MODEL INTRUSI AIR LAUT TERHADAP AIR TANAH PADA AKUIFER TERTEKAN DI KOTA SEMARANG

SUHARTONO, Edy and Purwanto, Purwanto and Suripin, Suripin (2015) MODEL INTRUSI AIR LAUT TERHADAP AIR TANAH PADA AKUIFER TERTEKAN DI KOTA SEMARANG. PhD thesis, Program of Postgraduate.

[img]
Preview
PDF
466Kb
[img]PDF
Restricted to Repository staff only

100Mb
[img]PDF
Restricted to Repository staff only

330Kb
[img]
Preview
PDF
808Kb

Abstract

Kota Semarang adalah salah satu kota besar di Indonesia yang terletak di wilayah pesisir, berpotensi mengalami intrusi air laut. Pengambilan air tanah meningkat sekitar 16 % per tahun dari 427.050 m3/tahun pada tahun 1900, menjadi 39.189.827 m3/tahun pada tahun 2000, berpeluang menjadi faktor pemicu terjadinya intrusi air laut.Tujuan dari penelitian ini adalah mengembangkan model intrusi air laut dengan menggunakan indikator Klorida pada air tanah di akuifer tertekan. Penelitian adalah deskriptif kuantitatif, populasi Sumur Bor Dalam dan sampel sebanyak 41buah. Persamaan adveksi-difusi 1 dimensi sebagai bentuk persamaan transportasi massa Klorida, penyelesaian model dengan metode numerik. Hasil penelitian, dari tahun 2009 s/d 2013, pertambahan jarak lahan yang terintrusi air laut meningkat dari 2,4 km menjadi 3,5 km. Model intrusi mengikuti persamaan adveksidifusi 1 dimensi, pengambilan air tanah mengakibatkan kerapatan massa tanah berkurang dari 4,625kg/m3 menjadi 1,588 kg/m3 s/d 2,688 kg/m3. Pada tahun 2035, intrusi air laut diprediksi mencapai 3,7 km dari garis pantai di jalur barat, 4,6 km dari garis pantai di jalur tengah, dan 4,3 km dari garis pantai di jalur timur. Kesimpulan, pertambahan jarak akuifer tertekan yang terintrusi air laut adalah 36 - 60 m/tahun. Pengambilan air tanah mengakibatkan berkurangnya kerapatan massa tanah sekitar 58 - 66 % dari kondisi semula. Pada tahun 2035, intrusi air laut meningkat 40 % dari kondisi tahun 2013. Pengendalian pencemaran air tanah perlu ditingkatkan dan model dapat digunakan sebagai alat untuk informasi awal dalam pengambilan keputusan pada pengelolaan air tanah. Kata kunci : air tanah, Klorida, intrusi air laut Semarang City is one of the major cities in Indonesia is located in coastal areas, potentially of the seawater intrusion. The pumping of groundwater will increased by about 16% per year from 427,050 m3/yr in 1900, being 39,189,827 m3/yr in 2000, is likely to be a trigger factors. The aim of this research is to develop a model of seawater intrusion using Chloride indicator in groundwater on confined aquifer. Research is descriptive quantitative, the population are the deep wells and number of samples are 41 pieces. The equation of advection-diffusion 1 dimension as a form of transport equations of Chloride with completion of the model by using numerical methods. The results of the study, from 2009 to in 2013, the distance of land as the effect of seawater intrusion increased from 2.4 km to 3.5 km. Model of seawater intrusion in form of advection-diffusion equation 1 dimensions. Groundwater pumping is resulting in reduced of bulk density soil from 4.625kg/m3 up to 2.688 kg/m3 or up to 1.588 kg/m3. In 2035, the seawater intrusion is predicted to reach 3.7 km of coastline in the west route, 4.6 km from the coastline in the middle route, and 4.3 km of coastline in the east route. The conclusion, the increase of distance of confined aquifer from effect of seawater intrusion is 36-60 m/yr. Groundwater pumping result will reducing of bulk density soil about 58-66% of its original condition. In 2035, the seawater intrusion increased 40% from the year 2013. Control of pollution of groundwater needs to be improved and the model can be used as a tool for early information in decision-making on a groundwater management. Keywords: groundwater, chlorides, seawater intrusion

Item Type:Thesis (PhD)
Subjects:T Technology > TD Environmental technology. Sanitary engineering
Divisions:School of Postgraduate > Doctor Program in Environmental Science
ID Code:66341
Deposited By:Mrs Ekana Perpus Pasca
Deposited On:09 Nov 2018 15:07
Last Modified:09 Nov 2018 15:07

Repository Staff Only: item control page