MINYAK GORENG KOMERSIAL SEBAGAI MEDIA PENGHANTAR PANAS TEMPE DAN CARRIER VITAMIN A: PERUBAHAN-PERUBAHAN SIFAT FISIKA DAN KIMIA MINYAK GORENG SERTA PENGARUH TEMPE GORENG TERHADAP RETINOL SERUM MENCIT (Mus musculus)

Jumesti, Veronica Eka and Murwani, Retno and Kumoro, Andri Cahyo (2016) MINYAK GORENG KOMERSIAL SEBAGAI MEDIA PENGHANTAR PANAS TEMPE DAN CARRIER VITAMIN A: PERUBAHAN-PERUBAHAN SIFAT FISIKA DAN KIMIA MINYAK GORENG SERTA PENGARUH TEMPE GORENG TERHADAP RETINOL SERUM MENCIT (Mus musculus). Masters thesis, Universitas Diponegoro.

[img]
Preview
PDF (If you need this thesis, please come to Department of Nutrition Science, FK Undip) ) - Accepted Version
81Kb

Official URL: https://expocpnsbumn.blogspot.com/

Abstract

Latar Belakang: Minyak goreng berfungsi sebagai penghantar panas, membuat makanan menjadi matang, dan pembawa fortifikan vitamin A. Selama penggorengan, minyak goreng mengalami perubahan sifat fisika dan kimia. Tujuan: Mengetahui perubahan sifat fisika dan kimia minyak kelapa (MK), minyak kelapa sawit (MS), dan minyak kelapa sawit yang difortifikasi vitamin A (MSA) yang digunakan untuk menggoreng tempe 5 kali dan pengaruh tempe goreng terhadap kadar retinol serum mencit (Mus musculus). Metode : Tiga jenis minyak goreng digunakan untuk menggoreng tempe 5 kali kemudian dianalisis perubahan fisika dan kimianya. Dua puluh satu ekor mencit dibagi acak menjadi 3 kelompok: diberi pakan tempe goreng yang digoreng menggunakan MK, MS, dan MSA. Tempe goreng diberikan kepada mencit sebagai pakan selama 7 hari. Analisis kadar retinol serum dilakukan sebelum dan setelah pemberian pakan tempe goreng. Data yang diperoleh diuji dengan uji Uji T dan Anova, lalu dilanjutkan dengan uji beda antar perlakuan dengan BNT. Hasil : Terjadi peningkatan kekeruhan, Free Fatty Acid (FFA), bilangan peroksida, karotenoid, dan retinol baik pada MK, MS, dan MSA (p<0,05). Terjadi penurunan bilangan iodin pada MK, MS, dan MSA (p<0,05). Setelah pemberian pakan tempe goreng terjadi peningkatan retinol serum baik pada MK, MS, dan MSA (p<0,05). Kesimpulan : Peningkatan kekeruhan, FFA, bilangan peroksida, karotenoid, dan retinol yang paling tinggi berturut-turut adalah MS, MSA, MSA, MS, dan MSA. Penurunan bilangan iodin yang paling tinggi terjadi pada MSA. Peningkatan retinol serum paling tinggi adalah pada kelompok MSA.

Item Type:Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords:minyak goreng, vitamin A, retinol serum, mencit (Mus musculus)
Subjects:R Medicine > R Medicine (General)
Divisions:School of Postgraduate (mixed) > Master Program in Nutrition Science
ID Code:67091
Deposited By:Dian Widanarta
Deposited On:26 Nov 2018 10:37
Last Modified:26 Nov 2018 10:37

Repository Staff Only: item control page