Analisis Pengaruh Penerapan dan Pengukuran Kinerja Eco-Efficiency pada Usaha Kecil Menengah (Studi Kasus UKM SE Batik Art & Painting, Laweyan Surakarta)

Utami Handayani, Naniek and Farida, Nur (2009) Analisis Pengaruh Penerapan dan Pengukuran Kinerja Eco-Efficiency pada Usaha Kecil Menengah (Studi Kasus UKM SE Batik Art & Painting, Laweyan Surakarta). Diponegoro University. (Unpublished)

[img]Microsoft Word
30Kb

Abstract

Banyak faktor yang menyebabkan lemahnya daya saing UKM di Indonesia. Salah satunya adalah rendahnya produktivitas dan kinerja UKM. Masalah ini telah dihadapi UKM sejak lama. Selain itu, keterbatasan tenaga ahli dan kesadaran terhadap dampak lingkungan dapat menimbulkan masalah lingkungan di sekitar UKM. Untuk itu, Kementrian Lingkungan Hidup Indonesia bekerjasama dengan GTZ Jerman dalam Program Kerjasama Teknis Pengelolaan Lingkungan Hidup Indonesia – Jerman (ProLH) mengembangkan program dan kegiatan pengelolaan lingkungan untuk UKM dengan tetap memperhatikan peningkatan efisiensi ekonomi, yang dikenal sebagai eco-efficiency. Program ini telah diterapkan di sebuah klaster batik yaitu Kampoeng Batik Laweyan Surakarta sebagai pilot project. Saat ini, program serupa juga sedang diterapkan di 10 klaster berkelanjutan di Provinsi Jawa Tengah. Namun, masih terdapat pertentangan pendapat di kalangan pengembang klaster industri di Jawa Tengah mengenai ketepatan eco-efficiency sebagai salah satu cara peningkatan daya saing UKM. Selain itu, pada UKM yang menjadi pilot project, belum dilakukan pengukuran kinerja eco-efficiency secara keseluruhan untuk mengetahui pencapaian kinerja eco-efficiency UKM saat ini. Pengukuran kinerja kinerja eco-efficiency melibatkan aspek ekonomi dan lingkungan sehingga dibutuhkan model yang dapat mengakomodir kebutuhan tersebut. Pada penelitian ini, digunakan model Environment Performance Evaluation (EPE) ISO 14031 sebagai model pengukuran kinerja eco-efficiency secara kuantitatif dan Total Quality Environment Management (TQEM) sebagai model pengukuran kinerja eco-efficiency secara kualitatif. Dari pengukuran kinerja kuantitatif akan diketahui dampak penerapan eco-efficiency terhadap efisiensi penggunaan input proses produksi UKM. Hasil tersebut akan mendukung pengukuran kinerja kualitatif yang bertujuan untuk mengetahui tingkat pencapaian kinerja eco-efficiency secara keseluruhan yang tidak dapat dilihat dari aspek kuantitatif saja. Penelitian ini dilakukan di UKM Batik SE Batik Art & Painting, salah satu UKM pilot project ProLH yang berlokasi di Kampoeng Batik Laweyan Surakarta. Dari penelitian yang dilakukan, didapatkan bahwa eco-efficiency memang terbukti meningkatkan efisiensi penggunaan input proses produksi. Sedangkan dari hasil pengukuran kualitatif didapatkan beberapa indikator yang memiliki bobot prioritas tinggi namun memiliki kinerja yang masih rendah. Indikator tersebut adalah Etika bisnis dan lingkungan, Memantau konsumsi bahan, Mengintegrasikan prinsip Good Housekeeping dalam proses produksi, Kesesuaian modal proyek lingkungan dengan keuntungan, dan Peran pemilik untuk membudayakan praktek eco-efficiency.

Item Type:Other
Uncontrolled Keywords:eco-efficiency, kinerja, EPE-ISO 14031, TQEM, UKM
Subjects:T Technology > T Technology (General)
N Fine Arts > NX Arts in general
Divisions:Faculty of Engineering > Department of Industrial Engineering
Faculty of Engineering > Department of Industrial Engineering
ID Code:6533
Deposited By:Admin teknik industri
Deposited On:05 Feb 2010 09:52
Last Modified:05 Feb 2010 09:52

Repository Staff Only: item control page