KONSERVASI AIR TANAH BERBASIS PEMETAAN ZONA POTENSIAL RESAPAN AIR DI KABUPATEN PURWOREJO, PROVINSI JAWA TENG

ARYANTO, Daniel Eko and Hardiman, Gagoek and Putranto, Thomas Triadi (2018) KONSERVASI AIR TANAH BERBASIS PEMETAAN ZONA POTENSIAL RESAPAN AIR DI KABUPATEN PURWOREJO, PROVINSI JAWA TENG. Masters thesis, School of Postgraduate.

[img]
Preview
PDF
2277Kb
[img]
Preview
PDF
125Kb
[img]
Preview
PDF
567Kb
[img]
Preview
PDF
566Kb
[img]PDF
Restricted to Repository staff only

8Mb
[img]
Preview
PDF
62Kb
[img]
Preview
PDF
73Kb
[img]PDF
Restricted to Repository staff only

8Mb

Abstract

Air tanah merupakan sumber daya yang menjadi kebutuhan pokok manusia, yang keberadaannya semakin menurun baik dari segi kuantitas maupun kualitas. Pemetaan daerah resapan air diperlukan untuk menjaga cadangan air tanah kelestarian kawasan lindung dan cadangan air tanah. Studi dilakukan di Kabupaten Purworejo yang terdiri dari 16 kecamatan dengan luas wilayah 1.034,82 km2. Studi dilakukan dengan menggunakan tools Sistem Informasi Geografi melalui analisa spasial metode kuantitatif weighted-overlay. Parameter yang digunakan dalam penelitian ini adalah kelulusan batuan, curah hujan, penggunaan lahan, jenis tanah, kemiringan lereng dan kedalaman muka air tanah tidak tertekan. Dari hasil pemetaan daerah potensial resapan air, wilayah dengan potensi resapan tinggi atau daerah Imbuhan berada pada wilayah dengan luas wilayah 42.694,236 ha, dan daerah dengan kategori rendah atau daerah Lepasan seluas 65.286,435 ha. Dari hasil pemetaan atau tumpangsusun melalui analisa geospasial, didapatkan hasil bahwa ada beberapa ketidaksesuaian penggunaan lahan, dimana seharusnya untuk Kawasan resapan air (daerah Imbuhan) digunakan untuk kegiatan Kawasan budidaya. Ketidaksesuaian antara daerah yang seharusnya dipergunakan untuk daerah imbuhan dipergunakan untuk Kawasan budidaya meliputi: Penggunaan untuk Hutan Produksi seluas 6.632,05 ha, Permukiman seluas 661,69 ha, pertanian lahan basah seluas 4.436,17 ha, dan pertanian lahan kering seluas 7.793, 2 ha. Groundwater is a resource that is a basic human need, whose existence is decreasing both in quantity and quality. Mapping of groundwater recharge areas is needed to maintain groundwater reserves for the preservation of protected areas. The study location is in Purworejo Regency which consisted of 16 sub-districts with an area of 1,034.82 km2. The study was conducted using geographic information system (GIS) tools through spatial analysis of quantitative weighted-overlay methods. The parameters used in this study were the permeability of rocks, rainfall, land use, soil type, slope and groundwater depth. From the results of mapping the potential areas of groundwater recharge, areas with high recharge potential or the Recharge area are in areas with an area of 42,694,236 ha, and areas with low categories or Discharge areas covering 65,286,435 ha. From the results of mapping through geospatial analysis, the results show that there are some land use incompatibility, which should be for groundwater recharge areas (Imbuhan area) used for cultivation area activities. Incompatibility between the areas that should be used for the recharge area used for cultivation areas include: Use for Production Forests of 6,632.05 ha; 661.69 ha of settlement; 4,436.17 ha of wetland agriculture, and 7,793.2 ha dry land farming.

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:T Technology > TD Environmental technology. Sanitary engineering
Divisions:School of Postgraduate > Master Program in Environmental Science
ID Code:65153
Deposited By:Mrs Ekana Perpus Pasca
Deposited On:26 Sep 2018 10:15
Last Modified:26 Sep 2018 10:15

Repository Staff Only: item control page