Pengaruh Pemberian Klorofilin Terhadap Kadar Nitric Oxide Dan Malondialdehyde Pada Tikus Hiperkolesterolemia

Pontang, Galeh Septiar and Johan, Andrew and Subagio , Hertanto Wahyu (2014) Pengaruh Pemberian Klorofilin Terhadap Kadar Nitric Oxide Dan Malondialdehyde Pada Tikus Hiperkolesterolemia. Masters thesis, Universitas Diponegoro.

[img]
Preview
PDF (If you need this thesis, please come to Department of Nutrition Science, FK Undip) - Accepted Version
38Kb

Official URL: https://expocpnsbumn.blogspot.com/

Abstract

Latar Belakang: Disfungsi endotel dikenal sebagai tahap awal dari aterosklerosis. Peningkatan stres oksidatif pada hiperkolesterolemia memicu disfungsi endotel yang ditandai dengan penurunan ketersediaan biologis oksida nitrat (NO). Studi eksperimental menunjukkan bahwa klorofilin memiliki aktivitas antioksidan yang efektif. Tujuan: Mengetahui pengaruh klorofilin pada oksida nitrat (NO) dan malondialdehid (MDA) tingkat tikus hiperkolesterolemia. Metode: Penelitian eksperimen dengan rancangan post test only dilakukan terhadap 24 ekor tikus Sprague Dawley secara acak dibagi menjadi empat kelompok: tanpa pengobatan (kontrol teknis / K1), hiperkolesterolemia (kontrol negatif / K2), hiperkolesterolemia dengan klorofilin pada dosis 1,8 mg / 200 g / d (P1) dan hiperkolesterolemia dengan klorofilin pada dosis 3,34 mg / 200g / d (P2). Klorofilin dilarutkan dalam air dan diberi melalui pipa nasogastrik selama 21 hari setelah tikus mendapat hiperkolesterolemia. Kadar kolesterol total darah diukur dengan metode CHOD-PAP, tingkat NO plasma diukur dengan reaksi Griess dan tingkat MDA plasma diukur dengan metode TBARS. Uji hipotesis dianalisis dengan One Way Anova dilanjutkan dengan Post hoc LSD tes dan Kruskall Wallis pada tingkat signifikan 0,05. Hasil: Kadar NO plasma yang terendah pada kelompok P2 (0,203 + 0,015 M) dan tertinggi pada kelompok K2 (0.224 ± 0.001 M), tetapi tidak ada perbedaan tingkat NO plasma antar kelompok (p = 0,118). Ada perbedaan plasma MDA antar kelompok (p = 0,001). P1 dan P2 kelompok plasma MDA lebih rendah dibanding dengan K2 (2,40 + 0,11 nmol / ml), ditandai dengan (1,94 0,07 nmol / ml, p = 0,0001) dan (1,37 0,13 nmol / ml, p = 0,0001). Kadar MDA kelompok K1 lebih tinggi (0,94 + 0,05 nmol / ml, p = 0,0001). Simpulan: pengobatan chlrophyllin tidak memiliki efek pada tingkat NO plasma, tetapi memberikan efek penurunan plasma MDA.

Item Type:Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords:klorofilin, oksida nitrat, malondialdehid, hiperkolesterolemia
Subjects:R Medicine > R Medicine (General)
Divisions:School of Postgraduate (mixed) > Master Program in Nutrition Science
ID Code:66753
Deposited By:Dian Widanarta
Deposited On:21 Nov 2018 10:58
Last Modified:21 Nov 2018 10:58

Repository Staff Only: item control page