilasan mengandung 1.000-10.000 dan 50-200 mg/L, dalam bentuk kompleks perak-tiosulfat. Perak juga dikelompokkan sebagai zat yang berbahaya sehingga penelitian ini dilakukan untuk memperoleh kembali kation Ag+ dari limbah fotografi karena perak memiliki nilai komersial dan sebagai upaya mengurangi pencemaran lingkungan. Recovery perak dari limbah cuci cetak dapat dilakukan dengan metode membran cair berpendukung (SLM), sebagai membran pendukung digunakan PTFE yang direndam selama 2 jam dalam senyawa pembawa D2EHPA 1 M dengan pelarut kerosen dan dilakukan pengadukan selama 6 jam. Untuk mengetahui kondisi optimum dalam recovery perak dilakukan variasi pH larutan umpan 1; 1,5; 2; 2,5; 3; 3,5; 4, larutan penerima HCl; HCl-EDTA; HNO3; HNO3-EDTA; H3PO4; H3PO4-EDTA serta konsentrasi larutan limbah pemekatan ½ kali; pengenceran 0 kali; pengenceran 10 kali. Dari penelitian ini diperoleh % transpor perak dari limbah fotografi dengan variasi pH larutan umpan memberikan % transpor perak optimum pada pH 2,5 yaitu 96,44% dengan larutan penerima HCl, sedangkan untuk % transpor perak pada fasa penerima dengan variasi larutan penerima memberikan hasil optimum pada larutan penerima (HCl-EDTA) yaitu 63,85% dan untuk variasi konsentrasi larutan umpan memberikan hasil optimum pada pengenceran 10 kali. Dapat disimpulkan bahwa kondisi optimum untuk proses recovery perak dari limbah fotografi yaitu pH larutan umpan 2,5 dengan larutan penerima HCl. Sedangkan pada variasi larutan penerima diperoleh hasil optimum pada larutan penerima EDTA-HCl dan pada variasi konsentrasi limbah fotografi, konsentrasi paling encer memberikan hasil optimum dalam proses recovery perak dari limbah fotografi.

Item Type:Conference or Workshop Item (Paper)
Subjects:Q Science > QD Chemistry
Divisions:Faculty of Science and Mathematics > Department of Chemistry
ID Code:6826
Deposited By:Jurusan Kimia FMIPA
Deposited On:16 Feb 2010 09:12
Last Modified:16 Feb 2010 09:12

Repository Staff Only: item control page