FAKTOR RISIKO KEJADIAN STUNTING PADA ANAK USIA 2-5 TAHUN DI WILAYAH PEGUNUNGAN DAN PESISIR PANTAI

Leo, Agnes Rihi and Subagyo, Hertanto Wahyu and Kartasurya, Martha Irene (2017) FAKTOR RISIKO KEJADIAN STUNTING PADA ANAK USIA 2-5 TAHUN DI WILAYAH PEGUNUNGAN DAN PESISIR PANTAI. Masters thesis, Universitas Diponegoro.

[img]
Preview
PDF (If you need this thesis, please come to Department of Nutrition Science, FK Undip) - Accepted Version
99Kb

Official URL: https://expocpnsbumn.blogspot.com/

Abstract

Latar Belakang: Prevalensi stunting di Kabupaten Kupang mencapai 51,4% di atas prevalensi nasional (37,2%). Penelitian sebelumnya menunjukan adanya perbedaan tingkat asupan dan kerentanan penyakit infeksi berdasarkan ketinggian tempat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor risiko kejadian stunting di wilayah pegunungan dan pesisir. Metode: Jenis penelitian adalah penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional, didukung data kualitatif yang diperoleh melalui wawancara mendalam. Subjek adalah anak usia 2-5 tahun yang dipilih secara purposive pada posyandu terpilih, 114 anak dari daerah pegunungan dan 114 anak dari pesisir yang masing-masing terdiri dari 57 anak stunting (TB/U <-2SD) dan 57 anak normal (TB/U ≥-2SD). Analisis bivariat menggunakan uji chi square dan analisis multivariat menggunakan regresi logistik. Hasil: Faktor risiko kejadian stunting di pegunungan adalah Tingkat kecukupan protein yang rendah (POR= 12,4; 95%CI: 4,32-35,63), tingkat kecukupan Zn yang rendah (POR= 5,91; 95%CI: 2,38-14,69), tingkat kecukupan Fe yang rendah (POR= 8,8; 95%CI: 3,26-23,75), dan ASI tidak eksklusif (POR= 2,93; 95%CI: 1,29-6,68). Faktor risiko kejadian stunting di pesisir adalah tingkat kecukupan energi yang rendah (POR= 7,65; 95%CI: 2,83-20,65), tingkat kecukupan Zn yang rendah (POR= 3,74; 95%CI: 1,72-8,16), dan tingkat kecukupan Fe yang rendah (POR= 3,32; 95%CI: 1,19-9,24). Simpulan: Terdapat perbedaan faktor risiko kejadian stunting di wilayah pegunungan dan pesisir pantai. Faktor risiko stunting paling kuat pegunungan adalah pemberian ASI tidak eksklusif dan tingkat kecukupan protein yang rendah sedangkan di pesisir adalah tingkat kecukupan energi yang rendah.

Item Type:Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords:Stunting, faktor risiko, pegunungan, pesisir
Subjects:R Medicine > R Medicine (General)
Divisions:School of Postgraduate (mixed) > Master Program in Nutrition Science
ID Code:67218
Deposited By:Dian Widanarta
Deposited On:29 Nov 2018 09:48
Last Modified:29 Nov 2018 10:00

Repository Staff Only: item control page