HUBUNGAN FUNGSI PENORGANISASIAN KEPALA PUSKESMAS DENGAN HASIL KERJA PETUGAS SANITASI DAN PETUGAS P2DIARE DALAM PELAKSANAAN PROGRAM PEMBERANTASAN PENYAKIT DIARE DI KABUPATEN LEBAK PROPINSI BANTEN

ZULBAHAGIANI, ZULBAHAGIANI (2001) HUBUNGAN FUNGSI PENORGANISASIAN KEPALA PUSKESMAS DENGAN HASIL KERJA PETUGAS SANITASI DAN PETUGAS P2DIARE DALAM PELAKSANAAN PROGRAM PEMBERANTASAN PENYAKIT DIARE DI KABUPATEN LEBAK PROPINSI BANTEN. Undergraduate thesis, Diponegoro University.

[img]
Preview
PDF - Published Version
29Kb

Official URL: http://www.fkm.undip.ac.id

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui dan menganalisis hubungan fungsi pengorganisasian kepala puskesmas dengan hasil kerja petugas sanitasi dan petugas P2Diare dalam melaksanakan program pemerantasan penyakit diare di kabupaten Lebak prop. Banten. Jenis penelitian adalah deskriptif analitik dengan metode survei dengan desain penelitian belah melintang. Da penelitian ini variabel terikat adalah hasil kerja petugas sanitasi dan hasil kerja petugas P2Diare sedangkan variabel bebasnya fungsi peorganisasian puskesmas. Populasi dalam penelitian ini seluruh puskesmas dengan jumlah 33 buah dengan sample berjumlah 19 buah puskesmas. Pengambilan sample menggunakan teknik Area proportional stratified random sampling. Analisis data menggunakan Fischer’surveilans Exact Test. Hasil penelitian: puskesmas yang memiliki - fungsi peorganisasian kurang baik 53,%. - Petugas sanitasi dengan hasil kerjanya tinggi 21,0%, rendah 79,0% - Petugas P2Diare dengan hasil kerja tinggi 36,8%, rendah 63,2% Hail uji statistik Fisher’surveilans Exact Test dengan tingkat kepercayaan 95% (alpha = 5%) hasilnya ada hubungan antara fungsi pengorganisasian kepala puskesmas dengan hasil kerja petugas sanitasi dalam melaksanakan P2Diare di Kabupaten Lebak. Tinggak hubungan tersebut sedang dengan korelasi 47,8%. Selain itu juga ada hubungan antara fungsi pengorganisasian kepala puskesmas dengan hasil kerja petugas P2Diare dalam melaksanakan program P2Diare di Kabupaten Lebak. Tingkat hubungan tersebut kuat d besar korelasi 50,6%. Dengan demikian terdapat hubungan yang signifikan antara fungsi pengorganisasian puskesmas dengan hasil kerja petugas sanitasi dan petugas P2Diare dalam melaksanakan program pemberantasan penyakit diare di Kabupaten lebak. Untuk para kepala puskesmas disaranakn untuk meningkatakankoordinasi liltas program danlintas sector dengan cara menambah frekuensi pertemuan rutin tingakta puskesmas mengajak instansi-instansi dan menaktifkan kembali POKJA. Untuk petugas sanitasi perlu ditambah frekuensi kegiatan, koordinasi dengan petugas lain, pengusulan sarana trasnprotasi bagian kegiatan dilapangan. Untuk petugas P2Diare kegiatan penemuan penderita pengobatna penderita, pelatihan dan frekuensi penyuluhan perlu dimaksimalkan dengan cara pemanfaatan, memperbaiki kualitas dan kuantitas saran pojok uro dsb. Bagi penelitian lain dapat meneliti lebih mendalam tentan g faktor manajemen dan faktor internal/eksternal petugas yang sangat berpengaruh terhadap hasil kerja petugas kesehatan. Kata Kunci: PENGORGANISASIAN, HASIL KERJA, DIARE

Item Type:Thesis (Undergraduate)
Subjects:R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA0421 Public health. Hygiene. Preventive Medicine
Divisions:Faculty of Public Health > Department of Public Health
ID Code:6558
Deposited By:admin FKM undip
Deposited On:05 Feb 2010 11:10
Last Modified:05 Feb 2010 11:10

Repository Staff Only: item control page