ANALISIS KEBUTUHAN JUMLAH TENAGA PEMASAK DI INSTALASI GIZI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH (RSUD) PURWOREJO TAHUN 2000

SUPRIYADI, RADEN (2001) ANALISIS KEBUTUHAN JUMLAH TENAGA PEMASAK DI INSTALASI GIZI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH (RSUD) PURWOREJO TAHUN 2000. Undergraduate thesis, Diponegoro University.

[img]
Preview
PDF - Published Version
30Kb

Official URL: http://www.fkm.undip.ac.id

Abstract

Tenaga pemasak merupakan salah satu unsur yang penting dalam pelayan agizi Rumah Sakit, yaitu berperan dalam mengolah dan menyajikan makanan yang bermutu kepada pasien dan karyaawan. Tersedianya tenga pemasak dalam jumlah yang ideal merupakan salah satu aspek penting untuk keberhasilan penyelenggaraan makanan Rumah Sakit. Tujuan penelitian yaitu secra umum untuk mendaptkan gambaran kebutuhan jumlah ideal tenga pemasak di instansi gizi RSUD Purworejo, dan secara khusus untuk mengetahui beban kerja, waktu produktif, jumlah ideal tenga pemasak, saerta mengetahui permasalahan Pengendalian pengawasan dan penilaian dalam pengolahan makanan di Intansi Gizi RSUD Purworejo. Jenis penelitian adalah obsrvasional. Metode penelitian ui deskriptif dengan pendekatan cross sectional, cara pengumpulan dat dengan metode work sampling. Populasi penelitian yaitu tenaga pemasak yang bertugas melaksanakn pekerjaan pengolahan makanan di Instalasi Gizi RSUD Purworejo. Sample penelitian yaitu waktu kerja yang digunakan oleh tenaga pemasak di Instalasi Gizi RSUD Purworejo yang menyelesaikan pekerjaan pengolahan makanan selama tuhuh hari kerja. Pengambilan sampel dengan cara stratified sampling. Hasil penelitian yaitu beban kerja sebanyak 5,70 jam (71,35%) waktu produktif sebanyak 5,82 jam (72,75%). Angka tersebut masih dalam batas wajar menurut standar produktivitas yaitu 75-80%. Kebutuhan jumlah tenaga pemasak menurut formula Lokakarya keperawatan senyak 33 orang, menurut formula Gillies 26 orang, menurut formula nina 32 orang, sehingga rata-rata kebutuhan jumlah ideal tenga pemasak 30 orang. Lama waktu kerja pada shif kerja malam sebanyak 10 jam, shift kerja pagi dan sore masing-masing 7 jam. Tenaga pemasak yang berpendidikan sesuai dengan kebutuhan pengolahan makan yaitu SMKK boga sebanyak 4 orang, belum dilakukan pendidikan dan latihan untuk meningkatkan pengetahuan, sikap dan keterampilan tenaga pemasak, bahan makanan dan bumbu yang akan dimasak sering tidak tersedia sesuai menu yang ada, jumlah dan jenis alat-alat masak kurang mencukup, nyala kompor gas tidak optimal sehingga waktu pemasakan lebih lama, pengawasn dan penilaina pengolahan makanan secara rutin hanya dilakukan pada shif kerja pagi Karena kurangnya tenaga pengawas. Beban kerja dan waktu produktif tenga pemasak masih dalam batas wajar, tetapi perlup engaturan waktu kerja yang sama pada ketiga shif kerja. Kebutuhan jumlah ideal tenaga pemasak sebanyak 30 orang. Penambahan tenaga sifatnya tidak mendesak , tetapi perlu penambahan tenaga pemasak berpendidikan SMKK Boga yaitu dengan mengganti tenaga kontrak berpendidian SLTA yang ada. Penyusunan menu 10 hari perlu ditinjau 3 bulan sekali. Alat-alat memasak perlu dicukupi dalam hal julah dan jenis keguanaanya. Pemeliharaan dan kebersihan kompor gas perlu ditingkatkan supaya nyala api lebih baik. Perlu penambahan tenga pengawas untuk pengawasan pengolahan makanan pada shif kerja sore dan malam. Kata Kunci: TENAGA PEMASAK, ANALISIS KEBUTUHAN JUMLAH TENAGA

Item Type:Thesis (Undergraduate)
Subjects:R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA0421 Public health. Hygiene. Preventive Medicine
Divisions:Faculty of Public Health > Department of Public Health
ID Code:6591
Deposited By:INVALID USER
Deposited On:05 Feb 2010 14:01
Last Modified:05 Feb 2010 14:01

Repository Staff Only: item control page