Pusat Seni Rupa Kontemporer untuk Anak-Anak di Yogyakarta

Widya, Widya (2004) Pusat Seni Rupa Kontemporer untuk Anak-Anak di Yogyakarta. Undergraduate thesis, Jurusan Arsitektur Fakultas Teknik Undip.

[img]
Preview
PDF - Published Version
56Kb

Abstract

1. Latar Belakang Upaya mencerdaskan kehidupan bangsa merupakan salah satu amanat luhur yang tertuang dalam pembukaan Undang-Undang Dasar 1945. Hal tersebut diperkuat dengan pasal 30 UUD 1945. Sesuai dengan amanat tersebut, pendidikan dasar seyogianya diperkenalkan secara lebih dini terhadap anak didik sebagai “calon” atau “kader-kader” penerus bangsa. Salah satu pendidikan yang dibutuhkan oleh anak-anak adalah pendidikan kesenian. Dengan memperkenalkan kesenian pada anak-anak sejak usia dini, dapat menumbuhkan apresiasi anak terhadap kesenian disamping meningkatkan daya imajinasi dan kreatifitas. Dibandingkan dengan kesenian tradisional, kesenian kontemporer cenderung lebih mudah untuk diserap anak-anak karena sifatnya yang tidak terikat dengan aturan-aturan yang konvensional. Kesenian kontemporer terbagi menjadi dua, seni pertunjukan dan seni rupa. Jika dibandingkan dengan seni pertunjukan, seni rupa lebih mudah untuk diajarkan kepada anak-anak karena tidak mengharuskan adanya kerjasama kelompok dalam jumlah besar ( Sumber : Artikeldi Encarta Encyclopedia 2004, yang ditulis oleh Ross. A Thompson) Yogyakarta dengan predikatnya sebagai kota budaya juga memiliki potensi yang besar dalam hal kesenian kontemporer. Terbukti dengan seringnya diadakan festival Kesenian di Yogyakarta, banyaknya lembaga-lembaga pendidikan kesenian seperti misalnya Institut Seni Indonesia, seringnya diadakan event mengenai kesenian kontemporer, disamping Malioboro yang sudah lama terkenal sebagai pusat penjualan barang-barang kerajinan dan cindera mata yang memiliki nilai seni tersendiri, selain itu Yogyakarta juga kaya dengan komoditas-komoditas seni kontemporr lainnya baik berupa seni keramik, perak, batik kreasi baru, kayu, bamboo dan lain-lain ( Sumber : Artikel Kompas, 15 Oktober 2003, hal 10 ). Satu hal yang dapat menjadi petualang dari kedua fenomena diatas adalah, belum tersedianya suatu wadah khusus yang dapat memperkenalkan berbagai komoditas kesenian local Yogyakarta tersebut kepada anak-anak sekaligus memberikan pengenalan dan pelatihan kepada anak-anak dalam hal pembuatanya. Suatu wadah khusus yang dimaksud tentunya memperhatikan berbagai aspek yang berhubungan dengan karakteristik anak, sehingga dapat secara lebih efktif memberikan dampak edukatif dan rekreatif pada anak-anak. Dengan demikian keberadaan sebuah Pusat Seni Rupa kontemporer untuk Anak-Anak di Yogyakarta dapat menjadi wadah bagi fasilitas edukatif dan rekreatif di luar sekolah bagi anak-anak dimana didalamnya tersedia berbagai sarana yang dapat menumbuhkembangkan apresiasi dan kreativitas anak terhadap seni rupa kontemporer. Dalam hal penekanan desain, faktor-faktor yang berpengaruh adalah factor karakteristik anak dan factor identitas lokalkota Yogyakarta. Faktor karakteristik anak berhubungan dengan tampilan bangunan, pola tapak, konsep ruang dan warna. Faktor identitas lokal dari Yogyakarta berhubungan dengan bentuk bangunan, ragam hias, dan bahan bangunan. Untuk menghasilkan desain yang dapat menggabungkan kedua faktor tersebut secara harmonis, dibutuhkan suatu penekanan desain yang memberikan perhatian terhadap unsure-unsur lokal dengan tetap mengutamakan modifikasi dan penyesuaian unsure-unsur tersebut terhadap unsur-unsur modern. Dengan demikian penekanan desain yang digunakan pada Pusat Seni Rupa Kontemporer untuk Anak-Anak di Yogyakarta adalah Contemporary Vernacular yaitu penekanan desain yang menampilkan unsur-unsur local tertentu pada bangunan dalam bentuk-bentuk baru dan berhubungan dengan realita kontemporer yang ada, sebagaimana didefinisikan oleh William S.W Lim (1998,hal 23). 