ISOLASI SENYAWA DAN UJI AKTIVITAS AFRODISIAK FRAKSI ETIL ASETAT TANAMAN AKAR PURWO (Eryngium foetidum L.)

Hijri Saputro, Rifqi (2007) ISOLASI SENYAWA DAN UJI AKTIVITAS AFRODISIAK FRAKSI ETIL ASETAT TANAMAN AKAR PURWO (Eryngium foetidum L.). In: Seminar Tugas Akhir S1 Jurusan Kimia FMIPA UNDIP , Jurusan Kimia UNDIP. (Unpublished)

[img]
Preview
PDF - Presentation
23Kb

Official URL: http://kimia.undip.ac.id

Abstract

Berbagai jenis tumbuh-tumbuhan di Indonesia telah lama digunakan secara luas sebagai bahan obat tradisional. Salah satu di antaranya adalah akar purwo (Eryngium foetidum L.) yang mempunyai khasiat sebagai analgesik, antibakteri, antivirus, pencegah kanker, antidiabetik dan diuretik. Di beberapa daerah, tanaman ini juga digunakan sebagai agen afrodisiak. Penelitian ini bertujuan menentukan aktivitas afrodisiak fraksi etil asetat serta menentukan senyawa hasil isolasi yang terkandung dalam fraksi tersebut. Penelitian dimulai dengan mengekstraksi akar tanaman akar purwo yang telah dihaluskan dengan metode esktraksi soxhlet menggunakan pelarut etanol. Ekstrak kasar etanol yang dihasilkan difraksinasi berturut-turut menggunakan pelarut n-heksana, metilen klorida dan etil asetat. Ekstrak kasar etanol dan fraksi etil asetat diuji aktivitas afrodisiaknya dengan menggunakan mencit (Mus musculus) galur DDY yang telah diberikan CMC, asetaminofen dan suspensi ekstrak etanol dan fraksi etil asetat. Untuk mendapatkan senyawa, fraksi etil asetat dipekatkan, kemudian dipisahkan endapan pengotornya dengan penambahan air. Fasa etil asetat lalu diuapkan. Endapan yang dihasilkan dicuci dan direkristalisasi menggunakan pelarut-pelarut etil asetat, metilen klorida, kloroform, metanol, aseton dan eter untuk mendapatkan padatan yang paling murni. Padatan yang telah direkristalisasi diidentifikasi kemurniannya dengan kromatografi lapis tipis (KLT) menggunakan pelarut n-heksana, kloroform, etil asetat dan metanol serta ditentukan titik lelehnya. Analisis spektroskopi dilakukan menggunakan spektrofotometri UV-Vis dan FTIR. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fraksi etil asetat mempunyai aktivitas afrodisiak, terbukti mampu memperbaiki aspek vitalitas seksual mencit jantan galur DDY, meliputi peningkatan jumlah penunggangan dan jumlah intromisi serta penurunan latensi penunggangan, latensi intromisi dan latensi ejakulasi. Potensi afrodisiak fraksi etil asetat lebih besar daripada ekstrak etanol. Isolasi senyawa menghasilkan padatan senyawa yang menunjukkan satu noda pada kromatografi lapis tipisnya. Padatan senyawa tersebut berwarna putih, mempunyai titik leleh 170 oC, larut dalam metanol serta tidak larut dalam air, etil asetat, metilen klorida, kloroform, aseton dan eter. Berdasarkan hasil analisis spektroskopi UV-Vis dan FTIR, senyawa diketahui mempunyai gugus alkohol, metil (CH3), karbonil (C=O) serta cincin aromatik. Menurut hasil uji penapisan fitokimia, senyawa ini termasuk ke dalam salah satu dari golongan senyawa alkaloid, triterpenoid, steroid atau flavonoid

Item Type:Conference or Workshop Item (Paper)
Subjects:Q Science > QD Chemistry
Divisions:Faculty of Science and Mathematics > Department of Chemistry
ID Code:6810
Deposited By:Jurusan Kimia FMIPA
Deposited On:15 Feb 2010 14:52
Last Modified:15 Feb 2010 14:52

Repository Staff Only: item control page