HUBUNGAN ANTARA POLA PERTUMBUHAN PEDET PERANAKAN FRIESIAN HOLSTEIN DENGAN KONSUMSI PAKAN SEBAGAI PERTIMBANGAN DALAM PENYAPIHAN

NURFADHILLAH, MUHAMAD and HARJANTI, Dian Wahyu and SAMBODHO, Priyo (2018) HUBUNGAN ANTARA POLA PERTUMBUHAN PEDET PERANAKAN FRIESIAN HOLSTEIN DENGAN KONSUMSI PAKAN SEBAGAI PERTIMBANGAN DALAM PENYAPIHAN. Undergraduate thesis, FACULTY OF NAMINAL AND AGRICULTURE SCIENCES.

[img]
Preview
PDF
171Kb
[img]
Preview
PDF
130Kb
[img]
Preview
PDF
152Kb
[img]
Preview
PDF
164Kb
[img]PDF
Restricted to Registered users only

175Kb
[img]PDF
Restricted to Registered users only

452Kb
[img]PDF
Restricted to Registered users only

764Kb

Abstract

MUHAMAD NURFADHILLAH. 23010114130101. 2018. Hubungan Antara Pola Pertumbuhan Pedet Peranakan Friesian Holstein Dengan Konsumsi Pakan Sebagai Pertimbangan Dalam Penyapihan (Pembimbing: DIAN WAHYU HARJANTI dan PRIYO SAMBODHO) Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pola pertumbuhan pedet Peranakan Friesian Holstein dengan konsumsi pakan sebagai pertimbangan dalam penyapihan. Penelitian dilakukan di Teaching Farm Sapi Perah dan Laboratorium Produksi Ternak Potong dan Perah, Fakultas Peternakan dan Pertanian Universitas Diponegoro pada bulan September 2016 – Februari 2017. Materi yang digunakan yaitu enam ekor pedet (umur 1 - 12 minggu) yang diberi susu sebanyak 5 liter per hari, serta pakan hijauan dan konsentrat yang disediakan secara ad libitum. Parameter yang diamati yaitu konsumsi pakan berupa hijauan, konsentrat dan susu. Selain itu juga dilakukan pengukuran bobot badan, panjang badan, tinggi badan serta lingkar dada setiap 1 minggu sekali. Data yang diperoleh selanjutnya dianalisis dengan menggunakan korelasi - regresi untuk mengetahui keeratan hubungan antara variabel dan dilanjutkan dengan uji T untuk mengetahui perbedaan antar umur. Hubungan antara ukuran tubuh dan bobot badan dengan konsumsi hijauan serta konsentrat memiliki hubungan yang sangat nyata (P<0,001). Konsumsi konsentrat mulai terlihat di minggu ketiga. Konsumsi konsentrat pada minggu ketiga diduga menjadi tanda bahwa kemampuan rumen sudah berkembang. Pada minggu ke 7-8, konsumsi hijauan mulai meningkat. Peningkatan konsumsi hijauan pada minggu ke 7-8 diduga memiliki hubungan dengan peningkatan pH pada rumen sehingga jumlah bakteri selulolitik ikut meningkat. Pada minggu ke 10, terjadi peningkatan bobot badan ternak. Diduga peningkatan tersebut memiliki hubungan dengan kemampuan rumen dalam mencerna pakan yang telah berjalan dengan baik. Simpulan dari penelitian ini adalah terdapat hubungan yang sangat nyata antara konsumsi pakan (konsentrat dan hijauan) dengan pertumbuhan (bobot dan ukuran tubuh). Mulai munculnnya konsumsi konsentrat pada minggu ketiga diduga memiliki hubungan dengan peningkatan fungsi rumen. Peningkatan fungsi rumen dan jumlah bakteri selulolitik diduga memiliki hubungan dengan peningkatan konsumsi hijauan pada minggu ke 7-8. Peningkatan bobot badan pada minggu ke 10 diduga disebabkan oleh pakan yang telah tercerna dengan baik. Diduga pedet dapat disapih ketika berumur 9 minggu.

Item Type:Thesis (Undergraduate)
Subjects:S Agriculture > S Agriculture (General)
Divisions:Faculty of Animal and Agricultural Sciences > Department of Animal Agriculture
ID Code:64784
Deposited By:Mr. Perpus FP Admin
Deposited On:14 Sep 2018 10:55
Last Modified:14 Sep 2018 10:55

Repository Staff Only: item control page