Analisis Pengukuran Kinerja Pengadaan Menggunakan Metode Sink's Seven Performance Criteria (Studi Kasus : Pengadaan P2T Universitas Diponegoro Semarang Tahun 2007)

Suliantoro, Hery and Adi, Purnawan and Sari, Kurnia (2009) Analisis Pengukuran Kinerja Pengadaan Menggunakan Metode Sink's Seven Performance Criteria (Studi Kasus : Pengadaan P2T Universitas Diponegoro Semarang Tahun 2007). Diponegoro University. (Unpublished)

[img]Microsoft Word
26Kb

Abstract

Selama ini, pengukuran kinerja di Universitas Diponegoro belum terlaksana dengan baik. Pengukuran kinerja yang telah dilakukan hanya dilihat dari segi financial, hal ini dapat dilihat dari laporan evaluasi pengadaan pada tiap tahun yang hanya menampilkan berapa besar anggaran dan biaya yang dikeluarkan untuk pengadaan dan perhitungan efisiensinya. Selain itu, pengukuran secara finansial ini memiliki kelemahan yaitu tidak dapat menjelaskan apakah dengan penyerapan anggaran yang semakin besar maka akan semakin baik efisiensi dan kinerjanya. Ukuran kinerja lain yang penting seperti ketepatan waktu pengiriman barang, kecocokan spesifikasi dan jumlah barang, hingga tujuan dan keinginan pengguna apakah sesuai atau tidak, belum terukur dengan jelas. Dari hasil studi pendahuluan diketahui masih banyak permasalahan yang timbul seperti keluhan pengguna, dll. Oleh karena itu perlu dilakukan analisa pengukuran kinerja secara lebih mendalam terhadap indikator-indikator yang terlibat di dalamnya. Pengukuran kinerja ini dilakukan menggunakan model Sink’s Seven Performance Criteria, yaitu model pengukuran kinerja yang menggambarkan suatu sistem manajemen sebagai suatu mekanisme untuk membangun siklus perbaikan yang lebih efektif. Hasil perancangan pengukuran kinerja terdiri dari 6 kriteria dengan urutan prioritas sebagai berikut: kriteria Kualitas (31%), kriteria Efisiensi (17.2%), kriteria Efektivitas (17.2%), kriteria Kualitas Kehidupan Kerja (13.8%), kriteria Budgetabilitas (11.6%), dan kriteria Inovasi (9.2%). Dari keenam kriteria kinerja tersebut, diperoleh rancangan akhir 32 KPI yang berisi: 17 KPI Kuantitatif dan 15 KPI Kualitatif. Berdasarkan hasil pengukuran kinerja dengan Objective Matrix dan Traffic Light System, menunjukkan bahwa kinerja pengadaan tahun 2007 adalah sebesar 4.564 yang berada dalam kategori warna kuning yang berarti pencapaian kinerjanya ini sudah cukup baik meskipun nilainya mendekati kategori buruk, sehingga masih perlu ditingkatkan lagi. Dari hasil analisis Importance – Performance Matrix, diperoleh indikator-indikator yang berada dalam zona penting tetapi ternyata kinerjanya masih rendah. Indikator tersebut adalah Efisiensi waktu, Efisiensi jumlah personil, Pemborosan waktu, Pemborosan personil, Jumlah lelang gagal/lelang ulang, Jumlah keluhan pengguna, Jumlah penyedia ingkar kontrak, dan Inovasi proses. Oleh karena itu rekomendasi diutamakan untuk indikator-indikator di atas.

Item Type:Other
Uncontrolled Keywords:Kata Kunci: Pengukuran kinerja Pengadaan, Key Performance Indicators, Sink’s Seven Performance Criteria, Objective Matrix, Traffic Light System..
Subjects:T Technology > T Technology (General)
Divisions:Faculty of Engineering > Department of Industrial Engineering
Faculty of Engineering > Department of Industrial Engineering
ID Code:6462
Deposited By:Admin teknik industri
Deposited On:04 Feb 2010 10:27
Last Modified:04 Feb 2010 10:27

Repository Staff Only: item control page