Ekstraksi Karotenoid Bakteri Simbion Karang Lunak dan Potensinya Sebagai Antioksidan

Yuvianti Dwi Franyoto, Ahmad Fuad Masduqui, Lia Kusmita, Sulistiyani, Diah Permata Wijayanti (2018) Ekstraksi Karotenoid Bakteri Simbion Karang Lunak dan Potensinya Sebagai Antioksidan. 000110281.

[img]
Preview
PDF (Peer Review)
489Kb
[img]
Preview
PDF (Surat Pencatatan Ciptaan)
480Kb
[img]
Preview
PDF (Ekstraksi Karotenoid Bakteri Simbion Karang Lunak dan Potensinya Sebagai Antioksidan)
2413Kb

Abstract

Karotenoid merupakan pigmen yang berwarna kuning, merah sampai orange (Gross 1991; Stahl and Sies 2003). Bauerfeind (1981) serta Britton dan Goodwin (1982) telah memanfaatkan karotenoid dalam bidang kesehatan. Salah satu manfaat yang paling potensial adalah antioksidan (Dutta et al. 2005; Rao dan Rao 2007; Fiedor and Burda 2014). Pigmen tersebut merupakan salah satu pigmen yang dapat dihasilkan ole organisme termasuk organisme yang ada di laut yang merupakan salah satu pigmen yang dapat dihasilkan oleh organisme termasuk organisme yang ada dilaut yang merupakan potensi alam luar biasa di Indonesia. Pigmen karotenoid adalah contoh senyawa bioaktif yang banyak ditemukan pada organisme laut sepert alga, sponge, karang lunak, dan lain lain (Britton, 1991). Karang lunak adalah salah satu organisme laut yang memiliki kandungan karotenoid yang beragam jenisnya. Karotenoid tersebut banyak dimanfaatkan dalam berbagai bidang, misalnya farmasi. Namun, kalau terus menerus dimanfaatkan ini akan menyebabkan eksploitasi berlebihan yang mengancam keberadaan terumbu karang ini. Maka perlu adanya inovasi dengan memanfaatkan mikroba yang dominan sebagai simbion pada terumbu tersebut. MIkroba memiliki kelebihan yaitu pertumbuhannya yang sangat cepat jadi tidak merusak ekosistem yang ada dilaut. Untuk menarik karotenoid dari bakteri membutuhkan modifikasi metode ekstraksi yang dilakukan karena dinding selnya yang tebal. Sifat dari karotenoid juga mudah rudak karena cahaya, udara, dan panas (Bonnie dan Choo, 1999). Karotenoid juga terdiri dari 2 golongan yaitu karoten dan xantofil (Gross, 1991). Jenis karoten bersifat lebih non polar, dan jenis xantofil bersifat lebih polar dibandingkan karoten. Berdasarkan Sifat tersebut maka perlu dicari pelarut yang cocok dalam menarik karotenoid berdasarkan jenisnya. Penelitian ini perlu dilakukan untuk mencari metode ekstraksi karotenoid yang berasal dari bakteri simbion karang lunak. Metode ekstraksi ini sangat penting dalam mendapatkan karotenoid secara maksimal dan tidak rusak.

Item Type:Patent
Subjects:Q Science > Q Science (General)
S Agriculture > SH Aquaculture. Fisheries. Angling
Divisions:Faculty of Fisheries and Marine Sciences > Department of Marine Science
ID Code:67330
Deposited By:Dr. Ir. Diah Permata Wijayanti
Deposited On:29 Nov 2018 15:34
Last Modified:06 Aug 2019 17:15

Repository Staff Only: item control page