FAKTOR RISIKO KEJADIAN STUNTING PADA ANAK USIA 2–5 TAHUN DI DAERAH PERTANIAN

Alim, Kusuma Yati and Rosidi, Ali and Suhartono, Suhartono (2018) FAKTOR RISIKO KEJADIAN STUNTING PADA ANAK USIA 2–5 TAHUN DI DAERAH PERTANIAN. Masters thesis, Universitas Diponegoro.

[img]
Preview
PDF (If you need this thesis, please come to Department of Nutrition Science, FK Undip) - Accepted Version
172Kb

Official URL: https://expocpnsbumn.blogspot.com/

Abstract

Latar Belakang: Prevalensi stunting di Kecamatan Wanayasa mencapai 23,7%. Rendahnya asupan gizi, faktor genetik dan paparan pestisida merupakan salah satu faktor yang berpengaruh terhadap kejadian stunting. Paparan pestisida sendiri dapat mengakibatkan gangguan metabolisme, pertumbuhan dan perkembangan anak. Kecamatan Wanayasa merupakan daerah pertanian kentang dan sayur dengan intensitas penggunaan pestisida yang tinggi dalam pengolahan lahannya. Tujuan: Menganalisis faktor risiko stunting pada anak usia 2-5 tahun di Kecamatan Wanayasa Kabupaten Banjarnegara. Metode : Desain penelitian yang digunakan adalah case control dengan jumlah sampel 47 kasus (stunting) dan 47 kontrol (tidak stunting). Pemilihan subjek secara purposive sampling dengan matching umur dan jenis kelamin. Data diperoleh melalui pengukuran tinggi badan ,berat badan serta wawancara terstruktur dan untuk asupan gizi dengan metode food frequency questionnaires (FFQ) semikuantitatif. Data dianalisis menggunakan uji chi-square, menghitung Odds Rasio (OR) dan metode regresi logistik. Hasil: Nilai skor Z TB/U terendah pada kelompok kasus adalah -5,4SD dan tertinggi -2,55SD, umur balita terendah pada kelompok kasus 24 bulan dan pada kelompok kontrol 27 bulan. Sebagian besar pekerjaan ibu baik pada kelompok kasus (51,1%) maupun pada kelompok kontrol (57,4%) adalah sebagai petani. Pada analisis bivariat riwayat penyakit kehamilan ibu, paritas, kelahiran prematur, riwayat imunisasi, riwayat infeksi, tingkat kecukupan gizi (kalsium, zink, protein), riwayat paparan pestisida bumil tidak berhubungan secara bermakna dengan kejadian stunting.Tinggi badan ibu < 150 cm (OR = 10,07, 95% CI : 3,57-28,38), panjang badan lahir (OR = 11,04, 95% CI : 4,19-29,06), dan riwayat paparan pestisida pada anak (OR = 4,21, 95% CI : 1,77-10,04) sebagai faktor risiko stunting. Simpulan: Panjang badan lahir anak merupakan faktor risiko yang paling dominan terhadap kejadian stunting pada anak usia 2-5 tahun.

Item Type:Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords:anak usia 2-5 tahun, daerah pertanian, panjang badan lahir, stunting
Subjects:R Medicine > R Medicine (General)
Divisions:School of Postgraduate (mixed) > Master Program in Nutrition Science
ID Code:67315
Deposited By:Dian Widanarta
Deposited On:29 Nov 2018 13:25
Last Modified:29 Nov 2018 13:25

Repository Staff Only: item control page