Pengukuran & Analisis Kinerja Unit Perusahaan Menggunakan Metode Sink's Seven Performance Criteria (Studi Kasus Unit Spinning 2 PT. Apac Inti Corpora)

Suliantoro, Hery and Nugrahani Hargita , Marisa (2007) Pengukuran & Analisis Kinerja Unit Perusahaan Menggunakan Metode Sink's Seven Performance Criteria (Studi Kasus Unit Spinning 2 PT. Apac Inti Corpora). diponegoro univercity. (Unpublished)

[img]Microsoft Word
25Kb

Abstract

Meningkatkan kinerja organisasi sangatlah penting untuk dapat bertahan dalam dunia usaha yang sangat kompetitif. Kinerja suatu perusahaan diukur berdasarkan aspek-aspek tertentu yang dianggap memberikan kontribusi terhadap kinerja perusahaan secara keseluruhan. Setiap jenis perusahaan memiliki factor-faktor unik yang mendukung tingkat kinerjanya. Identifikasi faktor-faktor ini merupakan nilai tambah bagi manajemen tingkat atas perusahaan dalam menentukan kebijakan yang berkaitan dengan unit-unit perusahaannya. Sebagai organisasi yang berorientasi pada keuntungan (profit oriented), sistem pengukuran kinerja yang digunakan PT AIC saat ini lebih memfokuskan pada pencapaian aspek finansial. Sedangkan menurut unit produksi, terutama dengan adanya tuntutan efisiensi oleh perusahaan, aspek-espek teknis yang berhubungan dengan proses produksi dan sumber daya yang digunakan dirasa jauh lebih penting. Sistem pengukuran kinerja di unit spinning 2 saat ini belum mampu memberikan informasi pada perusahaan mengenai target, peningkatan maupun penurunan aspek non finansial secara menyeluruh. Oleh karena itu diperlukan suatu metode pengukuran yang dapat mendeskripsikan dan mengidentifikasikan aspek-espek teknis maupun non teknis yang mempengaruhi kinerja unit produksi, sampai sejauh mana tingkat pencapaian unit serta dapat menjadi pertimbangan pihak manajemen dalam menentukan arah peningkatan kinerja selanjutnya. Sink’s Seven Performance Criteria merupakan salah satu metode pengukuran kinerja yang menggambarkan kinerja sebagai hubungan yang kompleks dari tujuh kriteria. Metode ini mampu memberikan definisi yang jelas dari tiap kriteria yang pada prakteknya sering mengalami kerancuan. Dari hasil perancangan sistem pengukuran kinerja unit dengan metode Sink’s Seven Performance Criteria, diperoleh 34 Key Performance Indicator (KPI) yang diperoleh sebagai tolok ukur untuk tujuh kriteria. Proses perancangan menggunakan tools Analytic Hierarchy Process (AHP) untuk menyusun hierarki kinerja penentuan bobot, serta konsistensinya. Pengukuran kinerja dilakukan dengan menggunakan tools Objectime Matrix (OMAX) dan diperoleh bahwa indeks kinerja unit spinning 2 PT AIC adalah sebesar 40,82% dengan indicator pencapaian berwarna kuning.Dari 34 KPI, terdapat 7 KPI yang memiliki indicator berwarna merah dan membutuhkan penanganan dengan segera yaitu rasio pencapaian mix yarn,rasio produktivitas mesin, rasio operating expenses, jumlah perbaikan oleh gkm, rasio penggunaan listrik, rasio training karyawan dan tingkat efektifitas kapasitas mesin. Hasil pengukuran menjadi landasan pihak manajemen untuk mengevaluasi dan menentukan rencana kerja perbaikan KATA KUNCI : Sink’s Seven Performance Criteria, pengukuran kinerja, Analytic Hierarchy Process (AHP),Objective Matrix ( OMAX)

Item Type:Other
Subjects:T Technology > T Technology (General)
T Technology > TS Manufactures
Divisions:Faculty of Engineering > Department of Industrial Engineering
Faculty of Engineering > Department of Industrial Engineering
ID Code:6731
Deposited By:Admin teknik industri
Deposited On:10 Feb 2010 09:27
Last Modified:10 Feb 2010 09:27

Repository Staff Only: item control page