PENGARUH INDEKS BENTUK TELUR TERHADAP FERTILITAS, DAYA TETAS DAN BOBOT TETAS AYAM KEDU JENGGER MERAH PADA GENERASI KE-3 DI SATKER MARON, TEMANGGUNG, JAWA TENGAH

HARDININGSIH, RETNO RIZQI and Kurnianto, Edy and Sutopo, Sutopo (2018) PENGARUH INDEKS BENTUK TELUR TERHADAP FERTILITAS, DAYA TETAS DAN BOBOT TETAS AYAM KEDU JENGGER MERAH PADA GENERASI KE-3 DI SATKER MARON, TEMANGGUNG, JAWA TENGAH. Undergraduate thesis, FACULTY OF ANIMAL AND AGRICULTURAL SCIENCES.

[img]
Preview
PDF
172Kb
[img]
Preview
PDF
88Kb
[img]
Preview
PDF
161Kb
[img]
Preview
PDF
325Kb
[img]PDF
Restricted to Registered users only

290Kb
[img]PDF
Restricted to Registered users only

745Kb
[img]PDF
Restricted to Registered users only

1058Kb

Abstract

RETNO RIZQI HARDININGSIH. 23010114120009. 2018. Pengaruh Indeks Bentuk Telur terhadap Fertilitas, Daya Tetas dan Bobot Tetas Ayam Kedu Jengger Merah pada Generasi Ke-3 di Satker Maron, Temanggung, Jawa Tengah (Pembimbing : EDY KURNIANTO dan SUTOPO). Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh perbedaan kelompok indeks bentuk telur terhadap fertilitas, daya tetas dan bobot tetas Ayam Kedu Jengger Merah (AKJM). Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret – September 2017 di Balai Pembibitan dan Budidaya Ternak Non Ruminansia (BPBTNR) Satuan Kerja Ayam Maron, Jalan Kadar, Desa Sidorejo, Kecamatan Temanggung, Kabupaten Temanggung. Materi yang digunakan dalam penelitian adalah telur dari 25 ekor induk dan 5 ekor pejantan ayam kedu jengger merah (AKJM) generasi Ke-2 (G2) yang berumur 6-7 bulan dengan rasio perkawinan 1:5 sebanyak 5 pen. Pengumpulan telur dilakukan selama 11 periode dan diberi tanda. Setiap telur ditimbang bobotnya, diukur panjang dan lebar. Pada proses penetasan, telur dimasukkan ke dalam setter selama 18 hari dan hatcher selama 3 hari. Indeks bentuk telur diperoleh dari lebar telur dibagi panjang telur dikali 100 dan kelompok indeks bentuk telur diperoleh dari nilai indeks bentuk telur yang terbesar dikurangi nilai indeks bentuk telur terkecil dibagi 3 untuk menentukkaan kelompok lonjong, normal dan bulat. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan Statistical Analysis System (SAS) v6.12. Hasil penelitian menunjukkan bahwa indeks bentuk telur lonjong adalah 63,64-75,63, normal 75,64–87,61 dan bulat 87,62–99,60. Persentase fertilitas indeks bentuk telur lonjong sebesar 83,70%, normal 86,70% dan bulat 87,50%. Indeks bentuk telur bulat berbeda nyata lebih tinggi dibandingkan dengan normal dan lonjong (P<0,05). Indeks bentuk telur normal dan lonjong tidak memberikan pengaruh nyata terhadap persentase fertilitas AKJM. Persentase daya tetas lonjong adalah 85,68%, normal 90,77% dan bulat adalah 92,86%. Indeks bentuk telur bulat tidak berbeda nyata dengan normal, tetapi berbeda nyata lebih tinggi (P<0,05) dibandingkan dengan indeks bentuk telur lonjong. Indeks bentuk telur normal dan lonjong tidak menunjukkan pengaruh nyata terhadap persentase daya tetas. Rata-rata bobot tetas indeks bentuk telur lonjong adalah 31,34 g, normal 30,93 g dan bulat 30,43 g. Indeks bentuk telur tidak berpengaruh nyata terhadap bobot tetas. Simpulan dari penelitian ini adalah indeks bentuk telur normal memiliki persentase fertilitas, daya tetas dan bobot tetas yang paling tinggi dibandingkan indeks bentuk telur lonjong dan bulat AKJM.

Item Type:Thesis (Undergraduate)
Subjects:S Agriculture > S Agriculture (General)
Divisions:Faculty of Animal and Agricultural Sciences > Department of Animal Agriculture
ID Code:64997
Deposited By:Mr. Perpus FP Admin
Deposited On:20 Sep 2018 11:04
Last Modified:20 Sep 2018 11:04

Repository Staff Only: item control page