2. Tujuan dan Sasaran Tujuan proposal judul ini adalah untuk menggali, menganalisa dan merumuskan hal-hal yang berhubungan dengan pusat seni rupa kontemporer untuk anak-anak. Hal tersebut selanjutnya digunakan sebagai data awal yangkemudian dikembangkanberdasarkan studi banding dan studi literatur dalam perancangan fisik Pusat Seni Rupa Kontemporer untuk Anak-Anak di Yogyakarta. Sedangkan sasaran yang ingin dicapai adalah merumuskan landasan teori dan program dasar perencanaan dan perancangan Pusat Seni Rupa Kontemporer untuk Anak-Anak di Yogyakarta beserta program dan kapasitas ruang bangunannya 3. Batasan dan Lingkup Penulisan 1) Secara subtansial Merencanakan dan merancang Pusat Seni Rupa Kontemporer untuk Anak-Anak yang dibiayai oleh pihak swasta. Lingkup pembahasan mencakup hal-hal yang berkaitan dengan Pusat Seni Rupa Kontemporer untuk Anak-Anak yang tidak hanya berfungsi sebagai tempat pelatihan seni rupa untuk anak-anak, akan tetapi juga sebagai tempat pameran dan tempat rekreasi bagi anak-anak. 2) Secara spasial Perencanaan dan perancangan Pusat Seni Rupa Kontemporer untuk Anak-Anak ini berlokasi di wilayah Yogyakarta. Dalam menentukan wilayah yang tepat sebagai Pusat Seni Rupa Kontemporer untuk Anak-Anak yang diperhatikan adalah aspk-aspek : (1) Pemilihan lokasi disesuaikan dengan kebutuhan ruang sebuah pusat seni rupa (2) Penentuan lokasi dan tapak menggunakan metode pembobotan dengan memperhatikan aspek-aspek yang berpengaruh. 4. Metodologi Penulisan Dalam penyusunan Landasan Program Perencanaan dan Perancangan Arsitektur Pusat Seni Rupa Kontemporer untuk Anak-Anak ini, metode penulisan yang digunakan adalah metode deskriptif analisis, yaitu suatu metode atau cara dalam penelitian yang berusaha mendeskripsikan atau menggambarkan dan melukiskan fenomena atau hubungan antar fenomena yang diteliti dan dianalisis dengan sistematis, factual, dan akurat. Dengan cara menentukan program ruang, jumlah kapasitas, lokasi dan tapak, dan persyatan teknis bangunan. Penggunaan metode deskriptif ini dimaksudkan agar dapat diperoleh gambaran mengenai Pusat Seni Rupa Kontemporer untuk Anak-Anak yang ideal dan dapat digunakan sebagai acuan dalam perencanaan dan perancangan Pusat Seni Rupa Kontemporer untuk Anak-Anak di Yogyakarta. Sebagai alat dalam metodeadalah literatur baik mengenai fisik maupun non fisik sebuah tempat pameran maupun pelatihan seni rupa, serta fasilitas yang ditujukan oleh anak-anak. Cara yang dipergunakan adalah studi banding, analisa ruang dan wawancara dengan pihak-pihak terkait. Adapun data yang dikumpulkan adalah mengenai : a. Kegiatan yang dilakukan pada sebuah Pusat Seni Rupa Kontemporer yang ditujukan untuk anak-anak, hal ini untuk mengetahui kebutuhan ruang dan besaran ruang yang dibutuhkan. Caranya adalah dengan menggabungkan berbagai studi banding dari beberapa jenis bangunan yang memiliki kesamaan sifat, yaitu ditujukan untuk anak-anak, berhubungan dengan seni rupa kontemporer dan memiliki salah satu fasilitas utama berupa workshop. b. Kapasitas dari sebuah Pusat Seni Rupa Kontemporer untuk Anak-Anak, untuk menentukan luas ruang yang dibutuhkan. c. Lokasi dan tapak dimana pusat seni rupa untuk anak-anak berada, untuk menentukan persyaratan pembobotan dan pemilihan lokasi dan tapak yang sesuai dengan sebuah Pusat Seni Rupa Kontemporer untuk Anak-Anak. d. Masalah teknis bangunan, untuk menentukan persyaratan teknis sebuah Pusat Seni Rupa Kontemporer untuk Anak-Anak seperti sistem jaringan utilitas dan struktur bangunan. e. Penekanan desain, untuk menentukan citra bangunan yang ideal untuk sebuah Pusat Seni Rupa Kontemporer untuk Anak-Anak yang memperhatikan karakteristik anak-anak dan unsur-unsur lokal dari kota Yogyakarta. Pengumpulan data primer, merupakan salah satu