PEMANFAATAN TEPUNG BIJI DURIAN SEBAGAI SUBTITUSI JAGUNG DALAM RANSUM TERHADAP RETENSI KALSIUM, MASSA KALSIUM TELUR DAN MASSA KALSIUM CANGKANG

DJATI, LANANG DHAMAR and Sukamto, Bambang and Yunianto, Vitus Dwi (2018) PEMANFAATAN TEPUNG BIJI DURIAN SEBAGAI SUBTITUSI JAGUNG DALAM RANSUM TERHADAP RETENSI KALSIUM, MASSA KALSIUM TELUR DAN MASSA KALSIUM CANGKANG. Undergraduate thesis, FACULTY OF ANIMAL AND AGRICULTURAL SCIENCES.

[img]
Preview
PDF
228Kb
[img]
Preview
PDF
142Kb
[img]
Preview
PDF
215Kb
[img]
Preview
PDF
183Kb
[img]PDF
Restricted to Registered users only

167Kb
[img]PDF
Restricted to Registered users only

760Kb
[img]PDF
Restricted to Registered users only

1129Kb

Abstract

LANANG DHAMAR DJATI. 23010114120053. 2018. Pemanfaatan Tepung Biji Durian sebagai Subtitusi Jagung dalam Ransum terhadap Retensi Kalsium, Massa Kalsium Telur dan Massa Kalsium Cangkang (Pembimbing: BAMBANG SUKAMTO dan VITUS DWI YUNIANTO B.I) Penelitian tentang pemanfaatan tepung biji durian sebagai subtitusi jagung dalam ransum terhadap retensi kalsium, massa kalsium telur dan massa kalsium cangkang ayam petelur umur 52 minggu dilaksanakan di kandang ayam petelur dan Laboratorium Ilmu Nutrisi Pakan Fakultas Peternakan dan Pertanian Universitas Diponegoro, Semarang pada bulan Mei – Juni 2017. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh subtitusi tepung biji durian terhadap retensi kalsium, massa kalsium telur dan massa kalsium cangkang. Manfaat dari penelitian adalah memberikan informasi tentang penggunaan tepung biji durian terolah sebagai subtitusi jagung yang tidak mengganggu produktifitas ayam petelur berdasarkan pemanfaatan kalsium. Materi yang digunakan di dalam penelitian ini adalah ayam petelur umur 52 Minggu sebanyak 120 ekor dengan bobot badan 1815,20 ± 169,86 g. Penelitian ini dilaksanakan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan menggunakan 4 perlakuan dan 5 ulangan. Setiap ulangan terdiri dari 6 ekor ayam. Perlakuan yang diberikan T0 = ransum kontrol, T1 = subtitusi tepung biji durian 3%, T2 = subtitusi tepung biji durian 6%, dan T3 = subtitusi tepung biji durian 9%. Parameter yang diamati dalam penelitian ini adalah konsumsi ransum, konsumsi kalsium, retensi kalsium, massa kalsium telur dan massa kalsium cangkang. Semua data hasil penelitian dianalisis ragam dan dilanjutkan uji jarak berganda Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa subtitusi tepung biji durian sebagai pengganti jagung tidak berpengaruh terhadap konsumsi ransum, konsumsi kalsium, massa kalsium telur, massa kalsium cangkang tetapi berpengaruh terhadap retensi kalsium (P<0,05). Rata-rata konsumsi ransum berturut-turut T0,T1,T2,T3 adalah 106,74; 104,88; 101,32; dan 102,75 g/ekor/hari. Konsumsi kalsium 3,51; 3,44; 3,31, dan 3,35 g/ekor/hari. Massa kalsium telur 55,80; 55,90; 47,40 dan 50,50 mg/butir. Massa kalsium cangkang 3,22; 2,96; 3,12 dan 2,86 g. Retensi kalsium T0,T1,T2, dan T3 berturut-turut yaitu 3,03; 3,04; 2,97 dan 2,87 g/ekor/hari, retensi kalsium menurun pada perlakuan T3 (taraf subtitusi tepung biji durian 9%). Simpulan dari penelitian ini adalah penggunaan subtitusi tepung biji durian dapat diberikan pada ayam petelur maksimal pemberian 6% tanpa menurunkan retensi kalsium, massa kalsium telur dan massa kalsium cangkang pada ayam petelur.

Item Type:Thesis (Undergraduate)
Subjects:S Agriculture > S Agriculture (General)
Divisions:Faculty of Animal and Agricultural Sciences > Department of Animal Agriculture
ID Code:64994
Deposited By:Mr. Perpus FP Admin
Deposited On:20 Sep 2018 10:57
Last Modified:20 Sep 2018 10:57

Repository Staff Only: item control page