Analisis Produktivitas Proses Produksi menggunakan Fungsi Produksi Cobb-Douglas (Studi Kasus di PT Indonesia Steel Tube Works Semarang)

Prastawa, Heru and Adi W, Purnawan and Sugiyanti, Novi (2009) Analisis Produktivitas Proses Produksi menggunakan Fungsi Produksi Cobb-Douglas (Studi Kasus di PT Indonesia Steel Tube Works Semarang). Diponegoro University. (Unpublished)

[img]Microsoft Word
25Kb

Abstract

PT Indonesia Steel Tube Works (ISTW) merupakan perusahaan yang bergerak di bidang pembuatan pipa baja las dengan sistem High Frequency Welding (HFW) serta didukung unit pemotongan pipa (recuting) dan galvanis. Selama ini, PT ISTW melakukan pengukuran produktivitas di lantai produksi hanya berdasarkan jumlah output yang dihasilkan saja. PT ISTW juga belum melakukan pengukuran produktivitas secara periodik. Padahal produktivitas merupakan salah satu tolok ukur yang vital dalam pengukuran kinerja perusahaan. Melihat pentingnya pengukuran produktivitas, maka dibutuhkan metode pengukuran yang akurat untuk mengetahui tingkat produktivitas perusahaan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode pengukuran produktivitas berdasarkan fungsi produksi Cobb-Douglas. Metode ini mampu menggambarkan keadaan skala hasil (returns of scale) apakah sedang meningkat, tetap, atau menurun; koefisien-koefisien fungsi produksi Cobb-Douglas secara langsung menggambarkan elastisitas produksi dari setiap input yang digunakan; serta koefisien intersep dari fungsi produksi Cobb-Douglas merupakan indeks efisiensi produksi yang secara langsung menggambarkan efisiensi penggunaan input dalam menghasilkan output dari sistem produksi yang sedang dikaji. Dari pengukuran produktivitas dan analisis yang dilakukan diperoleh indeks efisiensi untuk tahun 2006, 2007, dan 2008 berturut-turut sebesar 0,142; 0,705; dan 38,784. Hal ini dapat disimpulkan bahwa telah terjadi kenaikan indeks efisiensi yang berarti proses transformasi nilai tambah dari input menjadi output telah efisien. Sedangkan skala hasil elastisitas input (RTS) mengalami penurunan (decreasing RTS), yaitu tahun 2006 sebesar 1,367, tahun 2007 sebesar 1,043, dan tahun 2008 sebesar 0,266. hal ini berarti tidak mampu memberikan nilai tambah dalam penggunaan input totalnya. Atau dapat dikatakan proporsi penambahan input melebihi proporsi penambahan produksi (penurunan produksi) yang mengakibatkan terjadinya penurunan tingkat produktivitas. Untuk mengatasinya, perlu dilakukan tindakan perbaikan yang disesuaikan dengan masing-masing penyebab yang terjadi.

Item Type:Other
Uncontrolled Keywords:Fungsi produksi Cobb-Douglas, indeks efisiensi, decreasing RTS
Subjects:T Technology > T Technology (General)
T Technology > TS Manufactures
Divisions:Faculty of Engineering > Department of Industrial Engineering
Faculty of Engineering > Department of Industrial Engineering
ID Code:6532
Deposited By:Admin teknik industri
Deposited On:05 Feb 2010 09:24
Last Modified:05 Feb 2010 09:24

Repository Staff Only: item control page