langkah yang ditempuh untuk memperoleh data objek secara langsung dengan metode wawancara dengan pihak terkait. Adapun studi banding yang dilakukan dengan observasi langsung dilakukan di Rumah Seni Cemeti, Museum Affandi dan workshop Tom’s Silver untuk mendapatkan gambaran mengenai persyaratan dan kebutuhan desain untuk sebuah Pusat Seni Rupa Kontemporer untuk Anak-Anak. Wawancara dilakukan pada pihak-pihak yang terkait seperti para pengrajin, pihak Dinas Tata kota dan pihak Dinas Pendidikan dan Pengajaran Yogyakarta untuk memperoleh data-data yang terkait dengan perancangan Pusat Seni Rupa kontemporer untuk Anak-Anak. Untuk melengkapi data yang ada, dilakukan pengumpulan data sekunder baik berupa studi literatur-literatur yang berhubungan dengan seni rupa kontemporer, seni rupa kontemporer yang terdapat di Yogyakarta, 5. Sistematika dan Kerangka Penulisan 1) Sistematika Penulisan Bab I. Pendahuluan Berisi tentang latar belakang perlunya dibangun sebuah Pusat Seni Rupa kontemporer untuk Anak-Anak di Yogyakarta, tujuan dan sasaran pembahasan, lingkup pembahasan, sistematika pembahasan dan kerangka bahasan LP3A. BaB II. Tinjauan Teori Berisi tinjauan mengenai pengertian kata pusat menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia dan lain-lain, Pengertian seni rupa kontemporer menurut Bastomo, Nuarsa dan lain-lain, teori mengenai psikolog anak menurut Winkel dan lain-lain, tinjauan fasilitas dan tapak dari pusat seni menurut Chiara dan lain-lain, tinjauan jenis-jenis seni rupa kotemporer di Yogyakarta dan tinjauan Pusat Seni Rupa kontemporer untuk Anak-Anak dengan dasar pustaka. Bab III. Tinjauan Kota Yogyakarta Berisi tentang aspek fisik kota Yogyakarta, gambaran keadaan penduduk kota Yogyakarta, visi pembangunan kota Yogyakarta, tinjauan kepariwisataan kota Yogyakarta, profil seni rupa kontemporer di Yogyakarta, profil anak-anakYogyakarta dan tinjauan Pusat Seni Rupa kontemporer untuk Anak-Anak terhadap Kota Yogyakarta. Bab IV. Studi Banding Museum Seni Kontemporer untuk anak-anak Berisi tentang studi banding museum anak-anak dengan sumber pustaka yang meliputi Austin Children’s Museum di Texas, Children’s Museum of Indianapolis, Chicago’s Children Museum.Studi banding pusat, rumah dan museum seni kontemporer dengan sumber pustaka dan survey lapangan yang meliputi Wexner Center, Rumah Seni Cemeti, Museum Affandi, Workshop kerajinan perak dan kulit Tom’s Silver, workshop kerajinan keramik Darjo, kesimpulan studi banding serta persyaratan dan kebutuhan desain Pusat Seni Rupa Kontemporer untuk Anak-Anak. Bab V. Batasan dan Anggapan Berisi batasan dan anggapan mengenai perencanaan dan perancangan Pusat Seni Rupa Kontemporer untuk Anak-Anak yang selanjutnya akan digunakan untuk pendekatan fungsional, kinerja, arsitektural dan kontekstual. Bab VI. Pendekatan dan Program Perencanaan dan Perancangan Arsitektur Berisi tentang penjabaran titik tolak pendekatan, dasar pendekatan, pendekatan terhadap esensi dan subtansi berupa : Pendekatan Aspek Fungsional, Pendekatan Aspek Kinerja, Pendekatan Struktur Bangunan, Pendekatan Aspek Arsitektural, Pendekatan Penataan Ruang dan Pendekatan Aspek Kontekstual. Bab VII. Konsep dan Program Dasar Perencanaan dan Perancangan Berisi tentang konsep dasar perencanaan yang meliputi program dan luas ruang, serta luas dan ukuran tapak, konsep dasar perancangan yang meliputi aspek kontekstual tapak, aspek kinerja, aspek teknis dan aspek arsitektural.

Item Type:Thesis (Undergraduate)
Subjects:N Fine Arts > NA Architecture
Divisions:Faculty of Engineering > Department of Architecture Engineering
Faculty of Engineering > Department of Architecture Engineering
ID Code:6641
Deposited By:arsitek Agus Pramono arsitek
Deposited On:08 Feb 2010 11:05
Last Modified:08 Feb 2010 11:05

Repository Staff Only: item control page