PERUBAHAN LUAS LAHAN SAWAH MENJADI NON SAWAH DI WILAYAH JOGLOSEMAR

DIOFANNY, Natasha and SETYONO, Jawoto Sih (2016) PERUBAHAN LUAS LAHAN SAWAH MENJADI NON SAWAH DI WILAYAH JOGLOSEMAR. Undergraduate thesis, UNIVERSITAS DIPONEGORO.

[img]
Preview
PDF
84Kb

Abstract

Urbanisasi dapat menciptakan pertumbuhan perkotaan (urban growth). Tingkat pertumbuhan kota yang tinggi mendorong meningkatnya jumlah penduduk dengan cepat. Urbanisasi dapat didefinisikan sebagai proses pengkotaan, yang berarti meningkatnya proporsi penduduk yang tinggal di perkotaan. Berdasarkan data dari BPS, dalam kurun 10 (sepuluh) tahun, penggunaan lahan sawah menurun seluas 5.424 hektar dan banyaknya jumlah penduduk yang tinggal di perkotaan hampir 2 (dua) kali lipat atau meningkat sekitar 3 juta jiwa. Tingkat urbanisasi di wilayah Joglosemar mengalami peningkatan sebesar 17.64% dalam kurun waktu tahun 2000 hingga tahun 2010. Hal itu menunjukkan bahwa peningkatan jumlah penduduk di perkotaan telah menyebabkan meluasnya daerah perkotaan ke daerah pinggirannya. Peningkatan jumlah penduduk perkotaan tersebut akan merangsang peningkatan berbagai macam kebutuhan seperti kebutuhan akan pekerjaan, tempat tinggal, serta sarana, prasarana dan pelayanan dasar yang mendukung keberlangsungan hidup manusia. Peningkatan urbanisasi yang terjadi tersebut cenderung mengalami peningkatan sehingga perubahan luas lahan sawah juga terjadi terus menerus. Apabila perubahan luas lahan sawah tersebut terus dibiarkan akan berdampak terhadap ketahanan pangan khususnya pada produksi padi.

Item Type:Thesis (Undergraduate)
Subjects:S Agriculture > S Agriculture (General)
G Geography. Anthropology. Recreation > G Geography (General)
H Social Sciences > HD Industries. Land use. Labor
Divisions:Faculty of Engineering > Department of Urban and Regional Planning
Faculty of Engineering > Department of Urban and Regional Planning
ID Code:66334
Deposited By:JPWK Planologi
Deposited On:09 Nov 2018 11:37
Last Modified:09 Nov 2018 11:37

Repository Staff Only: item control page